Sering ga sih, kita bangun di pagi hari. Menampar jiwa kita sendiri karena banyaknya kesalahan yang pernah kita buat. Menampar jiwa karena menjadi diri yang lemah, padahal masih banyak orang yang menguatkan diri dengan keadaan yang memaksanya untuk menjadi lemah.

Kemudian, setelah menampar diri dan menyadari kelemahan diri kita sendiri sambil mencoba untuk beranjak dari tempat tidur, selanjutnya kita mencoba untuk bercermin. Wajah di cermin sebenarnya tidak terlalu buruk, rupawan mungkin bisa dikatakan untuk sebagian orang. Tapi entah kenapa, ada topeng yang sangat jelek tergantung di figura cermin itu, dan kita memutuskan untuk menggunakannya.

Topeng ini cukup aneh, dia bisa mengubah kepribadian. Bukan ke arah baik, namun sesuai dengan penampilan topeng tersebut. Dia membuat kita merasa tinggi dengan merendahkan makhluk-makhluk yang lain. Dia membuat kita tenang saat kita memutuskan sebuah kekeliruan, di saat ada kekeliruan orang lain yang lebih besar. Dia membuat kita tenang saat kita mundur ketakutan, merasa bahwa mundur itu adalah pilihan yang sangat strategis. Dia membuat kita menyusuri jalan yang mudah, padahal jalan yang terjal adalah jalan yang semestinya kita tempuh.

Topeng itu membuat tamparan jiwa di pagi hari menjadi sia-sia. Semua tamparan untuk membuat jiwa menjadi kuat, seolah terlupa karena pemakaian topeng yang tidak cantik itu.

Tanpa sadar, hari pun berlalu dengan topeng itu, dan tiba waktunya untuk menutup hari. Topeng itu masih melekat di wajah dan masih dipakai untuk menemani waktu istirahat di sunyi malam.

Mungkin hanya sekedip, tak terasa hari yang baru telah dimulai, dan badan pun harus sudah beranjak dari tempat tidur. Melihat sekeliling, terlihat di figura cermin ada topeng jelek yang tergantung. Tanpa sadar topeng di wajah pun ternyata sudah tergantung di figura cermin itu, entah bagaimana caranya. Itu adalah topeng yang sama yang digunakan pada tempo hari. Topeng yang tanpa sadar sudah digunakan selama bertahun-tahun, dan kini sudah terlihat sangat jelek. Entah kenapa topeng itu pernah singgah di figura cermin itu. Entah kenapa juga ada saja yang menggantung topeng itu di sana.

Saat topeng itu terlihat sangat jelek, seperti sekarang, adalah waktu yang tepat untuk menampar jiwa. Mungkin, bukan hanya untuk menampar jiwa saja, tapi juga untuk membuang topeng usang itu. Entah kenapa topeng itu dipakai hingga bertahun-tahun.

Diri pun beranjak, ingin rasanya membuang topeng itu. Tapi entah kenapa, saat bercermin, terlihat ada topeng yang sangat jelek tergantung di figura cermin itu, dan kita memutuskan untuk menggunakannya.