Things i Learned

Tinggalkan komentar

In past six months, i learned a lot of things from hme-itb football team, especially about do and don’ts in football. In brief, here’s some of knowledge and wisdom i get through months of training :

  • just do your best in training, don’t give a damn into something else. Do not whine about the training menu that you perform, just do your best, and you’r ability will improve. discipline, focus, and hard work is the key.
  • statistically, team who runs more, passes more, and possess more in a football match win a match.
  • i you don’t want to play, then don’t play a game
  • just focus on our own team, do everything for your team and the game. Do not think about anything else, like supporters, psy war, or someone’s saying
  • you win as a team, and lose as an individual
  • if you’re not exhausted after playing a game, then you’re simply not played good enough
  • if you have an intention to confront with opposition’s player, then your game will be deteriorated

I believe those kind of things are plain and simple, but hard to implement if you don’t have any experience. Those moments in football team, remind me that i still have a long way to go in my life, and i believe those simple thing that i learned from sport can carry on to another aspect of my life : just like what sport is meant to be, to create a healthy body and mind.

Iklan

PSSI dipimpin Nurdin Halid, mati?

11 Komentar

Siapa sih yang enggak bersorak gembira ketika timnas sepakbola Indonesia mencetak kemenangan di piala asia 2007 kemarin di stadion gelora bung karno? Atau ketika Elie Aiboy mencetak gol indah? Bahkan temenku yang gak begitu tertarik sepakbola bisa merasakan passion’ sepakbola. Ingat kan sewaktu satu stadion bergemuruh meneriakkan satu nama, Indonesia .

Perlu diingat juga ketika itu pengurus PSSI sudah diprotes keras, bahwa rakyat sama sekali tidak pernah mendukung PSSI yang didalangi oleh pengurus yang mengaku-ngaku sebagai pejuang sepakbola. Rakyat cinta timnas, tapi tidak cinta PSSI.

PSSI memang tidak punya cinta, apalagi rasa malu. [ Visinya mungkin keren, tahun 2020 Indonesia menjadi kekuatan nomor satu asia. Tapi realisasi? Pelatihan? PSSI tetap saja berharap dengan metode instan.] Saya sebagai rakyat Indonesia saja malu, ketika ketua umum PSSI, Nurdin Halid yang sudah keluar masuk bui tetap dipercaya, bahkan dibela untuk memimpin [untuk periode 2007 – 2011] PSSI. Sesuai kode etik FIFA,seseorang yang terbukti terlibat kriminal, ataupun sedang menjalani hukuman penjara, sangat tak layak memimpin organisasi seperti PSSI. Jadi inget teori yang disampaikan senior teman saya :

Ketika sebuah sistem kepemimpinan terbentuk dan memperoleh kekuasaan, baik organisasi maupun pemerintahan, orang-orang di dalam organisasi tersebut akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan tersebut, dengan segala cara

[out of talk : masih inget kan waktu pilkada Jakarta kemarin, sebagian besar parpol mendukung orang yang memang sudah mempunyai posisi, kalau parpol tersebut mendukung calon yang lain, mereka takut kehilangan kekuasaan]

Sepakbola mengajarkan nilai nilai moral, antirasisme, fair play, dll. Tapi apa yang dilakukan PSSI benar-benar mengkhianati nilai-nilai tersebut. Lihat kasus ini :

Seorang Komite Eksekutif PSSI, mengatakan bahwa pihaknya tidak terikat dengan kode etik FIFA, nah padahal dalam pedoman dasar PSSI pasal 5 ayat 9 dengan jelas menyebutkan bahwa setiap pengurus PSSI harus memahami kode etik FIFA! Nah?

Oke, sekarang begini, kalau pengurus PSSI, masih ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya, mungkin bisa, tapi coba tolong tinjau dengan nilai moral. Bayangkan timnas kita tidak bisa ikut kejuaraan Internasional. Bambang Pamungkas dkk. tak bisa mencicipi kualifikasi Piala Dunia. Cornelius Gedy dkk. tidak ikut Sea Games. Lha, terus kerjaan PSSI apa?

Sepertinya pemerintah perlu turun tangan. Walaupun PSSI badan independen, PSSI tetap membawa martabat bangsa melalui sepakbola, olahraga paling populer di dunia. Kalau PSSI masih dipimpin orang-orang yang tidak berkulitas dan tidak memiliki passion di bidang sepakbola, sepakbola Indonesia tidak akan maju. Tolong, saya ingin seumur hidup saja dapat menyebut nama Indonesia dengan bangga.

Ditulis dengan bantuan Koran Kompas, bandrek, dan seperangkat komputer.

Gambar dari Pro Evolution Soccer 2008™, tapi muka asli, haha..

 

Sabtu ini, EPL [Liga Inggris] LIVE on Lativi!

5 Komentar

Benar ! EPL Live di Lativi! [walaupun hanya dua pertandingan, baik live maupun langsung…]. Waktu tadi pagi nonton berita di Lativi sebenarnya baru kali ini saya nonton berita di lativi ternyata isinya tentang penandatanganan perwakilan lativi dengan [bukan astro deh kayaknya] perwakilan ESPN..

I wonder which match will be broadcasted?

Kabar Gembira bagi Pecinta EPL???

8 Komentar

“Mulai bulan depan. EPL balik ke TV non bayar lagi.terus TV kabel yang laen dan punya channel ESPN ama Star juga dapet haknya kembali.”

Waduh? Bener gak nih?? Temenku bilang kayak gitu… Tapi kalau lihat berita ini, pantes juga kalau kita udah siap-siap senyum… Astro udah didemo gila-gilaan… Makanya, Terus Berdoa 🙂