Ada salah satu momen di kampusku yang ditunggu-tunggu oleh banyak mahasiswa, terutama mahasiswa yang akan lulus dan menamatkan jenjang pendidikan formalnya. Momen itu adalah wisudaan, yang di dalamnya berbagai rangkaian acara yang bisa dibilang jadi momen dan peresmian kelulusan, sebelum nantinya lulusan kampusku bisa mengaplikasikan pengetahuannya, ataupun belajar lebih dalam lagi di universitas/kampus lain.

Kalau di jurusanku sendiri, ada beberapa tradisi yang mesti dilakukan oleh mahasiswa junior untuk merayakan kelulusan seniornya. Dimulai dari acara malam wisudaan, yang di dalamnya ada berbagai rangkaian acara yang intinya untuk mengapresiasi, menghibur, serta menciptakan momen dan memori terakhir wisudawan di kampus, semacam prom night, tetapi muatan acaranya disesuaikan dengan status mahasiswa, isinya gak hura-hura aja.

Kemudian, ada juga yang namanya arak-arakan (bukan arak miras ini ya, diarak jalan beriringan maksudnya, tapi wisudawan ada di atas kendaraan gitu). Di arak-arakan ini, wisudawan diarak oleh junior-juniornya. Kalau dulu mungkin bisa diarak keliling bandung, beberapa dekade ke belakang, wisudawan sempat diarak keliling ITB aja. Namun, berhubung jaman udah berubah dan bandung pun udah gampang macet, sekarang arak-arakan cuma dilakukan mengelilingi lapangan bola sasana budaya ganesa. Melihat kecenderungan jarak arak-arakan yang semakin kecil dari zaman ke zaman, bukan gak mungkin arak-arakan nanti ga ada😦

Setelah diarak, ada lagi acara ramah tamah dengan dosen dan civitas akademik fakultas. Biasanya di sini ada pemberian selamat ataupun hujatan untuk mahasiswa yang terlalu pinter atau terlalu bego. (Meskipun biasanya lebih banyak hujatannya :D)

Ada dua acara yang paling ditunggu junior di wisudaan, yang pertama adalah acara nyetrum seniornya. Sudah merupakan tradisi anak elektro kalau lulus bakal disetrum. Wah.. seneng semua kan junior bisa ngebales seniornya waktu diospek dulu. Maka diaturlah spesifikasi genset agar bisa menghasilkan tegangan yang bisa menyiksa seniornya tapi gak akan bikin seniornya kejang-kejang terus mati. Tapi anehnya wisudawan rata-rata malah seneng disetrum, wah junior pun memikir otak untuk membuat suatu acara lagi yang bisa ‘ngerjain’ seniornya.

Muncullah acara berikutnya, yakni perang air. Para junior mempersiapkan air dalam kantong plastik untuk melempari para wisudawan. Untuk wisudawan juga disediakan kanong-kantong air, ya biar adil dan seru. Airnya bisa macem-macem dari yang bening sampai yang berwarna, baunya juga ada yang biasa aja, ada juga yang gak karuan baunya. Berasa jadi anak kecil lagi kalau lagi main yang namanya perang air ini deh semua orang.. hehehe. Meskipun demikian, perang air ini menuai berbagai kontroversi, selain karena bikin orang lain ngiri pingin ikut, tapi juga karena acara ini menggunakan banyak sekali kantong plastik, yang jelas-jelas ditentang greenpeace dan pecinta lingkungan hidup lainnya.

Saat ini wisudaan mungkin bentuknya akan berubah lagi, mengikuti perkembangan zaman, keinginan mahasiswa, dan kebijakan rektor. Sekarang, saya juga gak tau wisudaan sekarang bakal kayak gimana, mungkin karena saya udah terlalu tua untuk mengurus wisudaan. (sementara di sisi lain belum bisa jadi wisudawan.. hehe)

Semoga bisa lulus juli 2011 ! amin