Salah satu buku yang paling menarik dan sangat meninggalkan bekas di pikiran saya hingga saat ini adalah buku yang berjudul 1984. Buku ini dikarang seorang penulis inggris, George Orwell, dan menceritakan dunia masa depan di tahun 1984. Diceritakan, bahwa di masa depan dunia akan dikuasai oleh pemerintahan-pemerintahan totaliter. Beberapa negara super (super-states) akan saling berperang. Saking sibuknya berperang hingga hak-hak kemanusiaan pun sudah tidak ada harganya.

Memang dunia kita tidak ekstrem seperti itu sekarang. Meskipun demikian, ada beberapa cerita di buku itu yang masih sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang.

1. Penyadapan oleh NSA

Dalam dunia 1984, “Big Brother” menyadap setiap pejabat pemerintahan yang bekerja untuk pimpinan partai, dengan menempatkan “telescreen” (semacam layar besar yang bisa video conference). Meskipun demikian, tidak semua orang disadap. Ada sebuah golongan masyarakat yang disebut “proletar” yang tidak dianggap membahayakan sehingga bebas dari sadapan pemerintah.

Bagaimana di 2014? Kejadian penyadapan yang terjadi ternyata lebih parah. Bukan hanya orang-orang penting, tapi semua manusia yang mempunyai telescreen (smartphone) dapat diawasi komunikasinya oleh NSA. Ya memang entah tujuannya mereka apa. Tapi kecenderungan yang ada adalah masyarakat kita masih senang2 saja membagi apa yang ada di pikiran kita, mencantumkan hal2 yang kita suka, membagi lokasi kita, dsb. Sebenarnya yang dibagi seringkali ga penting sih. (termasuk juga nulis di blog ini juga sih :p).

2. Perang terus menerus

Jika di 1984, ada perang terus menerus yang didesain oleh pemerintah, kurang lebih di 2014 juga kejadian masih mirip. Di buku karangan Orwell tersebut, pemerintah akan membuat pengumuman2 seperti “We Have Always Been At War With Eastasia”. Padahal, sebenarnya perang tersebut tidak ada. Bahkan Big Brother sengaja membuat serangan palsu, ataupun tokoh palsu dengan nama Goldstein yang menjadi musuh bangsa. Padahal Goldstein itu sebenarnya hanyalah tokoh karangan.

Di 2014, contohnya cukup jelas. Perang yang telah terjadi ( Iraq, Afghanistan) dan terus terjadi di daerah lain (Libya, Syria) akan selalu ada.

3. Proletarian

Ada juga yang namanya golongan masyarakat proletar, yakni golongan masyarakat yang “dikendalikan” oleh pemerintah. Pokoknya Big Brother ngomong apa, mereka manut-manut saja. Yang penting untuk masyarakat proletar adalah bahwa mereka bisa dapat makanan, tempat tinggal, hiburan, dsb.

Di tahun 2014, kita sudah mengenal istilah 1% dan 99%-ers. Menurut saya, kemungkinan besar struktur masyarakat kita ya akan tetap seperti itu dengan melihat keadaan sekarang. Ada masyarakat superkaya, dan masyarakat bisa saja cuap2 di twitter ataupun media sosial, tapi tetap kesulitan membuat perubahan. Di sisi lain, kebanyakan yang miskin akan semakin miskin, dan yang kaya bersedekah untuk yang miskin.

4. Kamus Bahasa Newspeak

Di 1984, pemimpin partai berusaha menghilangkan rasa cinta antar manusia. Pernikahan (dan juga pacaran) dilarang di masa itu. Untuk menghilangkan perasaan tersebut dari akarnya, pemerintah juga menghilangkan kata-kata yang bisa memunculkan rasa cinta. Mengerikan.

Sekarang?

Gambar

Sumber gambar

Enough said. Di sisi lain, Twitter juga membatasi kemampuan kita berekspresi jadi hanya 140 kata, serta informasi yang didapat cenderung terpotong-potong.

Tentu saja masih ada kemiripan2 lain yang digambarkan oleh “1984”. Tapi tulisan saya akhiri di sini, selamat beraktivitas.