Adil

1 Komentar

*Sudah waktunya kembali menulis dalam Bahasa setelah dalam dua post sebelumnya sok-sokan menggunakan English.

Tuhan maha adil, kawan.

Ramadhan yang lalu, saya kehilangan sekitar lima kilo, kejadian yang terjadi pertama kalinya seumur hidup saya, dan sekarang saya seperti “dikutuk” untuk menjadi manusia yang tidak pernah kenyang. Kuliner Bandung yang terkenal nikmat pun tidak dapat memuaskan lapar dan dahaga ini. Ya Tuhan, masa’ kombinasi baso tahu, yoghurt, lumpia basah, tahu gejrot, hamburger, dkk. tidak bisa memuaskan lapar ini…? Mungkin ini adalah petunjuk dari Tuhan, ataupun berkah bulan Ramadhan, bahwa sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan lemak-lemak yang menguap tersebut. Sudah waktunya kita songsong kejayaan kuliner di depan mata.. haha.. Yeah!!! Hidup untuk Makan!!!

Setahun yang lalu, saya berjanji untuk menjadi orang yang berhasil untuk melakukan banyak hal di tahun ini.. hasilnya?? Ternyata Tuhan maha adil, kawan. Ada janji yang sukses, ada juga yang gagal… adil bukan??? gak adil kalau ternyata rencanaku berhasil semua, atau malah lebih gak adil lagi (keterlaluan malah, ya Tuhan) kalau rencana kita gagal semua..

Dan sekarang, saya kembali membuat daftar permohonan kepada Tuhan tentang hal-hal yang ingin saya lakukan di masa mendatang (ya setidaknya satu tahun mendatang), mulai dari yang ngasal, sampai yang intelek. Semoga hal-hal merubah hidup (ke arah yang lebih baik tentunya) akan muncul di kehidupan saya setahun mendatang, dan tentunya pembaca sekalian, amin.

Tapi, sebelum memulai satu tahun ke depan, sebagai manusia dan penulis, saya telah melakukan banyak kesalahan dalam tahun-tahun yang lalu, baik atas perilaku yang kurang manusiawi, maupun tulisan yang kurang ‘penulis’ (tadinya mau nulis penulisiawi, tapi gak banget).. Oleh karena itu, sangatlah adil jika pada kesempatan ini saya meminta maaf jika dalam tulisan ini ada hal-hal yang menyinggung ataupun mengganggu pembaca.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

Dia bilang apa?

Tinggalkan komentar

Dia bilang apa ya??

myplace

myplace

*dipotret di kampus ITB

kenapa ITB?

2 Komentar

“Les, kenapa milih ITB?”

menunduk, dalam batin… hmm… jujur aja atau bohong ya?

menegakkan kepala, menjawab, “disuruh orang tua.”

HAHAHAHAHA..

Mobile WordPress

Tinggalkan komentar

Iseng-iseng buka wordpress pake HP, jadi nyasar ke mobile wordpress di m.wordpress.com

Tampilannya sangat simple, fiturnya juga hanya untuk melihat jumlah pengunjung, bookmark, serta menulis post baru.

Untuk nulis post baru, rasanya pegel banget.. coba aja, bisa-bisa jari jadi jempol semua.. haha

Kemampuan Menulis

Tinggalkan komentar

Berhubung kalau orang-orang yang liat tulisanku bilang tulisanku kayak ceker kebo, sekarang aku sedang berusaha memprogram ulang cara menulis.

Ya, ya, kembali menulis dari a sampai z.. kembali menjadi anak TK.

oia, jadi terpikir, di masa depan apakah kemampuan menulis di atas kertas masih penting? atau akan digantikan oleh kemampuan mengetik keyboard?

*kembali belajar menulis yang baik dan benar di atas kertas, karena di semester depan akan ada mata kuliah yang nilainya ditentukan hanya oleh baik buruknya keterbacaan tulisan dan cara menulis.

