Gak kerasa, perjalanan kuliah saya sudah berlangsung selama tiga tahun. Artinya, satu tahun yang akan datang, saya akan memiliki banyak pilihan untuk dijalani. Dimulai dari pilihan untuk mengikuti jejak orang tua, mengikuti jejak orang lain, sampai merintis jalan sendiri.

Kita semua memiliki banyak jalan pilihan hidup.

Sayangnya, memilih bukan hal yang gampang untuk anak-anak muda kita. Dari kecil, kebanyakan anak jarang sekali diberi kesempatan untuk memilih. Setelah melewati fase balita, anak langsung disekolahkan. Masuk SD, kemudian SMP, hingga akhirnya SMA. Pelajar-pelajar tersebut tidak pernah benar-benar memilih jalur hidupnya, ya mungkin ada penjurusan IPA dan IPS, tapi kita sama-sama tau mana yang favorit. Kebanyakan anak muda sekarang jarang sekali benar-benar memilih sesuatu dalam hidupnya.

Akibatnya, ketika seseorang diberi berbagai peluang dan kemungkinan, sering kali hal yang muncul adalah kebingungan.

Di sini harus kita cermati bahwa ‘kemampuan memilih dan menyadari konsekuensinya’ merupakan kemampuan yang benar-benar penting dan mendasar. Tanpa kemampuan itu, mata kehidupan kita akan menjadi buram. Kita akan terombang-ambing oleh arus kehidupan.

When you have to make a choice and don’t make it, that is in itself a choice.

William James quotes (American Philosopher and Psychologist, leader of the philosophical movement of Pragmatism, 18421910)

Mari memilih !!!