Pentingnya Angka dalam Engineering

5 Komentar

 

Angka

Kehidupan engineers penuh angka. Engineers cenderung untuk membuat sesuatu dalam bentuk model matematika, yang juga dalam angka. Nah, tentunya dalam menulis angka serta mengomunikasikannya, harus terdapat suatu notasi standar yang disetujui secara internasional.

Begini cara penulisan yang disetujui : tiga angka berurutan dipisahkan dengan spasi, dan angka desimal [lebih kecil dari satu] ditulis dengan menggunakan titik. [bandingkan dengan kita yang umumnya menggunakan titik untuk setiap tiga angka dan koma untuk angka desimal]. Misalnya : 7 400.5 [tujuh ribu empat ratus koma lima]

Tapi kalau banyak angka di belakang nol? Nah kita bisa menggunakan notasi scientific.

Misal : tetapan avogadro = 6.0221367 x 1023

Analisis Kesalahan Pengukuran [Simple Error Analysis]

 

Misalnya kita mengukur benda dengan penggaris. Tentunya kita dapat dengan sangat mudah untuk memberikan suatu nilai. Tetapi apakah nilai yang kita berikan itu benar-benar pasti? Tentunya tidak. Akan ada kesalahan dalam pengukuran, yang disebut dengan ketidakpastian. Mungkin saja kita dapat menggunakan alat ukur yang lebih akurat, misalnya jangka sorong atau milimeter sekrup. Alat-alat tersebut tetap saja akan menghasilkan ketidakpastian. Yah, mungkin kalau hanya benda-benda kecil tidak akan terasa terlalu penting, namun apabila kita mengukur sesuatu yang membutuhkan ketelitian tinggi [misalnya microchip] kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

 

Ketika kita mengukur sesuatu, muncul berbagai masalah. Misalnya :

 

Akurasi : Seberapa banyak sih angka yang didapatkan yang benar, bebas dari kesalahan?

 

Presisi : Seberapa banyak jawaban yang didapatkan sama?

 

Kesalahan Acak : Ketika kita mengukur benda berulang-ulang, sangat mungkin untuk mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Bisa saja sudut pandang kita berubah, atau acuan yang berubah menyebabkan hasil pengukuran berubah-ubah.

 

Kesalahan Sistematik : Pengukuran yang dasarnya salah. Misalnya dalam pengukuran tekanan udara menggunakan barometer, tentunya ada pengaruh suhu dan ketinggian yang membuat pengukuran menjadi tidak akurat. Untuk memperbaiki kesalahan ini, kita dapat menggunakan faktor koreksi.

 

Ketidakpastian : Hasil dari pengukuran yang memiliki kesalahan acak, kurang presisi. Dapat ditulis menggunakan dalam perbandingan ataupun persentase.

 

Kesalahan : Perbedaan antara hasil yang didapatkan dengan jawaban yang sesungguhnya.

 

Angka Penting [Significant Figure]

 

Dalam menulis angka laporan, angka penting yang kita gunakan bergantung pada sebaik apa kita mengetahui angka tersebut. Untuk sebuah angka perkiraan, cukup satu atau dua angka penting, namun untuk alat yang akurat kita bisa mencantumkan sampai banyak angka penting. Angka tersebut haruslah akurat, walaupun mungkin saja memiliki kesalahan.

 

Jangan lupa dalam pembulatan angka [0-4 abaikan,5-9 bulatkan ke atas], kita hanya membulatkan suatu angka yang merupakan hasil akhir. Jika kita membulatkan angka dalam suatu proses, akan muncul suatu error, yakni kesalahan pembulatan.

 

That’s all about numbers in engineering

 

Bingung? Seru? Gak Penting?

 

*again, tugas dari mata kuliah Konsep Teknologi, dosen Pak Budi Rahardjo.

Metode Penyelesaian Masalah ala Engineers + EDB

5 Komentar

Biasanya engineers punya masalah yang tiada henti datangnya. Kalau engineers mau menyelesaikan masalah, harus mengikuti ‘prosedur’ secara berurutan. Dari permulaan yang umum, hingga kesimpulan yang khusus…

Gambar

Langkah pertama, jelas identifikasi masalah…
Misalnya, kenapa saya tambah kurus yah?

