We choose to go to the moon. We choose to go to the moon in this decade and do the other things, not because they are easy, but because they are hard, because that goal will serve to organize and measure the best of our energies and skills, because that challenge is one that we are willing to accept, one we are unwilling to postpone, and one which we intend to win, and the others, too.

Rasa-rasanya, potongan pidato John F. Kennedy di tahun 1962 ini adalah momen yang paling epic di abad kemarin. Untuk pertama kalinya dalam sejarah : manusia bermimpi, dan berikrar untuk pergi ke bulan!

Coba deh, kita melihat semangat seperti yang ditunjukkan di tahun 1962 itu, ataupun semangat di awal abad ke-20 ketika  manusia menemukan banyak kemajuan teknologi.. Kemudian, kita bandingkan dengan semangat dan keingintahuan manusia di tahun 2012 ini.. Akan muncul sebuah pertanyaan :

Entah kenapa, jaman sekarang ini kok kemampuan kita untuk memimpikan sebuah kemajuan teknologi gak segitu hebatnya yah?

Kenapa dari 50 tahun yang lalu, hingga saat ini, mimpi-mimpi manusia masih saja sama : mobil terbang, Listrik tanpa kabel, hologram, teleportasi, Alien, Penjelajahan luar angkasa, dst.

Belum ada mimpi yang baru.

Di jaman ini, orang lebih senang dengan kenyamanan yang diberikan oleh teknologi yang ada. Rasa penasaran pun seolah-olah hilang di jaman ini. Bingung sedikit, tinggal googling. Seolah-olah semua pertanyaan mampu dijawab oleh internet.

Terkadang, kita sebagai manusia pun menjadi terlalu pintar. Berusaha menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan yang ada. Ataupun menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain -dengan berdasarkan logika dan pemikiran sendiri-

Artinya, kita semakin sedikit belajar dari sejarah. Padahal, sejarah sendiri telah memberikan kita banyak pelajaran dan tugas. Antara lain, untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang telah dicetuskan oleh masyarakat di era sebelumnya. Ditambah lagi, PR kita masih banyak sekali, untuk mewujudkan mimpi-mimpi orang sebelum kita.

Ada salah satu PR yang sangat menarik untuk saya

But we shall not satisfy ourselves simply with improving steam and explosive engines or inventing new batteries; we have something much better to work for, a greater task to fulfill. We have to evolve means for obtaining energy from stores which are forever inexhaustible, to perfect methods which do not imply consumption and waste of any material whatever.

Ini adalah salah satu PR yang diberikan oleh Nikola Tesla, salah satu inventor terhebat di abad 20. Lucunya, kita malah melakukan hal yang tidak disarankan oleh Tesla. Kita berpuas diri dengan sumber daya minyak, gas, dan batubara yang kita miliki. Merasa masih dapat hidup enak beberapa ratus tahun lagi, kita berpuas diri dengan teknologi yang sudah ada sekarang.

Padahal, kita masih punya banyak PR yang lainnya. PR yang umurnya sudah ratusan tahun.