Belanda merupakan negara yang sangat kreatif dan inovatif. Di negeri kincir angin ini, banyak sekali ide segar bermunculan. Di masa lalu, Belanda membuat tanah rendah (Nederland) yang semula berada di bawah permukaan laut menjadi daratan yang dapat ditinggali. Kini, kita semua tahu Philips: perusahaan raksasa penghasil produk elektronik, perangkat pencahayaan, dan peralatan medis terkemuka di dunia. Saking banyaknya karya inovatif yang diciptakan, membuat the Netherlands seperti sudah terbiasa untuk menghasilkan ide-ide yang brilian.

Telah menjadi 10 besar negara terinovatif[1], tidak membuat Belanda berpuas diri. Pohon-pohon penghasil ide dan inovasi terus ditanam untuk menghasilkan banyak buah karya yang segar. Untuk memastikan buah-buah itu memiliki rasa yang istimewa, bangsa Belanda memiliki caranya tersendiri. Yaitu, dengan membina hubungan yang mesra antara universitas, industri dan pemerintah Belanda. Hubungan inilah yang menciptakan lingkungan ideal agar pohon-pohon ide dan inovasi dapat tumbuh dengan subur.

Baru-baru ini, komitmen hubungan tersebut kembali ditunjukkan. Philips mengumumkan sebuah hubungan kerjasama dengan beberapa universitas di Belanda. Kerjasama tersebut berupa pengembangkan inovasi produk di perangkat kesehatan [2]. Dengan cara ini, bibit-bibit ide dan pemikiran yang berseliweran di universitas dapat ditanamkan pada sebuah tanah yang luas dan gembur. Tanah subur ini lah yang disediakan oleh pemerintah Belanda, sementara pihak industri bertugas untuk menyiram dan memupuknya agar tetap subur.

Ide-ide yang berseliweran di universitas tentu saja tidak serta merta muncul. Butuh proses panjang agar bibit-bibit unggul bermunculan. Sepanjang studi, para pelajar ditempa di kelas-kelas sains dan teknologi untuk mendapatkan landasan pemikiran sesuai bidangnya. Tentu saja ini tidak cukup. Oleh karena itu, pelajar kembali dibekali dengan pengetahuan praktis melalui kisah-kisah nyata yang diberikan oleh pengajar tamu di kelas entrepreneurship. Kelas-kelas tambahan ini lah yang berhasil mengajak banyak pelajar untuk memikirkan inovasi teknologi yang tepat guna (dan tentu saja harus bisa dibisniskan!).

Aspek pendanaan seringkali menjadi momok dalam mewujudkan sebuah inovasi. Di Belanda, kita tidak perlu khawatir dengan hal klasik ini. Banyak, banyak, banyak sekali saluran pendanaan yang dapat diperoleh di belanda. Dari pihak universitas sendiri, banyak bantuan yang diberikan, baik berupa dukungan infrastruktur canggih ataupun pendanaan awal [3]. Selain itu, seorang profesor juga dapat memberikan saluran pendanaan tertentu melalui kerjasama dengan industri.

Dukungan pemerintah Belanda untuk ide-ide dari universitas sangatlah besar. Salah satu contohnya adalah STW Grant, yang nilainya dapat mencapai milyaran rupiah untuk sebuah rencana bisnis. Selain itu, banyak juga bantuan pendanaan dari berbagai organisasi serta innovation grant dari pihak bank di Belanda[4]. Tidak hanya masalah pendanaan, pemerintah Belanda juga gemar menciptakan iklim optimal untuk melakukan bisnis.  Semua aspek untuk menjalankan inovasi dan bisnis benar-benar dipertimbangkan. Tak heran, belanda menjadi negara terbaik kedua di dunia untuk melakukan bisnis![5]

Menurut Ir.Saputra, sebuah bangsa akan maju bila jumlah entrepreneur melebihi 2% dari jumlah penduduk[6]. Saat ini, persentase entrepreneur di belanda sudah lebih dari 4% dari jumlah penduduknya[7]. Sebagai negara unggul di bidang inovasi, Belanda sudah siap untuk melaju dengan kencang dengan negara-negara inovatif lainnya. Tentunya, kita  tak mau ketinggalan kan? Mari belajar banyak dari pohon inovasi dan kreativitas Belanda!

Sumber Informasi dan Contoh Program:

[1]http://www.insead.edu/media_relations/press_release/2011_global_innovation_index.cfm

[2]http://www.newscenter.philips.com/main/standard/news/press/2012/201204-leading-dutch-players-in-healthcare-and-technology-join-forces.wpd

[3]http://www.yesdelft.com

[4]http://www.stw.nl/Programmas/

[5]http://nesoindonesia.or.id/indonesian-students/kompetiblog-2012/resources/ekonomi/belanda-negara-terbaik-kedua-di-dunia-sebagai-best-place-for-business

[6]http://www.tempo.co/read/news/2011/07/23/089347983/Ciputra-Indonesia-Butuh-Dua-Persen-Wirausahawan

[7]http://www.gemconsortium.org/docs/download/2244