Langkah kedua, Sintesis…
Ini merupakan proses kreatif, menggabungkan beberapa bagian menjadi suatu kesatuan yang padu…
Misalnya, ternyata selain puasa, saya terlalu rajin tadarus
sampai-sampai lupa makan [ciee…]

Langkah ketiga, Analisis…
Ini dia bagian yang membutuhkan banyak waktu, tenaga
dan pikiran. Di sini, suatu bagian yang besar dipecah-pecah, dan dibuat model matematikanya secara logis!
Mungkin gini kali yah,

Puasa –> Laper [jika puasa maka laper]
Laper –> Kurus [jika laper maka kurus]

Langkah keempat, Aplikasi…
Informasi yang berguna digunakan untuk masalah yang ada…
Supaya gak laper ? Makan! [Berarti kalau makan gak akan kurus]

Langkah kelima, Komprehensi…
Data benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah…

SOLUSI : Makan atuh…

Sekarang, ada bonusnya : Estimasi Diameter Bulan [EDB]

Konsep :
– kesebandingan segitiga
– pemantulan sempurna pada cermin datar

Step :
– yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
– lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan

Alat – alat yang digunakan :
– cermin datar
– meteran panjang
– alat pengukur sudut sederhana*
– kapur

Operator :
– 2 orang sebagai objek
– 1 orang sebagai pengukur

Prosedur Estimasi :

TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi

1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)

Gambar sistem:
Menyusul

Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.

2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2

T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2

TAHAP 2 estimasi diameter bulan

Prosedur

1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.

2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.

3. tandai kedudukan orang pertama

4. ukur jarak mata dengan tanah

5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.

Gambar

menyusul

2t = d+c-b-a

D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)

Creative Team By :
– Aden Rohmana
– Aridasyah Eka Putra
– Harimurti
– Lestian Atmoprawira
– Haris Amrullah

Globalisasi? Cape Deh… Cybercrime & Copyright di Indonesia / USA [HAKI]

1 Komentar

Globalisasi? Menguntungkan ? Merugikan ? Ah, capek juga mikir hal semacam itu.. Ada pendapat yang menggelitik juga tentang penggolongan globalisasi, menurut seminar “Hak Atas Kekayaan Intelektual” [Meskipun ‘bau-bau’ yang ditawarkan lebih kepada piracy software, paten, dll.] yang saya hadiri, menurut pembicara, globalisasi itu dibagi ke dalam tiga era:

– Version 1 : Kamu dari bangsa mana sih??? [Rekan-rekan tentunya tahu bahwa pada zaman kapal-kapal layar berkembang dengan pesatnya yang dipelopori oleh bangsa Spanyol dan Portugis, bangsa-bangsa tersebut melakukan globalisasi dengan jalan imperialisme (kuno).. Nemu tanah, tancep bendera!!! Kaum Pribumi dianggap sebagai masyarakat yang tidak memiliki peradaban.]
– Version 2 : Kepada siapa kamu bekerja??? [Disebut juga era korporat, zaman ini, kalau bisa bekerja di perusahaan multinasional yang melakukan globalisasi dengan melaksanakan ekspansi (imperialisme modern), wuuh, derajat kita naik mas. Tidak peduli apakah saya seorang pribumi indonesia ataupun seorang ‘bule’, selama bekerja pada orang yang tepat, anda menjadi penting]
– Version 3 : Siapa orang terpenting??? Andalah orangnya !!! [Siapa Anda? Kemampuan apa yang anda miliki? Pada zaman ini, terjadi banjir informasi. Ajukan pertanyaan yang tepat, akan dapat jawaban yang memuaskan]

Yang menggelitik lagi tentang kejahatan dunia maya. Cyber crime. Khususnya yang kemarin dibahas adalah tentang pembajakan.
Begini argumennya :
– Kalau seseorang mencuri di dunia nyata. Misalnya seseorang tersebut mencuri HP. HP korban hilang kan??? berpindah tangan ke pihak pencuri. Ada barang bukti nyata [barang berpindah tangan]
– Nahh, kalau seseorang itu membajak suatu film/lagu [jangan tanya ini, banyak kan download centre mp3 dan dvdrip]. Dia mengcopy file tersebut. Apakah file ‘korban’ hilang, apakah ‘korban’ dirugikan? [Belum lagi masalah manipulasi data komputer, itu kan ‘mudah’ untuk dilakukan].

