Saya adalah orang yang jarang berdoa (jika definisi berdoa adalah menengadahkan tangan sambil meminta sesuatu ke tuhan). Alasannya, kok saya merasa manja sekali kalau ada apa-apa langsung berdoa. Seolah-olah Tuhan nggak ngasih macam-macam tools dan kesempatan ke kita saja.

Saya takut, kalau sedikit-sedikit langsung berdoa, bisa-bisa dicibir oleh para setan (karena malaikat mana mungkin mencibir manusia): “Lihat nih makhluk yang satu ini, kalau ada maunya aja banyak berdoa. Padahal usaha aja baru sedikit.”

Tapi dengan keadaan jarang berdoa juga, saya punya kekhawatiran. Setan lagi-lagi bisa mencibir : “Sombong bener nih makhluk, berdoa cuma dua kali sehari. Pas bangun tidur dan mau tidur doang!”

Wah… serba salah memang. Semoga saja, jarangnya saya berdoa bukan merupakan wujud sebuah sikap sombong. Saya hanya merasa tidak pantas untuk banyak meminta kepada Tuhan. Sudah banyak sekali karunia yang diberikan hingga detik ini. Sayang sekali jika semua karunia itu tidak dimanfaatkan hanya karena kita sibuk untuk meminta lebih.

Sedikit berdoa, belum tentu sedikit mengingat Tuhan, ataupun sedikit bersyukur. Yang namanya mengingat Tuhan dan bersyukur mesti diperbanyak! Kalau kata cak nur, wujud dari rasa syukur yang paling tinggi adalah kerja keras. Jadi artinya kalau masih males malesan bin ngantukan, artinya kita belum bersyukur.

~ ditulis sambil menunggu tengah hari