Tidur sedikit?

Tinggalkan komentar

Banyak sekali kawan-kawan saya dulu yang waktu mahasiswanya gemar sekali begadang. Entah itu begadang untuk main game, mengerjakan tugas yang semakin dekat deadline, ataupun hanya iseng-iseng begadang untuk mengoprek sebuah alat.

Mungkin memang benar, tidur sedikit dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Kadang-kadang, begadang juga membuat kita gak bisa fokus di kegiatan esok harinya. Tapi saya sekarang tidak ingin membahas pengaruh buruk dari begadang. Ternyata ada kabar gembira untuk orang yang tidurnya kurang, jika kita mau melihat sedikit tokoh-tokoh dari generasi sebelum kita yang hobinya juga begadang.

Untuk semua mahasiswa/i yang gemar begadang dan tidur sedikit demi menciptakan sebuah karya, berbahagialah.  Berarti anda semua telah mengikuti jejak leonardo da vinci, thomas edison, nikola tesla, napoleon bonaparte, dan banyak tokoh dunia lainnya.

Salah satu inventor dan penghasil karya terhebat (menurut saya), nikola tesla, bahkan bisa begadang hingga 84 jam di labnya tanpa istirahat ataupun tidur. Selain tesla, ada juga penemu hebat lainnya : thomas edison yang gemar begadang berhari-hari untuk menyalurkan ide-idenya.

Apa yang membuat mereka semua kuat tidak tidur berhari-hari? saya rasa kutipan tesla berikut dapat menjelaskan..

“I do not think there is any thrill that can go through the human heart like that felt by the inventor as he sees some creation of the brain unfolding to success… Such emotions make a man forget food, sleep, friends, love, everything.”

~ Nikola Tesla

selamat begadang!

The Best

Tinggalkan komentar

Image011

Urusan tidur di kelas, foto ini the best banget lah.. haha. Diambil kira-kira setahun yang lalu, di kelas yang sangat membosankan.

Gayanya tidurnya sama semua, tinggal nunggu yang paling belakang tumbang aja nih. Ck-ck daripada gini kan mending tidur di kosan/rumah aja ya? lebih enak, lebih nikmat, dan lebih maknyus..

Dosen senang, Mahasiswa juga senang.. 

Ujian yang berat

7 Komentar

Lupakan ujian-ujian di kampus, lupakan tadi malam chattingan hingga jam 2 pagi, ada sesuatu yang lebih penting : sanak-saudara mau dateng siang ini, sementara sekarang jam 10.30 pagi dan saya belum mandi!!!

Dengan mata merah, belekan di sana-sini, plus hidung meler, saya langsung kebut cari baju-celana-anduk, dan langsung mandi. Sesuai dugaan, begitu selesai mandi, ternyata rumah udah ramai oleh tamu yang jumlahnya sekitar 9-10 orang, ada yang dari malang, surabaya, dan daerah jawa lainnya (ini asumsi yang dibuat karena hampir seluruh percakapan terjadi dalam bahasa jawa,, dan aing teu ngarti!!!).

Walhasil, dikarenakan saya merasa seperti kambing conge’, saya langsung ke kamar saya dan menyalakan laptop (terngiang larangan ayah saya tentang laptop : JANGAN NYALAKAN LAPTOP KARENA DAPAT MENARIK ANAK-ANAK. KAMU TAU KAN ANAK-ANAK SURABAYA KAYA APA???)

Ah, masa bodo lah, siapa juga yang mau ke kamar saya. Iseng-iseng saya main monopoli :

untitled-3ini dia hal yang bisa mencetak orang kapitalis

dan setelah beberapa saat hal yang ditakutkan benar-benar terjadi :

“Mas main apa??”

