Tulisan Terakhir di Tahun Ini

1 Komentar

Biasanya kalau sedang berada di penghujung tahun, orang-orang akan beramai-ramai membuat sebuah resolusi. Tapi tidak dengan saya, karena agak bingung juga sih kalau diminta bikin resolusi untuk setahun mendatang. Saya bukanlah si perencana, ataupun orang semacam itu. Saya pikir, sebaiknya kita lebih spontan aja, karena mungkin kita bisa merencanakan sesuatu, tapi pasti kita gak akan tau kejadian yang akan terjadi nantinya seperti apa kan? *alibi males bikin resolusi*

Gak usah jauh-jauh ke seluruh tahun 2010, saya punya keinginan untuk dua bulan ke depan :

Yang pertama, saya sudah mempunyai senjata baru untuk mencapai keinginan ini, yakni

adidas f5 !! untuk apa? untuk bertempur di turnamen sepakbola di kampusku. HIAHHH !!! Turnamen ini katanya belum pernah dimenangi oleh jurusanku, semoga di turnamen ini kami bisa menjadi yang terbaik. JUARA !!!

Keinginan yang kedua, adalah mengikuti lomba. Akan saya sampaikan hal penting, seriously, ketika kita kehilangan sense of competition (di bidang apapun), hidup akan terasa kurang terpacu, tanpa gairah. Ngapa-ngapain males. Nah, hal ini bisa membuat kemampuan kita gitu-gitu aja. Kenyataannya menunjukkan bahwa banyak orang punya mulut besar, tapi kemampuannya gitu-gitu aja.

Saya selalu menjadi si mulut besar *hehe*, ya prestasi non-akademik yang terakhir saya raih kira-kira sudah berusia 6 tahun. Sekarang sudah waktunya saya mengikuti lomba kedua dalam hidup saya, dan semoga saya akan jadi yang terbaik. Ini salah satu senjata yang akan saya gunakan.

Tentunya banyak keinginan yang lain untuk dua bulan tersebut, tapi gak lucu juga kalo semuanya dikasih tau, ya kan? Sekarang waktunya pembaca juga untuk membuat sebuah rencana, yang jauh ke depan boleh, atau yang deket-deket aja seperti saya. Bagaimanapun caranya, semoga pembaca bisa mengekspresikan keinginannya di tahun yang mendatang, serta meraih kesuksesan yang didambakan. amin.

See you in following year !

United States of America almost conquer the world

2 Komentar

Bolehlah, amrik disebut sebagai negara adikuasa, karena memang mereka hebat dalam banyak hal. Dimulai dari kekuatan ekonomi yang ditunjukkan oleh wall street, dan banyak korporasinya.. Lalu kekuatan politik di pbb dengan hak veto.. Militer? Lihat saja keberanian mereka saat menginvasi iraq, dua kali! Di sektor olahraga pun mereka gak mau kalah dengan memajukan NBA, baseball, dan american football. Selain itu, tentu saja masih banyak bukti kekuatan USA : baik yang terlihat, maupun yang tidak terlihat.

Saya sendiri tak terlalu ambil pusing dengan itu, selama satu bidang tidak mereka kuasai : sepakbola.

Lagi

Kapan Indonesia bisa ke EURO ?

6 Komentar

Lho? Indonesia kan negara asia?!

 

Saya teringat ketika Saya masih kecil, ada iklan yang menayangkan Dik Doank sedang melamun dan mengucapkan, “ Kapan yaa, indonesia bisa masuk piala dunia? “, saya juga sempat bertanya-tanya mengapa Indonesia yang memiliki 250 juta orang (and counting of course), tidak mempunyai 11 pemain sepakbola yang mampu menembus Piala Dunia. Sebenarnya apa yang salah? Pembinaan kah? Atau memang sepakbola bukanlah gen bangsa Indonesia?

 

Udahlah, Indonesia mah maen bulu tangkis aja, gak usah main bola

 

Sepertinya ‘gen’ tidak bisa dijadikan alasan. Buktinya, kita tahu bahwa untuk pemain berumur 12 tahun dari indonesia memiliki prestasi yang cukup mumpuni, misalnya di danone nations cup.