Nah, dalam dunia cyber, kasian juga kan musisi ataupun produser film yang harusnya mendapatkan untung, namun hasil karyanya dibajak. Oleh karena itu, ada pengenalan sistem copyright [hak cipta], ataupun trademark [hak dagang]. Ah, males bahas bahan itu, nanti malah pada tidur [kalau lihat undang-undangnya yang selayar penuh dan tulisannya kecil-kecil pasti pada males]. Tapi hal yang menggelitik tentang copyright itu adalah NSP [Nada Sambung Pribadi], kita bisa memilih kan, lagu apa yang kita inginkan tanpa harus membeli satu album penuh. Tapi hal ini dikritik oleh composer/musisi/artis.
“Album itu adalah suatu kesatuan, ya enggak boleh kalau cuma mau ambil sebuah lagu, dipotong pula jadi hanya sepuluh detik, itu penganiayaan terhadap karya seni!”
“Coba kalau beli buku matematika, hanya saya berikan bab integral, dan cuma dua lembar, apa jadinya???”
[kalau tidak salah pembicara menyebutkan tentang pembelaan bahwa keuntungan yang didapatkan composer/musisi/artis akan jauh lebih besar dengan sistem NSP ini daripada mengandalkan sistem royalti (yang lagi-lagi albumnya dibajak)]

Tapi uniknya, ada perbedaan yang mendasar tentang copyright antara di Indonesia dan Amerika Serikat :

Indonesia – Kalau kamu sampai berani ganggu hak cipta saya, saya hukum kamu ! [padahal jelas-jelas banyak pelanggaran, dan oiyah, katanya di Amerika, susah cari tempat fotokopian dan penjilidan, orang-orang di USA pun cenderung malu untuk fotokopi buku-buku yang ber-“hak cipta”. Tapi di indonesia, wuuh, di setiap belokan jalan hampir ada semua, dan dikit-dikit main fotokopi…]

Amerika Serikat- Mau hak cipta saya, bayar dong… [Pantesan bisa kaya]

Oh iya tapi ada yang menggelitik lagi masalah paten. Perusahaan seperti Coca-Cola ataupu KFC [dengan Original Recipe-nya], tidak akan melakukan paten. Kenapa? Ternyata ketika suatu hal dipatenkan, hal tersebut ‘hanya’ dapat dipajang ataupun dikomersilkan selama 20 tahun. Setelah itu? Bebas! Kita boleh menggunakan hal tersebut ataupun mengembangkannya sesuka hati kita. Lalu, apa yang dilakukan perusahaan dengan rahasia tersebut? Mereka merahasiakan hal tersebut dengan embel-embel “Rahasia Perusahaan” [dasar gak mau rugi]. “Rahasia Perusahaan” bisa bertahan selamanya!

Yang pasti, yang saya dapatkan dari seminar “Hak Atas Kekayaan Intelektual”, setelah seseorang menemukan suatu hal baru [apalagi yang berguna], terserah kepada dia, apakah dia ingin membuat dirinya terkenal, kaya, aneh[merahasiakan penemuan tersebut]. Semua itu adalah haknya.

Polisi Tidur yang Bikin Repot

5 Komentar

Ceritanya, sekarang saya tinggal di daerah permukiman elit [menengah ke atas].. Yah, namanya anak muda, jalan-jalan cuci mata gitu deh. Lha, tiba-tiba kenyamanan saya terusik teralihkan oleh pembicaraan antara beberapa anak muda yang sedang nongkrong [dengan motornya] dan bapak ‘super senior’..

