Sering sekali kita terinspirasi oleh banyak orang yang memiliki kualitas kejujuran, kebaikan, kerendahan hati, ataupun kekuatan tertentu. Sering juga di waktu yang sama kita bertanya-tanya kenapa orang lain sering melakukan hal yang salah, menyimpang dari nilai yang seharusnya. Saya sendiri percaya, hal tersebut adalah idealisme yang harusnya kita laksanakan, tapi bukan untuk terus diucapkan. Sering kali, kita melihat bagaimana orang-orang berkoar-koar tentang bagaimana orang lain sebaiknya berperilaku, tapi di sisi lain ternyata kita yakin bahwa seharusnya orang-orang tersebut harusnya melihat diri mereka sendiri sebelum mengajari orang lain.

Inilah yang kurang saya pelajari selama beberapa tahun ke belakang di kampusku. Banyak di antara mahasiswa, seperti saya, yang terlalu sering melihat secara luas, namun lupa untuk melihat dirinya sendiri. Berkoar-koar di forum kampus tapi masih minta contekan, selalu bicara tentang masyarakat tapi gak ngehargain dosennya dengan berpakaian gak pantas di ruang kelas, mau membenarkan bangsa tapi masih menyogok petugas negara, dan masih banyak yang lainnya.

Di sini lah kita harus bersikap jujur, serta meruntuhkan ego kita untuk membenarkan kesalahan orang lain. Cara terbaik untuk ‘mengajarkan’ orang lain adalah dengan memimpin dengan contoh, terlepas dari keinginan orang lain untuk mengikutinya.

Saya yakin, ketika kita meruntuhkan ego untuk membenarkan orang lain dan lebih fokus dengan diri kita sendiri, maka kita akan melihat diri kita sendiri dengan lebih jelas, dan dapat meraih apa yang benar-benar kita inginkan.