What A Weekend

Tinggalkan komentar

Akhir minggu ini bener-bener mantap (buat saya). Jadwal pertandingan bolanya bener-bener gila.

Malam ini ada Manchester United vs Arsenal, dilanjutkan Derby Della Madonina, Milan vs Inter. Harus tidur dulu nih, hehe. Kabarnya, dua-duanya disiarin TV Lokal : Liga Inggris di TVOne jam 23.15, sementara Liga Italia di Global TV jam 01.45.

Hmm.. Gimana ya kabar La Liga?

Performa Gourcuff

2 Komentar

Mungkin buat para milanisti, nama Yoann Gourcuff udah ga asing lagi, ya kan? Pemain yang performanya bagus waktu main di Rennes ini gagal bersaing di tim utama milan dua musim kemaren. Akhirnya, pemain ini malah dijual.

Ya, gak heran juga sih kalau manajemen milan milih opsi buat minjemin dia, wong dari segi permainan sendiri, (waktu main di milan) Gourcuff kelihatan kikuk, gak pede, gak seperti waktu main di Rennes. Yah, saya sebagai penonton yang berharap bisa melihat zidane di pemain ini (yang katanya disebut sebagai new zidane) rada kecewa juga ngelihat performanya.

Sampai akhirnya saya melihat dua pertandingan terakhir timnas perancis, pada saat itu performa gourcuff bener-bener beda pas dia main di milan. Gerakannya lebih lincah dan kelihatan lebih pede. Malah, di pertandingan terakhirnya (pas lawan rumania), gourcuff bikin satu assist dan satu gol yang bagus.

Nah, pertanyaannya, apa sih yang ngebuat performa pemain tuh bisa beda-beda di tim yang
beda juga? Apakah milan emang tim yang bikin pemain loyo gara-gara banyak orang tuanya? Atau pelatihnya yang nerapin taktik yang beda? Atau spirit ngebela timnas?

moga-moga aja opsi milan minjemin gourcuff bisa bikin dia lebih pede, sehingga bisa main lebih optimal di milan. Tapi, akhir-akhir ini lagi santer berita milan mau jual gourcuff, ditukar dengan daniel agger dari liverpool.

menarik untuk ditunggu

Paloschi, Siapa Gerangan?

Tinggalkan komentar

Goal! Paloschi

Sudah saatnya untuk mengakhiri era “generasi tua” di AC milan. AC Milan butuh suntikan darah-darah muda, untuk menaikkan gairah tim milan. Alexandre Pato sudah mendatangkan gairah itu, namun pada pertandingan melawan siena kemarin dia tidak bisa bermain karena cedera. Hal ini diperparah karena Kaka juga tidak dapat bermain karena cedera lutut.

Setelah menyaksikan laga babak pertama, saya yakin milan tidak mampu menang pada laga ini, sampai diturunkannya Alberto ‘Palo’ Paloschi [43].

Terbukti, pemain muda milan, Alberto Paloschi dapat memecahkan kebuntuan milan, saat melawan siena, dengan gol melalui sentuhan pertama saat dia baru 18 detik memasuki lapangan.

Alberto Paloschi lahir pada 4 Januari 1990 di Chiari, Italia. Berarti, baru berumur 18 tahun. Hebatnya, Paloschi mencetak gol di debutnya di coppa italia, sewaktu melawan Catania. Pada leg kedua coppa italia tersebut, Paloschi lagi-lagi mencetak gol keduanya bagi milan.

“When I scored I blacked out, I only saw the arms of the fans going up behind the goal and I didn’t know what to do anymore. It was a good goal, Inzaghi told me he tried to stop Loria with his body to allow me to score. Sincerely I did not expect to come on the pitch so quickly, I thought I would play in the last five minutes, it’s a great feeling and I still can’t believe it happened.
I knew on Monday morning that I had to leave the Viareggio Tournament which I was playing with the Primavera, but even though I missed an important tournament like Viareggio I was happy to have an opportunity to train with the first team, which is always great.
My model as a player is Inzaghi and it was nice to play alongside him. I always listen to his advice about what food to eat and once in a while I stop to watch him during trainings to see how he moves and learn from him. Before the match against Catania in the Coppa Italia he gave me some pointers as to how to behave on the pitch.
I have been coached by Evani who was an important coach for me, because he taught me many things both on the technical aspect and the behavioural one.”

Alberto Paloschi

Sampai saat itu perhatian kita masih tertuju pada kedatangan “si bebek” Alexandre Pato. Ternyata masih banyak bakat di milan, salah satunya dari tim primavera.

Haha, ditunggu lagi deh bakat-bakat sepakbola lainnya di milan!

*gambar dari acmilan.it

Akhirnya AC Milan menang di San Siro

31 Komentar

Sepertinya seluruh perhatian fans AC Milan di dunia, termasuk saya, terpusat pada “si bebek” Alexandre Pato yang baru berusia 18 tahun [seumuran dengan saya]. Ekspektasi fans sangat tinggi terhadap Pato, yang dianggap akan memberikan gairah baru terhadap Milan. Ternyata benar, gairah itu benar-benar sampai di tim Milan. AC Milan yang biasanya ‘melempem’ pada pertandingan di San Siro [tidak pernah menang pada paruh musim pertama], tampil sangat bergairah dan menurut saya, merupakan permainan terbaik Milan di serie A musim ini.

Pada awal permainan, spirit Milan dapat dilihat dari il capitano Paolo Maldini yang rajin maju untuk membantu penyerangan. Terlihat Pato belum dapat begitu menyesuaikan ritme pertandingan dengan Milan, Pato terlihat lebih sering berusaha untuk membawa bola sendirian. [sehingga sering terpeleset, hihi..].

Sampai akhirnya Ronaldo melesakkan dua gol, ditambah gol Seedorf dan Kaka, Pato dapat mencetak gol melalui sebuah penyelesaian yang manis dari umpan jauh Favalli. Kalau terus seperti ini, hmm… Milan akan masuk zona champions nih!