Menyontek di sekolah…

11 Komentar

Cheating at School

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh salah satu situs favorit saya Gamefaqs, ternyata pengguna internet di dunia cukup jujur, hahaha…

Bukan, bukan itu poinnya. Ternyata kecenderungan untuk menyontekitu sangat-sangatlah besar. Berdasarkan polling, ternyata sekitar 75% orang sudah pernah menyontek. Dan sekitar 90% orang tergoda untuk menyontek..

Nah, berdasarkan tulisan di kampusku,

Menyontek dan Menitip Absen adalah benih-benih korupsi

Menyontek udah [dulu, di kampus sih enggak], Nitip Absen sering [nah ini dia kegemaran saya]. Benarkah saya akan menjadi koruptor?

Belum tentu. Jawabannya adalah tergantung kepada sistem yang diterapkan.

Sewaktu saya SMA, sistem yang ada sangat memungkinkan saya untuk menyontek, juga menitip absen. Guru yang tidak kompeten, serta sistem absensi yang lemah, serta banyak faktor lain menyebabkan hal-hal tadi. Selain itu, pada saat SMA, kecenderungan untuk bersenang-senang semaking banyak karena raging hormon, berdampak pada kemalasan belajar hingga akhirnya menyontek dan menitip absen.

Kuliah? Di kampusku, sistem ujiannya cukup bagus, sehingga kemungkinan untuk menyontek sangat sulit. Nah, sayang sistem absensinya masih lemah [pada beberapa dosen.]

Nah, jadi sangatlah sulit untuk memberantas korupsi jika kita hanya meninjau pemimpin atau pihak-pihak tertentu. Hal ini disebabkan oleh godaan akan selalu datang pada orang yang mempunyai kekuasaan. Lambat laun, orang yang mempunyai kekuasaan akan tergoda juga.

Timbul lagi pertanyaan, Bagaimana menciptakan sistem anti korupsi?

yah, minimal agar tidak seperti negeriku deh,,

[Tips SPMB SNMPTN UMPTN] Ketika ‘si malas’ datang

20 Komentar

Sebagai follow-up dari tulisan saya sebelumnya Tips menghadapi SPMB, saya kembali menulis tips untuk teman-teman yang akan menghadapi SPMB.

Tentunya pembaca pernah mengalami hal seperti ini : Ketika sedang belajar, tiba-tiba muncul rasa malas. Ingin rasanya tiduran sebentar di kasur/sofa sambil menonton TV untuk istirahat. Sebenarnya hal ini manusiawi. Tetapi, kalau belajar belum lima menit sudah mau istirahat? Itu malas. Nah, ini dia kesalahan nomor satu.

1. 1. Jangan pernah belajar di tempat yang banyak gangguannya.

Jauhilah benda yang disebut sebagai TV, radio, kasur, tempat tidur dan sofa. Biasakan untuk belajar menggunakan meja belajar, ditunjang dengan suasana yang nyaman untuk belajar [beberapa orang nyaman untuk belajar di keadaan hening, namun ada yang efektif dengan musik klasik dll.], sehingga rasa malas pun sulit untuk datang. Contoh cara belajar yang bagus, yakni Yagami Light dari komik Death Note.

2. 2. Gunakan break, waktu istirahat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa daya konsentrasi maksimum manusia hanya bisa dipertahankan selama 16 menit. Setelah itu, daya konsentrasi manusia akan berkurang. Oleh karena itu, saya sarankan untuk melakukan break, bisa dengan musik, minum, ataupun peregangan. Jauhi TV ya, apalagi tempat tidur. Saya sarankan, break dilakukan setiap 40 menit belajar.

3. 3. Ketika malas sudah tidak bisa ditahan?