10 random facts

Tinggalkan komentar

Setelah baca post si kotakkayu, saya jadi inget poisoned post (pengennya sih nulis post beracun) yang udah lama diberikan oleh Iwan . Post tersebut memiliki aturan seperti berikut :

——————————————————

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules.
4. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names
5. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog

——————————————————

Awalnya sih males juga nulis post macem ginian, karena post ini biasanya berujung pada ke-geje-an dan malfungsi otak, karena kita harus nulis sepuluh fakta/kebiasaan diri kita (man, sepuluh man,, inget : SEPULUH! ),, anyway let’s begin a post about me

10. Gak pernah dapet nilai 10 lagi (skala 10) setelah SD. Lebay? Enggak. Hal ini bener-bener terjadi, kawan. Ketika di masa lalu saya masih memiliki otak yang cemerlang dan serba ingin tahu, dapat nilai 10 super mudah. Gak tau juga kenapa gak pernah dapet nilai sempurna ini. Mungkin karena saya bukan orang yang perfeksionis sehingga mengabaikan beberapa detail penting, ataupun mungkin karena sebab lain (bahas lain kali aja yaa)

*update : alhamdulillah kemaren ujian matematika bisa dapet 100 lagi..

9. Suka lihat bintang malem-malem *masa mau siang*,, entah kenapa, kalau melihat bintang kita bisa ngerasa kalau kita ini benar-benar makhluk Tuhan yang kecil. Akibatnya saya jadi udah siap kalo tiba-tiba mati, karena emang pada dasarnya kita ga punya apa-apa, jadi ya udah lah gak usah takut juka segala sesuatu milik kita diambil

8. Gak bisa diem.. Buat orang yang suka dijailin, disentil-sentil, ditoel-toel, oleh saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena itu merupakan kehendak alam yang tak dapat ditahan >_<. Dari kecil saya emang suka jalan-jalan, lari-lari, lompat-lompat untuk mengisi waktu luang sehingga punya badan yang cukup lincah, tapi akibatnya kalori kebakar semua (ini kata lain untuk bilang kurus),, tapi Alhamdulillah sejak masuk ITB (Institut Tapir Biadab) saya makin sering tidur dalam kelas,, sehingga kejahatan dalam kelas semakin berkurang intensitasnya.

7. Punya koleksi bahasa kotor dari seantero Indonesia. Bad habit? of course. saya tak bangga dengan hal ini dan tidak ingin membicarakannya sama sekali (tapi masih ngomong kotor terus, hahaha)

6. Sempat terobsesi dengan proverb (halah apa itu) “brilliant but lazy kid”. Saya pikir kata-kata tersebut adalah sosok yang bagus untuk saya, namun setelah melihat sosok-sosok dunia, gak ada yang MALES! (i mean it, pal) coba yah,, steve jobs ngebuat apple II di usia 20an, bill gates ngebuat bahasa pemrograman pertama umur 19 tahun.. Makanya sekarang saya pikir “sedikit” rajin itu gak apa-apa

5. Football is my life. Saya adalah orang yang bisa hidup dengan hanya dua game di PC saya, football manager dan pro evolution soccer series. Bagi saya, hidup tanpa bokep jauh lebih baik daripada hidup tanpa sepakbola *hah,, serius lo??*

4. Suka ngambek-ngambek ga jelas kalau ketemu orang yang payah dalam satu hal (biasanya bukan karena ga bisa, tapi gak mau usaha). bahasa kerennya, obnoxious. Gak tau juga, mungkin gara-gara dulu saya orang yang pinter kali ya (maksudnya, sekarang udah ga pinter tapi masih kesisa sombongnya),, jadi menganggap semua orang harus jadi hebat.

3. Introvert Intuitive Thinking Judging. Saya setuju dengan penilaian tersebut, karena pada kenyataannya saya emang lebih suka ‘nonton orang’ alias duduk aja di belakang. Namun, kalau ada kesalahan yang terlalu parah pada lingkungan sekitar,  saya baru muncul (macem superhero aja nulisnya nih, haha).

2. Sedang mencari apa yang dicintai selain sepakbola dan cewek. Maksudnya, sedang mencari apa yang bener-bener ingin dilakukan di masa depan. Saya tahu kalau kehidupan nantinya akan dipenuhi oleh pekerjaan, makanya sebelum itu kita harus mencari apa yang kita cintai, hal yang bisa membuat steve jobs bangkit dari keterpurukannya di tahun 1985, ataupun membuat platini jadi presiden UEFA.

1. naritaina lananakucha! zettai nate yaru! (mikir satu lagi apa ya, hmm…)

Kalkulator Baruuu!!!