 

2005 : Peringkat 11 dunia dari 32 negara

 

• The Best Attack Team

Memecahkan gol terbanyak sepanjang sejarah DNC, yaitu sebanyak 24 gol

 

• Top Scorer

Irvin Museng dengan 10 gol, dan karena prestasinya tersebut Irvin dipanggil untuk bergabung dengan AJAX Amsterdam Junior

 

2006 : Peringkat 4 dunia dari 32 negara

 

• The Best Defense Team

hanya kebobolan 1 goal selama World Final        

 

Untuk membuktikan apakah bangsa indonesia mempunyai bakat di bidang sepakbola, saya jalan-jalan (sebenarnya gak sengaja lewat) ke Saparua Dome (plesetan dari Sapporo Dome), tempat yang apabila kering menjadi gurun pasir dan apabila hujan menjadi kolam, untuk menonton anak-anak berusia sekitar 14 tahun bermain bola.

 

Foto-foto :

 

pic-maen-bola

Menurut analisis saya, (pura-pura jadi komentator yang ngerti bola)

 

Pada anak umur 14 tahun, ada beberapa anak yang memiliki teknik menonjol misalnya juggling yang sudah advanced dan kontrol bola yang manis. Tentu saja teknik merupakan hal yang krusial dan anak-anak kita mempunyai hal tersebut , tetapi sayangnya mereka masih belum matang dalam permainan. Misalnya, ketika ada rekannya yang kosong, pemain malah memilih untuk membawa bola sendiri dan akhirnya bola dapat direbut, atau mereka belum mengerti kapan harus menyerang atau bertahan. Padahal, yang membedakan antara pemain kelas satu dan pemain kasta bawah adalah mental pemain.

 

Tentunya kita menyadari perbedaan yang muncul ketika kita melihat permainan timnas indonesia dan timnas kelas dunia. Dalam menyusun permainan, pemain indonesia selalu terlihat ‘rusuh’ dan tidak terstruktur.

 

Dibuang Saja! Salah Pengertian! Maksudnya Baik! Melambung di atas mistar gawang!

Mungkin dari segi teknik kita tidak terlalu kalah, namun kita benar-benar kalah ketika bermain sebagai tim. Nah, ini menandakan kalau pembinaan kita salah pada umur sekitar 14-17 tahun. Seharusnya, pada umur segini, pemain mendapatkan tempaan berupa pertandingan rutin dan taktik, karena pemain telah mempunyai teknik dasar yang baik.

 

Saya tidak punya kekuatan, siapa yang punya kekuatan untuk memaksimalkan pembinaan pada umur tersebut? Yang pasti harapan kita bukan pada Halid.

 

Bakat sudah ada, tinggal poles saja oleh pelatih berkualitas. Ya toh?

Tackle Sinting!!! ‘Horror Tackle’

10 Komentar

Oh My God! Itu reaksi saya ketika melihat tackle ‘horror’ yang menimpa Eduardo da silva, salah satu pemain Arsenal FC.

Agar lebih jelas, mungkin bisa saya tampilkan di sini.

eduardo-injury.jpg

Tentunya, tujuan mulia permainan sepakbola adalah mempersatukan manusia di dunia. Tetapi, ketika melihat tujuan mulia tersebut ‘dihancurkan’ dengan cara ini akibat ulah seorang pemain,, *speechless

taylor-smiling-after-injurying-eduardo.jpg

is he smiling?

i don’t know. However, Eduardo will miss Euro 2008..

*pic from fcfootballblog.com 

Akhirnya AC Milan menang di San Siro

31 Komentar

Sepertinya seluruh perhatian fans AC Milan di dunia, termasuk saya, terpusat pada “si bebek” Alexandre Pato yang baru berusia 18 tahun [seumuran dengan saya]. Ekspektasi fans sangat tinggi terhadap Pato, yang dianggap akan memberikan gairah baru terhadap Milan. Ternyata benar, gairah itu benar-benar sampai di tim Milan. AC Milan yang biasanya ‘melempem’ pada pertandingan di San Siro [tidak pernah menang pada paruh musim pertama], tampil sangat bergairah dan menurut saya, merupakan permainan terbaik Milan di serie A musim ini.

Pada awal permainan, spirit Milan dapat dilihat dari il capitano Paolo Maldini yang rajin maju untuk membantu penyerangan. Terlihat Pato belum dapat begitu menyesuaikan ritme pertandingan dengan Milan, Pato terlihat lebih sering berusaha untuk membawa bola sendirian. [sehingga sering terpeleset, hihi..].

Sampai akhirnya Ronaldo melesakkan dua gol, ditambah gol Seedorf dan Kaka, Pato dapat mencetak gol melalui sebuah penyelesaian yang manis dari umpan jauh Favalli. Kalau terus seperti ini, hmm… Milan akan masuk zona champions nih!