Katanya, ada caleg yang jadi gila karena kehilangan banyak hartanya untuk dana kampanye, tapi kemudian dia gak terpilih jadi anggota legislatif.

Ada juga orang yang ngebacok leher orang lain gara-gara ngehilangin mobil kepunyaannya.

Atau, yang paling sederhana: marah-marah, menggerutu, mencoba menyalahkan orang lain karena barang yang kita miliki hilang.

Kejadian-kejadian tersebut selalu membuatku bingung, kenapa sih sampai segitunya karena kita hanya kehilangan sesuatu benda. Apakah benda itu, apakah harta, mobil, perhiasan, begitu pentingnya sehingga kita tidak dapat hidup tanpanya? tidak dapat hidup satu detik saja tanpanya?

Kalau dipikir-pikir, kita hidup di dunia ini mewarisi dunia yang sudah penuh dengan segala sesuatunya. Sudah ada tanah, air, udara yang sama sekali kita tidak dapat membuatnya. Semua harta dan materi yang ada di dunia, berasal dari tanah, air, udara, dan sumber daya yang diolah oleh tangan manusia sendiri. Dalam hal ini, manusia hanya mengolah saja, bukan menciptakan, sehingga jika ditanyakan kepemilikan sebenarnya dari harta dan materi yang ada di dunia ini, maka kita akan menyadari kalau semua yang ada di dunia ini bukanlah milik manusia, tapi milik sang pencipta dunia ini.

Jadi, untuk apa sih marah, menggerutu, atau menyalahkan orang lain karena ada barang dan harta ‘milik kita’ yang hilang? toh kita gak punya apa-apa kok.

We are already naked. We don’t have anything to lose, do we?