7 Komentar

Setelah kemarin memuat post yang cukup serius *kyaa kyaa* (cewek seneng cowok serius) maka sekarang waktunya untuk post yang penting, yaitu tentang saya, mbwahahaha *ketawanya bagong narsis*

Ceritanya dimulai ketika saya kuliah di semester dua lalu, tepatnya saat mata kuliah pengantar rangkaian elektrik. Nah, di pelajaran itu ada yang namanya bilangan kompleks. Bilangan ini dipakai di analisis sistem rangkaian satu fasa di kawasan fasor *terlihat rumit? memang rumit :D*. Sebenarnya pelajaran ini gak susah-susah amat sih, tapi karena suatu sebab saya sangat sulit untuk menerjemahkan bilangan-bilangan kompleks tersebut dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain (iya, iya, ini pembelaan).

Sebab itu adalah kalkulator.

Kalkulator tua yang saya pakai selama ini tidak mendukung fitur bilangan kompleks (ya iya lah, udah tau kalkulator jadul tapi masih dipakai-pakai juga). Walaupun udah banyak orang yang bilang kalau ngitung bilangan kompleks susah, tapi saya malah nekat pake kalkulator jadul itu. Hasilnya? Luar biasa bung, saat orang lain menghitung dengan kalkulator mereka yang modern, saya masih terbengong bengong ngitung bilangan kompleks. (ibaratnya orang lain udah pake korek api, saya masih pake batu, hiks…)

Kalkulator biadab nan jadul

Setelah ujian itu, saya pun langsung pulang ke rumah dan mencari kalkulator yang lebih modern (eh ga gitu juga deng) dengan mengubek-ubek kamar, karena teringat kalau dulu pernah ngelihat kalkulator yang super canggih dan super keren, peninggalan kaka’ *kyaa kyaa* (bukan kaka’ pemain bola loh),, , dan ternyata setelah pengubekan lebih lanjut kalkulatornya ketemu!

Keren kan??? Keren kaaan????

Namun, ternyata kalkulator tersebut habis batrenya, sehingga saya harus beli batre ukuran AAA (yang imut-imut itu lho) sebanyak empat biji. Mahal juga sih, lumayan *halah 20.000 doang, dasar pelit. Bilang aja gak mau beli kalkulator yang baru kan?*buat siap-siap ujian berikutnya.

Ternyata, setelah saya beli batere dan memasangnya ke kalkulator,, it works!

Serasa mendapatkan hidayah, saya pun langsung sujud syukur (halah lebay) untuk mensyukuri kalkulator baru saya *baru? baru beli batere kali???* . Namun, ternyata kesenangan tersebut hanya bertahan lama, karena keesokan harinya kalkulatornya mengalami kerusakan memori yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan mengganti batere seperti hal yang saya lakukan dengan mudah tersebut. (antiklimaks banget ga sih?)

Waktu pun berlalu…

Dari saat itu, saya tidak bertemu dengan si bilkom (bilangan kompleks, tapi disingkat biar jadi norak). Namun, si bilkom ternyata akan muncul di ujian rangkaian elektrik (sekuel dari pengantar rangkaian elektrik) besok!!! Teringat akan pengalaman saya dengan kalkulator, saya berinisiatif untuk mengambil langkah ekonomis, yakni dengan meminjam kalkulator *yaaahh,, itu mah kere dudul bukan ekonomis* ke temen-temen saya.

Namun, terbayang di benak saya kalau saya kerjanya minjem melulu,

Apa kata dunia??? (iklan Telkom itu lho,, eh bukan ya? Iklan Telkom mah yang “teeelllpoooonn, teeellpoooon ruuumaaah *jadul banget wakakaka*”)

Ya sudah, akhirnya saya merogoh kocek *sebenarnya bukan kocek saya juga sih, kocek bonyok* untuk membeli kalkulator baru,, horeeee *kyaa kyaa akhirnya beli juga*

Kalkulator baru, hore!!!

Saking senangnya punya kalkulator baru, walaupun secara fitur kalkulator ini kalah dengan kalkulator yang kedua (contoh pemakaian secara yang salah :D) saya sampai semangat untuk langsung nge-post berita bahagia ini *hiks hiks* (tangis bahagia), namun lupa bahwa saya masih ada ujian besok.

*eh cara make kalkulatornya gimana ya???

belajar dulu ah cara make’-nya,, eh tunggu. Kalau belajar kalkulator terus, kapan belajar rangkaian elektriknya???

Older Entries