Bapak ‘SS’ : Dek-Dek.. Jadi Uwong kok kerjane’ kebut-kebutan aja!!! Ribut ! Kenyamanan Warga sini terganggu!

Anak Muda : Ah,Bapak kayak yang enggak pernah muda aja..

Bapak ‘SS’ : Jaman Bapak dulu nda’ bisa beli motor,, adanya sepeda, jadi nda’ bikin ribut !

Anak Muda : Iyey, kok jadi curhat..

Langsung tiba-tiba saya nyeletuk, “Buat aja polisi tidur biar enggak bisa kebut-kebutan Pak!”

Anak Muda : Wah parah lu, les! Bukannya belain kita-kita.. Kuliah aja di ITB, tapi ko…
Bapak ‘SS’ : Ide Bagus Les, ayo kita ajukan ide ini ke Pak RT!!!

Saya : Hmm, tunggu.. Biar gak ada pihak yang tidak dirugikan, saya akan menerapkan teknik yang telah dipelajari di kelasnya Pak Budi Rahardjo! Bagaimana kalau besok kita bicarakan lagi, karena saya lupa teknik-tekniknya, hehe…

Bapak ‘SS’ : Dasar Anak Muda…

Anak Muda : Oke Coy…

Setelah belajar dan berembuk bersama teman-teman, kami mendata terlebih dahulu lokasi :

– Jalan yang sering dipakai kebut-kebutan lebih kurang 200 m panjangnya, di situ mulus jalannya, jadi wuenak buat kebut-kebutan, tapi ternyata di situ ada SD [Sekolah Dasar]

Sekarang Analisis Pendahuluan [wah kayak kalkulus…]

Kenapa Setuju Membuat Polisi Tidur

– Bisa meminimalisasikan kemungkinan anak-anak tertabrak kendaraan
– Lingkungan tidak terlalu bising oleh suara kendaraan
– Agar tidak terlalu menganggu kenyamanan jogingers’ [pejalan kaki]

Kenapa Tidak Setuju Membuat Polisi Tidur

– Nanti macet gitu loh [berhubung jawabannya dari anak muda jadi gini]
– Nanti gak indah jalannya [ada-ada aja]
– Duit lebih baik dialokasikan ke bidang lain
– “Mobil gue bisa rusak!!!”

Saya punya tiga kartu,

1. Egoisme etikal

Bagaimana kalau saya mempunyai posisi seperti orang-orang tadi?

Bapak ‘SS’ : HARUS DIBANGUN, KASIHAN PEJALAN KAKI…

Anak Muda : WAH, MACET EUY…

Mending macet atau nyawa? kami memutuskan untuk MEMBUATNYA! via cara pertama ini…

2. Utilitarian,

Saya memberikan nilai dari -10 sampai +10, sesuai kekuatannya… -10 untuk hal paling buruk dan +10 untuk hal terbaik. Ini dia hasil rempugan’ [waduh] :

Mengurangi risiko kecelakaan +9
Mengurangi keributan +4
Kepentingan Jogingers’ +3
Menambah ketertiban berkendara di dalam komplek +3
Macet masih bisa diatasi +2
Mengurangi keindahan jalan yang uda mulus -1
Membuat macet -6
Merusak mobil -3
Alokasi anggaran -2
Gak bisa kebut! -2
Dana bisa dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat -5

Hasilnya? +2!!! Jadi, KITA BUAT POLISI TIDUR via Utilitarian

3. Analisis Hak

Kita lihat hak-hak siapa saja yang terusik..

Hak jogingers’ [dalam berkendaraan tetap pedestrian harus diutamakan]
Hak anak SD
Hak pengguna kendaraan
Hak kenyaman penghuni komplek

Harga nyawa tidak bisa dibeli dengan uang…
Jadi, YES! Kita buat juga via Analisis Hak!

Tiga kartu, no konflik [kecuali konflik dalam kelompok], kesimpulan : buat polisi tidur.. Jelas, harus ada yang dikorbankan. Kalau mau balap, di sirkuit aja..

