Beberapa hari ini saya beberapa kali ke instansi pemerintah ataupun sekedar ke petugas administrasi untuk mengurus dokumen. Kesan yang saya dapatkan kok selalu sama : mas-masnya (atau mbak-mbaknya) jutek!

Entah memang pekerjaan petugas administrasi seperti di tata usaha dapat menyedot hawa antusiasme atau bagaimana, saya kurang memahami. Hari ini saya berencana untuk menerjemahkan sebuah dokumen melalui penerjemah resmi. Saya heran, untuk menerjemahkan dokumen satu lembar saja kok sampai bisa tiga hari. Mana dengan biaya yang mahal pula. Karena sudah cukup gemes juga melihat administrasi yang seolah secara tidak langsung berbicara ‘kalo bisa dibuat lama kok dipercepat’, akhirnya saya bilang ke petugasnya :

” Pak, kalo saya bisa bantu kerjakan, sini saya kerjakan dokumennya. Setengah jam juga bisa beres.”

Mas-mas tersebut menjawab dengan senang hati (entah senang karena tawaran saya, atau senang karena di halaman facebooknya ada sesuatu yang menyenangkan) :

” Oh, boleh mas, kalau mendesak, nanti biayanya kami potong sekian puluh ribu. Mas bayar biaya administrasinya saja.”

Wah, mestinya saya digaji kalo begini, batin saya. Masa bodo ah, yang penting dokumen beres hari ini. Akhirnya saya menerjemahkan dokumen tersebut selama kira-kira empat puluh menit. Ya lumayan lah, meleset sepuluh menit saja dari perkiraan. Setelah saya print, dan dokumen itu saya berikan ke bapak petugas itu untuk kemudian diberikan ke kepala bagiannya untuk dicek lagi.

Betapa terkejutnya saya melihat lembar terjemahan saya dicorat-coret oleh kepala bagian adminstrasi itu. ” Yang ini, ini, ini masih perlu direvisi mas, diganti sedikit saja. Baru nanti kami cap.”

Wah ternyata bukan dosen pembimbing saja yang doyan corat-coret kertas. Dengan mangut-mangut, saya melakukan sedikit revisi untuk dokumen itu. Syukurlah setelah sedikit revisi itu, saya langsung mendapatkan cap dokumen terjemahan resmi. Dengan biaya korting pokoknya, wong saya yang mengerjakan kok!😀

Sempat juga terpikir, bagaimana meningkatkan produktivitas pegawai administrasi ya? apakah mesti seperti diktator : semua dokumen yang masuk di hari itu mesti selesai hari itu juga? apa mesti dibuat kompetisi : hingga siapa yang paling banyak mengurus dokumen mendapatkan hadiah? atau cara sosialis :  TV dan internet (facebook) dihilangkan biar bisa fokus bekerja?

wah setelah saya pikir-pikir, solusi itu susah banget diterapkan untuk PNS, wong cepet nggak cepet mengurus administrasi, sama aja kok reward dan gajinya!!