Motto Hidup

2 Komentar

Motto hidup, udah pada punya belom? Atau bahkan ada yang belum begitu ‘ngeh’ dengan apa yang disebut motto?

Kalau di-Indonesiakan, maka motto berarti semboyan :  perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup)

Saya sendiri sejauh ini selalu menggunakan motto : kita gak punya apa-apa di dunia ini, jadi ikhlasin aja segalanya. Terserah pada kita untuk menjadi yang terbaik ataupun terburuk.

Kata-kata ini terus-menerus mengiang-ngiang di kepala saya setiap hari. Akibatnya, ternyata tiap hari saya berhasil hidup dengan ikhlas. Dapet nilai bagus, ikhlas… jelek juga ikhlas… Serasa semua beban di pundak ini dapat hilang.. Nah, pada awalnya memang terasa keren banget nih menggunakan motto hidup semacam ini. Tapi, lama kelamaan makin kerasa jeleknya ini motto.

Misalnya, besok ujian : ” ah, ikhlasin aja, materi banyak banget, waktu cuma sedikit. Mending tidur aja. ”

( dan saya tidur dengan tenangnya )

Besok paginya, saya bangun dan mendapati diri belum mengerti apa-apa, kemudian dengan ‘ikhlasnya’ mengikuti salah satu ujian di kampusku. Melihat soal ujian, ada dua nomor. Meskipun gak ngerti cara ngejawabnya, saya masih bisa ikhlas : “ah, untung ujiannya open book”. Dengan ikhlasnya saya buka buku, dan ternyata dua soal tersebut tetep aja gak bisa dikerjain,

Di saat itu, semacam ‘wahyu’ seperti turun ke saya seketika. Saya mendapati ikhlas yang saya terapkan beberapa waktu ke belakang bukanlah ikhlas, tapi malas dan santai ! Hal ini harus diubah !

Sekarang, saya sedang menjalankan misi dari Tuhan untuk memperbaiki diri sendiri *lebay* . Ya, dimulai dari motto hidup dulu deh, yang sekiranya di kemudian hari bakalan terus mengiang-ngiang di kepala ini. Hmm… apa ya? Nanti deh di launching kalau udah kepikiran.

sekarang nanya dulu aja deh, apa motto hidup pembaca sekalian? *masih ada yang baca kan? hehe*

Iklan

Motto

3 Komentar

“ Don’t be evil “

Google’s Motto

 

Sewaktu bertukar buku perkenalan (dalam semacam acara ospek) di kampusku, saya melihat adanya permintaan untuk menuliskan sebuah motto. Muncul pertanyaan di benakku, “ Motto itu adalah aturan yang dipakai untuk hidup, hmm apa ya mottoku, yang membuatku mempunyai aturan dan batasan dalam hidup? “.

 

Namun, si pikiran bilang lagi, “ Ah, seberapa penting sih motto? Apakah moto harus terus dikumandangkan dalam hati setiap hari? Setiap saat? Masa iya motto harus sama terus.. “

 

Akhirnya Saya menuliskan motto yang berbeda-beda setiap kali bertukar buku perkenalan. Alih-alih menuliskan banyak motto yang bagus, saya malah menulis berbagai motto asal-asalan. Saya mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan memiliki motto tidak baik. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk membuat suatu motto hidup yang dapat saya pakai sebagai pedoman hidup.

 

Lihat-lihat dari buku perkenalan, ternyata motto yang dituliskan oleh teman-teman saya juga kebanyakan ngasal (berhubung ada tuntutan kuantitas dari panitia).

 

Saya coba melihat sumber lain, akhirnya saya melihat bahwa motto google pun sangat sederhana :

 

“Don’t be evil”

 

Lalu, saya pun berujar : “ Hei, ayolah, motto teman saya juga lebih bagus dari motto kalian! “

 

Namun, sesaat itu pula saya langsung berpikir,

 

Don’t be evil, don’t be evil. Jangan jahat, jangan jahat. Orang jahat tidak berbagi, tamak, dan rakus. Berarti, orang baik merupakan kebalikan dari orang jahat. Dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jahat adalah orang yang dapat berbagi banyak hal. Dalam hal ini, google adalah search engine yang dapat berbagi banyak hal yang berguna bagi manusia.

 

Berarti google menjalankan motto mereka, don’t be evil.

 

Jawabannya pun saya temukan : dalam membuat motto tidak diperlukan kalimat yang dahsyat ataupun spektakuler. Hal yang penting dalam membuat motto adalah keberanian kita untuk menjalani motto tersebut.

 

Akhirnya saya kembali membuka buku perkenalan, dan melihat motto teman-teman saya. Bagus juga.