* bacanya jangan terlalu serius, hal-hal di atas haya fiktif belaka, hanya untuk tugas Konsep Teknologi asuhan Pak Budi Rahardjo, namun apabila ingin memberi tanggapan, boleh kok…

Kelompok : Aden | Aridarsyah | 😀 Lestian 😀 | Harimurti | Haris

Konsep Teknologi…

1 Komentar

Apa sih teknologi??? ngintip dari wikipedia, teknologi adalah suatu pengembangan dari konsep yang luas memakai alat, mesin dan material untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia…

refer to :

wikipedia – english || wikipedia – indonesia

Lha kalo teknik apa? [lho ko ga nyambung? tiba-tiba ke teknik? maklum aja ini kan tugas..]

Teknik [inggrisnya engineering] adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik profesional disebut insinyur (sarjana teknik).

refer to :

wikipedia – english || wikipedia – indonesia

Contoh teknologi >>

Serat Optik..

Sebenarnya sama saja dengan kabel biasa, namun terdapat perbedaan [loh? berarti beda dong…] yakni bahan penyusunnya yang terbuat dari kaca atau plastik. Sinyal yang ditransmisikannya adalah cahaya, beda dengan misalnya kabel telepon yang mentransmisikan sinyal analog. Serat Optik sangat baik untuk digunakan sebagai saluran komunikasi, karena kecepatan transmisinya yang sangat cepat [sehingga digunakan untuk backbone internet]…

refer to :

sejarah serat optik || wikipedia – indonesia

Terakhir [ah…]

Contoh pengaruh teknologi tinggi di bidang…

  • Film:

Jelas The One [baru nonton lagi tadi malam..]

The One
Teknologinya ada pada saat Yulaw menjelajahi dunia paralel [banyak galaksi] melalui vortex [semacam lubang cacing], untuk mencari dirinya dalam versi yang lain.. Tentunya perjalanan antar galaksi semacam ini masih menjadi misteri pada saat ini…

Selanjutnya Idiocracy [film bodoh, disarankan jangan menonton ini…]

idio.jpg

Di film ini ada teknologi hibernasi [tokoh utama beristirahat selama ratusan tahun], tanpa membuat orang yang melakukan hibernasi bertambah tua..

Yang terakhir pasti udah pada nonton nih, Spiderman 2!!!

SpiderMan 2

Inget kan waktu Doc Ock ngebuat tangan buatan dengan kecerdasan buatan??? Jelas, itu perlu teknologi tingkat tinggi…

  • Buku

Fisika Star Trek

Fisika Star Trek

Dijamin kalau udah baca buku ini sekali, pasti enggak terlalu ngerti… Buku ini juga menjelaskan tentang kesalahan film Star Trek. Seluk beluk perjalanan intergalaksi juga dibahas di sini…

Megaman EXE

Megaman EXE

Ini dia bacaan favorit saya waktu masih SMA. Menceritakan di tahun 21xx, seluruh perangkat di duniatelah diatur oleh network [berbasis IT].. Batas antara dunia maya dan dunia nyatahampir tidak ada, bahkan tidak ada…

Kloning, Eutanasia, Transfusi Darah, Transplantasi Organ, dan Eksperimen pada Hewan: Telaah Fikih dan Bioetika Islam

Jujur aja yang ini belum baca, tapi buku ini menjelaskan hukum tentang eutanasia dan transplantasi organ dalam sudut pandang khusus..

  • Lirik lagu

Chris Daughtry – Crashed

Lagu ini mengandaikan si penulis sedang bergerak dengan kecepatan suara. Untuk mencapai kecepatan mach1 itu butuh teknologi yang tinggi jelas, dan itu memengaruhi lirik lagu ini…

Muse – Supermassive Blackhole

Waduh, dari judulnya aja dah jelas…

Muse – Starlight

Hmm lagu ini mengisahkan orang yang dibawa jauh sama pesawatnya, dan kangen ma pacarnya…