Ketika kepala kamu sudah benar-benar akan meledak, pikiranmu berteriak, itu pertanda kamu harus memanjakan pikiran kamu. Lakukan kegiatan favorit kamu, misalnya main bola, istirahatlah untuk satu hari. Bermain game boleh, tetapi jangan yang adiktif [jauhi dota dan mmorpg, hahaha…]. Toh, waktu kamu masih banyak kan? [apa yakin masih banyak?]

4. 4. Kalau malas terus?

Berubah dong. Ada banyak cara untuk menyiasati kemalasan. Salah satunya adalah dengan menggunakan ‘teori 5 menit’. Mulailah, paksa diri kamu untuk belajar 5 menit saja. Kalau mau terus, syukur… kalau mau berhenti juga tidak apa-apa. Tapi, kebanyakan orang cenderung untuk terus belajar.

Baby’s guide :

Sebenarnya, rasa malas dialami oleh semua orang. Ada orang yang bisa menyiasati kemalasan tersebut, namun ada orang yang terus terbuai oleh kemalasannya sendiri. Beberapa cara untuk menyiasati kemalasan :

  1. Ciptakan situasi lingkungan yang nyaman
  2. Pakai meja belajar!
  3. Jauhi TV, tempat tidur
  4. Istirahat, 5-7 menit setiap 40 menit

Tulisan yang satu tema :

Buku Strategi lulus SNMPTN SPMB UMPTN

Tips-tips menghadapi SMPB..

Ceritaku tentangku di SPMB

[If] School is fun, why take a holiday?

7 Komentar

Prologue

“Saya tidak tahu bagaimana saya tampak pada dunia; tetapi bagi saya sendiri saya nampaknya hanyalah seperti seorang anak laki-laki yang bermain-main di pantai dan mengalihkan diri sendiri sekarang dan kemudian menemukan koral yang lebih halus atau karang yang lebih indah daripada yang biasa, sementara samudera besar dari kebenaran semuanya terbentang di hadapan saya tak terungkapkan.”

Isaac Newton, yang pada saat remajanya bosan sekolah, lebih suka bermain layangan, roda air, jam, ataupun alat lainnya. Untung aja pamannya mengenali bakat luar biasanya, lalu ia disekolahkan di Universitas Cambridge. Selanjutnya? Cari tau sendiri yah, saya tidak akan membahas hal ini.

[sebenarnya cerita di atas tidak ada korelasinya dengan tulisan berikutnya]

Isi

Jadi inget commentnya Pak Budi Rahardjo di post [Akhirnya] Bolos Lagi.

If School is fun, why take a holiday?

Nah, dalam kehidupan saya sendiri, ‘if’ dalam kalimat tersebut cuma bener-bener bisa jadi ‘if’. Faktanya, kapan yah sekolah menyenangkan? Bentar-bentar. Ah iya!

· Ketika guru enggak ada, terus bisa main dan ngobrol dan jalan-jalan dan ‘mengeceng’.

· Ada guru yang seru, cerita hal yang seru!

· Pentas Seni, Bazaar, Festival dan ada turnamen antar kelas [nonkurikuler]

Bentar lagi. Seharusnya di sekolah, apa yang kita lakukan sih?

· Tidak ada guru, belajar dong…

· Utamakan studi, kurikuler hanya sebagai penunjang

Kalau seperti itu, akan terjadi konflik antara membuat sekolah menjadi menyenangkan dengan keadaan sekolah yang tidak akan pernah yang kurang menyenangkan. Kesan sekolah itu bosan, lalu nyontek, kemudian tawuran. Di sisi lain, passion untuk belajar di sekolah, rasanya udah gugur oleh game, pacaran, dll. [walaupun tentunya ada orang yang benar-benar tekun sekolah, saya taksir sekitar 10% dari populasi pelajar].

Selanjutnya saya akan bertanya, bagaimana membuat sekolah menjadi menyenangkan? Saya pikir sih dengan :

Passion siswa harus dibangkitkan. How? Dengan membuat sistem [guru] yang menarik minat siswa terhadap pelajaran. Duh, berarti gurunya juga harus punya passion, harus terlatih, harus nambah gaji. Duit masalahnya.