Itu benar-benar kata-kata yang mengubah hari saya selanjutnya. Memang seharusnya larangan dan ucapan orang tua itu diikuti. Walhasil akhirnya laptop itu didominasi oleh seorang anak gadis belia dan saya hanya bisa terpaku menonton *sok-sok ngawas sambil ngajarin cara main monopoli padahal sebenarnya takut laptopnya dibanting karena pernah kejadian hp dibanting anak-anak*

Setelah mengawasi beberapa saat, beban saya berkurang saat om-sis (ayahnya si ade) ngebantu jadi pengawas. Setelah si ade kalah mutlak dalam game monopoli (ya iya lah, mainnya ngeklik-klik doang…) saya kira permainan akan usai, semua senang, semua beres. Namun, ternyata dia pengen main satu game lagi hearts.

“ De,, emangnya ngerti cara maen hearts?”

“He em,, di sekolah juga suka maen.”

Eh bentar-bentar, di sekolah katanya?!? Sekolah Dasar dong?!? Ck, Ck, Ck, sekarang ternyata permainan kartu sudah merambah kancah per-SD-an. Dulu aja saya di SD cuma maen sepakbola kertas, tarung bolpen, RPG-RPG-an, sama bikin komik (wakaka gamenya norak semua kalau dilihat sekarang). Dengan rasa penasaran ingin melihat permainan hearts si ade, ternyata hasilnya tidak jauh dari monopoli : tetep aja asal ngeklik-klik.

Beberapa saat kemudian, saat tamu sudah pergi, ternyata ortu ingin mengantar mereka jalan-jalan keliling bandung (tentu saja saya menolak ikut,, manusia anti sosial gitu lho). Akibatnya, saya ditinggal di rumah sendiri (HOME ALONE), dengan keadaan seperti :

untitled-2

yes, sate, ayam bakar, sup-supan, bumbu kecap bumbu kacang + sayur

untitled-1

minum, gemblong, bika ambon, lemper, onde-onde, salak, jeruk yang acak-acakan (maklum Indonesia)

You know lah, banyak mobil banyak polusi, banyak hajat banyak sisa makanan, hahahaha…

Sampai jumpa saat musim dingin usai! (hibernasi)

Pagi hari bersama Pak Sarwono Hadi,,

6 Komentar

Thanks Goodness!! Itu yang saya pikir ketika melihat dosen kimia saya sewaktu semester pertama, Pak Sarwono Hadi, kembali mengajar di kelas saya semester ini.

Kenapa? Bukan karena kebiasaan saya titip absen yah…

Tetapi karena beliau tidak mengajar [atau hanya sedikit] kimia!!! Itu yang saya suka! Dari beliau saya belajar tentang banyak filosof-filosofi hidup, yang meskipun sepele, tetapi benar-benar merupakan hal yang fundamental di kehidupan kita.

Mulai dari diagram maxwell, bulu babi, pramuka, etos kerja, ospek, dan lain-lain..

Tetapi fokus saya sekarang, adalah pada pagi hari di hari jumat. Pagi itu berbeda, karena kami berada pada kelas yang agak berbeda dibandingkan kelas yang biasa kami tempati. Kelas itu panjang, ke arah belakang. Nah,, karena situasi mendukung, banyak mahasiswa yang tidur di bagian belakang kelas [termasuk saya sudah mengantuk, haha]

Sampai Pak Sarwono mengatakan, “Ya, bapak akan bertanya pada mahasiswa yang tidur”

Sebelum itu, Pak Sarwono mengeluarkan pertanyaan yang terdiri dari dua jawaban, tentang kimia, tentunya. Begini aturannya, dua orang akan diberi pertanyaan, satu orang yang melek, sementara satu orang lagi adalah orang yang baru dibangunkan dari tidur. Wah, kalau yang bener yang tidur saya bakal langsung joget nih di depan kelas, pikir saya.

Orang yang ‘melek’ menjawab A, sementara orang yang tidur menjawab B.

Pak Sarwono : “Yak, jawaban yang benar adalah A!”

Yah, kagak jadi joget nih,, haha..

Ternyata ada juga gunanya bangun, kalau yang bener yang tidur, bisa pecah kepala, ternyata kuliah tidak selamanya merusak,, hahaha…