Ketika badai kehancuran yang datang dilawan dengan sebuah ketenangan, maka kita dapat menjinakkan badai tersebut *halahhhhh*

Setidaknya itulah hal yang kudapatkan semester ini. Semester yang digadang-gadang bakal membawa kenistaan dan penderitaan, karena adanya kuliah mematikan : MEDAN ELEKTROMAGNETIK, ternyata tidak memberi dampak separah yang dibayangkan. Aku masih berdiri di sini kawan, AKU MASIH BERDIRI.

Jujur, saat ini saya kaget juga dengan raihan di semester ini, wong semester kemaren hal yang kuinget adalah asyiknya main kartu atau main ping-pong dengan menomorduakan kuliah dan mengutamakan kesenangan sesaat *iya iya, tau ini salah*

Bolehlah badai tugas, ujian, dan kuis melanda.. tapi aku tetap membawa diri ini dengan tenang dan pelan.. just take it slow babe!

Anyway, aku akan mengajak anda sekalian untuk melihat raihanku semester ini, dengan analisis dari tiap mata kuliah :

Matematika Teknik II (target A, dapat nilai A)

Apa yang kusimpulkan dari matkul ini adalah : this could be my favourite class, dude!!! sayangnya, kesimpulan ini saya ambil di akhir semester *iya, iya… percuma… tau2*. Setelah akhirnya menyimak dosen di penghujung kuliah, saya dapat melihat kecintaan dosen tersebut pada matematika, yang dibuktikannya dengan metode pengajaran dan pemahaman yang dahsyat pada materi yang diajarkan. Aku percaya kalau kita semua melakukan hal-hal dengan kecintaan seperti dosen tersebut, maka kita dapat mencapai sesuatu yang hebat dalam hidup. Two thumbs up for Mr. Leo!!! (persentase kehadiran kuliah : 20% *itu juga di penghujung laga kuliah*)

Kesehatan Lingkungan (target A, dapat nilai A)

Inilah kuliah yang paling sering kuhadiri, kira-kira lebih dari 80%… kenapa? karena dosen matkul ini mengabsen mahasiswa-mahasiswinya dengan memanggil namanya!!! Hal ini merupakan Kejadian Luar Biasa!!! Jarang-jarang dosen ITB mengabsen panggil, haha… Ditambah lagi, kuliahnya dimulai jam 7 pagi, di hari senin!!! bayangkan bung, nona! hari senin! mungkin ini salah satu alasan hari senin dibenci orang-orang ya? Oiya, selain itu peserta kelas tidak boleh masuk kelas kalau telat lebih dari 15 menit . Tercatat saya sendiri sudah mencetak hattrick ketiduran, lalu datang terlambat di mata kuliah ini. Kalaupun masuk kelas, pastinya akan digunakan untuk tidur🙂.. haha.. hidup tidur!

Elektronika (target C, dapat nilai A)

Salah satu mata kuliah yang benar-benar abstrak, dan sama sekali tidak cocok dengan kepribadian saya. Di mata kuliah ini, biasanya tidak ada jawaban yang pasti, karena banyak asumsi yang digunakan. Salah satu perkataan dosen yang sangat populer di kalangan mahasiswa adalah, “Asumsikan saja… mbwahahaha” *sambil ketawa ala koruptor*

Hal yang paling saya ingat adalah ketika menulis surat permohonan maaf pada ujian pertama, karena hanya bisa mengerjakan dua nomor dari enam nomor yang tersedia (diminta mengerjakan empat nomor saja), itu pun belum pasti benar.. hihi.

Setelah itu, aku banyak skip class ini, dan berusaha untuk melupakan trauma di ujian tersebut.

Hingga akhirnya datang ujian kedua! dengan bermodalkan hasil belajar dalam semalam, untungnya saya dapat mengerjakan empat dari enam soal yang tersedia.. tak lupa saya menuliskan: ” pak, saya asumsikan begini…”, eh ternyata dapat nilai A. Puji Tuhan. (Persentase kehadiran 20%)

Praktikum Elektronika (target lulus, dapat nilai A)

Target lulus??? perlu diketahui praktikum itu adalah matkul yang paling menguras energi, karena dapat menyita perhatian kita sekitar 5-10 jam setiap kali praktikum. Ditambah pula aturan yang ketat tentang ini itu, ketua lab yang emang galak, kordas yang pura-pura galak, asisten yang kadang-kadang gak kooperatif, modul yang susah, materi yang abstrak, orang-orang yang mukanya kayak transistor, semua itu bercampur menjadi satu menghasilkan sensasi yang luar biasa. Elektronika banget! (Persentase kehadiran : 100% karena wajib hadir)

Sinyal dan Sistem (target C, dapat nilai B)

Pada awal kuliah, asisten meminta kami untuk menulis essay tentang apa yang kami ingin dapatkan pada mata kuliah ini, dan saya pun dengan jelas meminta : “ingin lulus mata kuliah ini”. Coba aja liat bukunya.. tebelnya udah kayak apa *lha, mana bukunya???*. Diajar oleh salah satu engineer terkemuka di dunia, seharusnya motivasi saya berlipat ganda melihat kumisnya. Meskipun demikian, entah kenapa motivasi tersebut belum bisa muncul juga, mungkin karena memang belum waktunya. Semoga Tuhan memberikan hidayahnya, di masa depan ketika saya diajar lagi oleh dosen ini. (Persentase kehadiran : 30%)

Agama dan Etika Islam (target B, dapat AB)

Salah satu mata kuliah yang persentase kehadiranku cukup besar, yakni lebih dari 90%! berbeda dengan kesehatan lingkungan yang dijadwalkan pagi jam 7, kuliah ini lebih fleksibel dan bersahabat karena dimulai jam 4 sore, sehingga kemungkinan ketiduran bisa dikurangi.. haha

Kuliahnya seru, dosennya senang melawak, dengan porsi yang tepat tentunya.. ditambah rekan-rekan yang juga udah cukup fasih tentang agama, membuat kuliah ini adalah salah satu kuliah yang cukup bermanfaat.

Sistem Pengukuran dan Mikrokontroller (target A, dapat AB)

Inilah kuliah yang mengesensikan jurusan saya, power engineering. Dosen yang sibuk dengan urusan di luar kampus, suasana kelas yang khas, tidak wajib hadir di kelas, nilai yang entah dari mana *eh, biasanya dari langit sih turunnya*, suasana ujian yang juga khas, membuat saya menyimpulkan, this is class that i’m looking for.

Medan Elektromagnetik (target C, dapat AB)

Orang-orang bilang kalau mata kuliah ini abstrak, tapi kenyataannya, saya menemukan kuliah ini sebagai kuliah yang fascinating, mungkin karena dosennya yang ngajarnya enakeun kali ya, haha. Saya pikir lebih abstrak si transistor untuk dibayangkan, sementara medan elektromagnetik lebih gentleman. Halahhh… apa sih makin kacau pembahasannya. ( Persentase Kehadiran 85%)

Dapat dikatakan kalau pada semester ini, saya cukup beruntung.. Hasil ini terlalu bagus bila dibandingkan dengan hasil usaha yang telah dilakukan. Meskipun demikian, hasil ini telah kudapatkan dengan memanfaatkan keberuntungan yang kumiliki. Keberuntungan adalah sebagian dari skill kawan.. Benarlah ada ucapan, “orang beruntung mengalahkan orang pintar”

Aku lihat di masa depan, keberuntungan masih berpihak padaku.