Hilangkan budaya ‘IPA’. Entah kenapa orang tua di Indonesia cenderung ‘memaksa’ anaknya untuk masuk jurusan IPA. Kan pusing.. Tidak setiap orang dibekali kecerdasan intelektual yang mumpuni. Kalau otaknya otak ‘IPS’, namun dimasukkan ke ‘IPA’, seperti menyuruh pele menjadi pemain golf. Gak nyambung kan? Daripada memble di IPA, lebih baik jadi raja di ilmu sosial kan? Di sini, budaya masalahnya.

Kurangi beban belajar yang terlalu besar. Di tanah kelahiran saya, Perancis, yang namanya lulusan SD itu bisanya hanya pertambahan, pengurangan, dll. Waw, kalau di Indonesia hebat banget bo! Udah bisa perkalian, pembagian, KPK, FPB, luas, volum, dll. Kalau beban belajar menumpuk, sekolah tidak menyenangkan. Coba bangun dasar yang kuat terlebih dahulu, jangan luluskan siswa secara ‘prematur’, yakni dengan kemampuan akademik tinggi, namun hanya cekokan. Coba kita lihat, Indonesia banyak menghasilkan siswa yang mampu mendapatkan medali emas olimpiade sains internasional, namun kalau kita lihat dari segi inovasi? Belum ada yang ‘dahsyat’. [Saya benci bimbel yang menggeser makna pembelajaran, hehe tapi saya suka menawarkan diri untuk mengawas, demi penghasilan tambahan 😀 ] Di sini, kurikulum masalahnya.

Dan banyak cara lain untuk membuat sekolah menjadi ‘agak’ menyenangkan. Sebenarnya banyak metode pembelajaran yang dianggap dapat mengembangkan kecerdasan siswa secara tepat, plus menyenangkan, misalnya : quantum learning, accelerated learning, dll. [Saya udah baca kedua buku tersebut] Tapi, seandainya semua hal di atas berhasil diterapkan, apakah sekolah akan benar-benar menyenangkan? Saya ragu.

Oh iya, ada komentar yang menggelitik saya dari salah seorang guru saya [dalam bahasa inggris], saya suka komentar ini, karena realistis.

“The process of study is painful. If you are not ready to feel the pain, do not study. But, If you are not take any study, you will get nothing. Get nothing? Go to hell!”

Epilogue

Nampaknya memang sulit untuk membuat sekolah menyenangkan. Karena proses pembelajaran yang saya alami hingga saat ini, sangat mengandung sedikit makna kegembiraan. Yah, jadi aja saya ganti kalimat pertanyaan di atas jadi If conditional type III.

If school had been fun, I would not have taken a holiday [School is not fun, so I take a holiday].

Nah, sekarang, siapa yang setuju sekolah itu menyenangkan?

Tes Kepribadian Ala Pelajar

12 Komentar

“The true test of character is how to act, not when you’re know about something, but when you do not know anything about it”. Setuju kan? Lha terus hubungannya apaan? Gini, kemaren ceritanya kampusku mengadakan UTS [Ujian Tengah Semester]. Setelah ujian berakhir, muncul kecerdasan keisengan saya, dengan mengajukan pertanyaan :

“Eh, tadi kamu soal yang kerucut itu jawabannya berapa ?”

