Lupakan ujian-ujian di kampus, lupakan tadi malam chattingan hingga jam 2 pagi, ada sesuatu yang lebih penting : sanak-saudara mau dateng siang ini, sementara sekarang jam 10.30 pagi dan saya belum mandi!!!

Dengan mata merah, belekan di sana-sini, plus hidung meler, saya langsung kebut cari baju-celana-anduk, dan langsung mandi. Sesuai dugaan, begitu selesai mandi, ternyata rumah udah ramai oleh tamu yang jumlahnya sekitar 9-10 orang, ada yang dari malang, surabaya, dan daerah jawa lainnya (ini asumsi yang dibuat karena hampir seluruh percakapan terjadi dalam bahasa jawa,, dan aing teu ngarti!!!).

Walhasil, dikarenakan saya merasa seperti kambing conge’, saya langsung ke kamar saya dan menyalakan laptop (terngiang larangan ayah saya tentang laptop : JANGAN NYALAKAN LAPTOP KARENA DAPAT MENARIK ANAK-ANAK. KAMU TAU KAN ANAK-ANAK SURABAYA KAYA APA???)

Ah, masa bodo lah, siapa juga yang mau ke kamar saya. Iseng-iseng saya main monopoli :

untitled-3ini dia hal yang bisa mencetak orang kapitalis

dan setelah beberapa saat hal yang ditakutkan benar-benar terjadi :

“Mas main apa??”

Itu benar-benar kata-kata yang mengubah hari saya selanjutnya. Memang seharusnya larangan dan ucapan orang tua itu diikuti. Walhasil akhirnya laptop itu didominasi oleh seorang anak gadis belia dan saya hanya bisa terpaku menonton *sok-sok ngawas sambil ngajarin cara main monopoli padahal sebenarnya takut laptopnya dibanting karena pernah kejadian hp dibanting anak-anak*

Setelah mengawasi beberapa saat, beban saya berkurang saat om-sis (ayahnya si ade) ngebantu jadi pengawas. Setelah si ade kalah mutlak dalam game monopoli (ya iya lah, mainnya ngeklik-klik doang…) saya kira permainan akan usai, semua senang, semua beres. Namun, ternyata dia pengen main satu game lagi hearts.

“ De,, emangnya ngerti cara maen hearts?”

“He em,, di sekolah juga suka maen.”

Eh bentar-bentar, di sekolah katanya?!? Sekolah Dasar dong?!? Ck, Ck, Ck, sekarang ternyata permainan kartu sudah merambah kancah per-SD-an. Dulu aja saya di SD cuma maen sepakbola kertas, tarung bolpen, RPG-RPG-an, sama bikin komik (wakaka gamenya norak semua kalau dilihat sekarang). Dengan rasa penasaran ingin melihat permainan hearts si ade, ternyata hasilnya tidak jauh dari monopoli : tetep aja asal ngeklik-klik.

Beberapa saat kemudian, saat tamu sudah pergi, ternyata ortu ingin mengantar mereka jalan-jalan keliling bandung (tentu saja saya menolak ikut,, manusia anti sosial gitu lho). Akibatnya, saya ditinggal di rumah sendiri (HOME ALONE), dengan keadaan seperti :

untitled-2

yes, sate, ayam bakar, sup-supan, bumbu kecap bumbu kacang + sayur

untitled-1

minum, gemblong, bika ambon, lemper, onde-onde, salak, jeruk yang acak-acakan (maklum Indonesia)

You know lah, banyak mobil banyak polusi, banyak hajat banyak sisa makanan, hahahaha…

Sampai jumpa saat musim dingin usai! (hibernasi)