*Sudah waktunya kembali menulis dalam Bahasa setelah dalam dua post sebelumnya sok-sokan menggunakan English.

Tuhan maha adil, kawan.

Ramadhan yang lalu, saya kehilangan sekitar lima kilo, kejadian yang terjadi pertama kalinya seumur hidup saya, dan sekarang saya seperti “dikutuk” untuk menjadi manusia yang tidak pernah kenyang. Kuliner Bandung yang terkenal nikmat pun tidak dapat memuaskan lapar dan dahaga ini. Ya Tuhan, masa’ kombinasi baso tahu, yoghurt, lumpia basah, tahu gejrot, hamburger, dkk. tidak bisa memuaskan lapar ini…? Mungkin ini adalah petunjuk dari Tuhan, ataupun berkah bulan Ramadhan, bahwa sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan lemak-lemak yang menguap tersebut. Sudah waktunya kita songsong kejayaan kuliner di depan mata.. haha.. Yeah!!! Hidup untuk Makan!!!

Setahun yang lalu, saya berjanji untuk menjadi orang yang berhasil untuk melakukan banyak hal di tahun ini.. hasilnya?? Ternyata Tuhan maha adil, kawan. Ada janji yang sukses, ada juga yang gagal… adil bukan??? gak adil kalau ternyata rencanaku berhasil semua, atau malah lebih gak adil lagi (keterlaluan malah, ya Tuhan) kalau rencana kita gagal semua..

Dan sekarang, saya kembali membuat daftar permohonan kepada Tuhan tentang hal-hal yang ingin saya lakukan di masa mendatang (ya setidaknya satu tahun mendatang), mulai dari yang ngasal, sampai yang intelek. Semoga hal-hal merubah hidup (ke arah yang lebih baik tentunya) akan muncul di kehidupan saya setahun mendatang, dan tentunya pembaca sekalian, amin.

Tapi, sebelum memulai satu tahun ke depan, sebagai manusia dan penulis, saya telah melakukan banyak kesalahan dalam tahun-tahun yang lalu, baik atas perilaku yang kurang manusiawi, maupun tulisan yang kurang ‘penulis’ (tadinya mau nulis penulisiawi, tapi gak banget).. Oleh karena itu, sangatlah adil jika pada kesempatan ini saya meminta maaf jika dalam tulisan ini ada hal-hal yang menyinggung ataupun mengganggu pembaca.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.