[Keadaan sebenarnya hanya ada enam soal, setiap ada yang menjawab, saya bilang itu soal nomer tujuh. Dengan harapan melihat apa reaksi orang, apakah akan panik atau kalem-kalem aja]

Subjek penelitiannya ada beberapa orang :

Pertama orang jawa tulen [saya terjemahin ke bahasa indonesia]

Respon : “Hah? Masa iya??? memangnya ada?”
Me : “Iyah di baliknya, di lembar belakang, soal nomer tujuh…”
[mukanya jadi rada pucat, rada tegang, terus dateng temenku memperparah situasi]
Friend : Ohh, itu saya lima per dua phi.
[mukanya korban makin mengkhawatirkan, hehe]
>>> Akhirnya, saya kasian juga, setelah dikasih tau kalau dia dijailin, udah bisa ketawa2 lagi…

Kedua, orang padang,

Respon : [Malah senyum2 aja]
Me : Lha, isinya berapa ?
Friend : saya lima per dua phi, kamu berapa?
Respon : Wah, bener? [masih senyum-senyum]
[Sialnya ada temen lewat bawa lembar soalnya, ketauan deh boong, wah kena bogem juga sayah…]

Selanjutnya orang banten, wah dia udah tau saya boong… Jadi gak seru.

Selanjutnya, orang china keturunan, pinter orangnya..
responnya bagus : Enggak kok, cuman ada enam nomer. [Dengan confidence, dan langsung pergi.]

* lucu juga liat reaksinya, mungkin asal daerah bisa menggambarkan kepribadian yah?

GARINGAN PELAJAR PALING GARING SEPANJANG MASA

8 Komentar

Waktu itu masih SMA, seperti biasanya, ya… saya menghabiskan waktu di sekolah sebagai sampah masyarakat. Banyak hal-hal bodoh yang kami bicarakan, tapi ada salah satu pembicaraan yang belum tidak bisa saya lupakan hingga saat ini. Ketika itu, kami sedang bermain tebak-tebakan “belajar” bahasa indonesia dan teman saya mengajukan pertanyaan

Salmin : Weh, susun nih empat kata berikut, menjadi kalimat yang bermakna

  • rumah
  • tidur
  • tukang
  • minum

Sesuai hukum permutasi, maka peluang jawaban hanya akan berjumlah 4!, yakni 4 x 3 x 2 x 1 = 24 buah.. Sepertinya waktu itu udah semua kombinasi dicoba, tapi gak ada yang bener.. Akhirnya anak-anak pun menyerah.

Salmin : Jawabannya, Rumah tukang tidur
Anak2 : Ha?!? [Memandangi satu sama lain]

Sampai akhirnya ada yang nyeletuk,

Omar : Lho, minumnya mana??
Salmin : Teh botol sosro, wakaka…
Anak2 : Huuuu!!!!

Akhirnya si Salmin dijitakin anak-anak [ Hiperbola ]

Ada yang punya garingan lebih dahsyat???

Tips-tips menghadapi SMPB.. SNMPTN.. UMPTN

95 Komentar

Yah, sekarang banyak orang yang kaget dengan raihan saya : diterima di STEI-ITB. Biasa, mungkin, bagi sebagian orang. Tapi ada yang memuji, ada yang ngejitakin, dll. Wajar aja sih kaget, lha wong kalo di kelas kerjaannya maen, ngupil, kalo ada tugas nyuruh asisten ngerjain (hehe maaf ya mama),..
Rangking paling gede juga yah di kelas mungkin belasan. Hmm, jadi dengan ini :

Yah, hidup Malas!!!

Hehe, enggak atuh, becanda.. Sekarang saya mau bagi2 bocoran nih, tips SPMB dari seorang yang masuk STEI-ITB. [Bukan hoki, terbukti dari hasil TO yang rata-rata dapet 5 besar..] Bagi yang mau SPMB, atau yang masi 2 ampe 3 tahun lagi SPMBnya,..
Yang uda kuliah, jangan dibanting komputernya,..

Ngerasa udah belajar, tapi gak pinter-pinter, atau buku seperti ibu yang bisa meninabobokanmu dalam sekejap? SPMB tuh dunia yang berbeda dengan sekolah. Banyak kan, cerita orang2 yang superior di sekolah, namun bablas pas SPMB,, atau orang yang tukang ngupil (seperti saya), bisa ngelampauin orang2 yang di sekolah dapet peringkat satu?

Nah, kuncinya tu persiapan. Kamu gak harus rajin (gak perlu belajar setiap saat, cukup belajar di waktu dan keadaan yang tepat), ataupun jadi mutan yang belajar 12 jam sehari (HAAH?!?!), yang penting kamu udah sadar akan masa depan kamu,, kecuali kamu bisa menyaingi kekayaan ama keberuntungannya Paris Hilton, hahaha… Sadar, kamu tuh mau ngelanjutin kuliah apa enggak? Kalo mau, ke mana, kalo enggak ya pindah situs aja ke situs “lucu2″ mas, hehe.. Tapi bayangin penderitaannya kalau kamu gagal.

Ke elektro (a.k.a. STEI-ITB) kayak saya yah, minimal enam bulan sebelum SPMB deh kamu dah sadar.. Kerjaan saya tu ye, sebelum kelas 3 SMA yah, HarDoLinRe (Dahar, Modol, Ulin, Sare), di kelas kagak merhatiin guru, hehe kelas 3 juga masih sering tidur sih, belajar juga kagak bener.. Ah, di sekolah mah seneng-seneng aja coy..

Dan saya punya saran dan tips yang paling mumpuni yang uda diwariskan turun-temurun (hehe gak ding becanda lagi), yaitu :

Belajar,..

Hah?!? gak salah tuh? itu kan standar?!? yah tapi kamu harus tau gak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, semua barang punya harganya dan kamu harus pilah-pilah antara yang penting dan sering keluar, jangan sampai belajar yang tidak pernah keluar di SPMB. Baca statistik soal-soal SPMB dan pelajari konsepnya.

Cukup Belajar efektif ( Baca buku Quantum Learning, dan 7 Habits of Highly Effective Teens,, percaya deh itu lumayan ngebantu, untuk dapetin motivasi dan cara untuk belajar, kalau kamu gak sadar2 juga..) soal2 SPMB 10 tahun yang lalu, insya Allah, kemampuanmu dalam SPMB bakal mumpuni,.. Walaupun kamu di sekolah HarDoLinRe!!!

Jangan, jangan nyontek,…

Yah, ntu penyakit yang udah mengakar daging deh di dunia pendidikan kita, cuman, percaya deh, perlahan2 ntu bakal nguras kebaikan hati kita, dan akhirnya kita bakalan jadi bangsa yang terbelakang, kaya sekarang ini, gak ada inovasi handal, karena kita udah biasa ama yang namanya nyontek,.. So, please stop nyontek ( yah, terutama untuk pejuang2 SPMB, mau nyontek ke mana, hayoo?? )

Percaya deh, selamat mencoba !!!

*And remember this : the only way being smart in this fuc**** boring academic world is study, study and study

Baby’s Guide :

1. Tentukan dulu bro, kamu mau kuliah di jurusan apa [ perhitungkan prospeknya, kamu suka atau engga : Jangan sampai kamu nyesel cuman gara-gara keputusan yang kamu ambil saat berusia 17 tahun ]
2. Data dulu materi pelajaran yang keluar di SPMB, yang kamu suka, pelajari. Gak suka, buang aja.. Gak suka semua?? Gak usah ikut SPMB bro..
3. Set target dengan melakukan ujian [ misalnya dengan Try Out ].. Nilai jelek? gapapa [ TO pertama saya, pas masih kelas 3 awal masih 36,xx tapi pas TO terakhir 73,xx ] asal enggak nyontek.. Tapi usahakan peringkat kamu bagus di TO [ waktu itu peringkat belasan ].. Makanya saya sarankan ikut bimbingan belajar, karena setiap murid butuh bimbingan : Arthur pada Merlin ; Anakin Skywalker pada Obi-Wan Kenobi ; murid? ya guru lah…
4.Ganti semua cara belajar kamu yang gak efektif [ hentikan kebiasaan belajar sambil tiduran dan kalau belajar, berpikir! jangan mengawang-awang ]. Makanya saya sarankan baca buku Quantum Learning..
5. Review apa yang diujiankan, setiap yang salah kamu tinjau lagi sampai bisa [ misalnya kamu salah bab elektromagnetik, baca lagi ampe mantep ]
6. Catat peningkatan / penurunan dari setiap try out dan sebab-sebabnya, tinjau lagi pelajaran yang belum bisa.
7. Kamu akan melihat progress kamu, naik. Jangan harap bisa langsung naik banyak, tak apa-apa naik sedikit-sedikit, asalkan steady.

* Sebaiknya mata pelajaran yang kamu unggulkan itu matdas dalam hari pertama, karena matematika itu absolutely right.. Setelah itu, bahasa inggris via grammar dan close procedure [ textnya masih banyak perbedaan penafsiran ]. Bahasa Indonesia? Perdalam EYD aja.. Kalau text pasti banyak yang beda.
* Hari kedua hmm, kimia? kamu harus bisa. Itu paling mudah, tahun 2007 paling mudah dibandingkan 10 tahun terakhir. Yang lainnya, terserah kamu. Kamu pilih untuk melengkapi hari pertama. Yang penting, kamu nyampe nilai ekspektasi kamu [ Saya sarankan 60++ ]..

Link ke tema yang sama :

Buku Strategi lulus SNMPTN SPMB UMPTN

Ceritaku tentangku di SPMB

tips SPMB part 2 : ketika malas datang

T. Elektro vs T.Informatika

6 Komentar

Pengumuman SPMB udah keluar.. Saya diterima di STEI-ITB [ Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – ITB ], sekedar info aja, saya bagi-bagi info tentang fakultas ini bagi pembaca yang mungkin tahun ini akan mengikuti SPMB ataupun USM..Teknik Elektro

Pendidikan Teknik Elektro adalah suatu disiplin keilmuan Rekayasa yang mempelajari, meneliti dan mengembangkan pembangkitan, pengolahan energi dan informasi serta pemanfaatannya dengan cara yang benar dan ekonomis dalam kontribusi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Nah ternyata di ITB masih dibagi jadi enam jalur pilihan, yakni :

  • Teknik Elektronika
  • Teknik Kendali Cerdas
  • Teknik Biomedika
  • Teknik Tenaga / Energi Listrik
  • Teknik Telekomunikasi
  • Teknik Komputer

Kalau kamu suka banget sama dunia listrik, fisika dan sedikit [ tapi sebenernya banyak ] matematika, this is place for you..

Referensi lain :

Teknik Informatika

Jalur Kerja >> Software Engineer, Database Engineer, Computer Networking, System Integrator, System Auditor, System Programmer, System Analyst, Web Master dan Web Administrator, dll.

Informatika adalah kumpulan disiplin sains dan rekayasa yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta berlambang (data atau informasi) dengan menggunakan fasilitas mesin otomatika (komputer). Dalam melaksanakan transformasi atau pengolahan fakta berlambang terdapat faktor kerumitan logika dan sistematika, yang pada tingkat tertinggi akan menyamai tingkat kerumitan proses berpikir manusia. Jika tingkat tersebut telah dicapai berarti akan ada mesin yang mampu melakukan semua yang dapat dilakukan oleh manusia. Oleh karenanya ciri yang paling dominan dari informatika adalah logika dan sistematika.

Nah loo, kalau kamu memang suka jeroannya komputer [ coding ] plus jago dalam urusan matematika, terutama logika kamu yang super kuat, jurusan ini cocok buat kamu..

Referensi lain :

STEI-ITB

Tapi kalau kamu orang yang cerdas namun males sehingga nilai sekolah kamu gak bagus, ya saya sarankan masuk STAN ^_*’ hehe peace..

Older Entries