Setelah bersenang-senang dengan kalkulator baru pada ujian 1 rangkaian listrik (post sebelumnya), saya akan kembali bersenang-senang dengan si dia dalam menghadapi ujian 2 rangkaian listrik.

Namun, sialnya ternyata kalkulator yang baru seumur jagung itu HILANG!!

Hal yang terakhir saya ingat dari si dia adalah ketika menghampiri rekan-rekan yang sedang belajar bareng, lalu saya ikut belajar sebentar dan mengeluarkan dia dari tas. Sepertinya dia tidak pernah kembali masuk ke dalam tas, dan memilih untuk hidup bersama engineer lain (hiks) à sebenarnya salah saya sendiri kalkulatornya ga dikasih nama.

Walhasil, akhirnya saya minta duit lagi untuk beli kalkulator (ck ck ck anak jaman sekarang), dengan nomor seri yang sama dengan sebelumnya (udah terlanjur enjoy ama kalkulator itu,, ntar kalau nilai jelek malah nyari-nyari pembelaan).

Cukup sebal, iya. Mengapa barang yang cukup penting seperti itu masih bisa saya hilangkan. Tapi, untungnya saya hanya kehilangan barang yang dapat dibeli dan digantikan. Kalau anda ingin tahu arti kehilangan sebenarnya, tanyalah pada Steve Jobs:

Steve jobs adalah orang yang mendirikan (co-found) Apple computer pada saat umurnya masih 20 tahun di garasi orang tuanya (kita tahu kalau dia melakukan hal tersebut karena sangat menyukainya dan ingin ‘pamer’ pada temannya). Dalam 10 tahun, dia berhasil membuat apple berkembang menjadi sebuah perusahaan 2 miliar dolar dengan 4000 pekerja.

Pada saat itu, apple meluncurkan macintosh –considered as best product by steve-, dan steve akan berusia 30 tahun. Namun, meskipun dipublikasikan dengan dahsyat, penjualan macintosh buruk, sehingga komisaris apple memutuskan untuk memecat steve.

Dipecat oleh perusahaan yang dibuat oleh kita sendiri? Itu yang terjadi.

jobs

i’m talking about a man who not driven by opulent motive of retirement at age forty

*Lengkapnya, bisa dilihat di pidatonya di stanford (sini) , atau kalau mau lebih lengkap bisa ditonton di film The Triumph of The Nerds, Pirates of Sillicon Valley. (film lumayan jadul, hahaha, tapi Inspiring)

Sementara kampus sedang libur, saya berguling-guling dulu kaya si meng-tubi* (kucing deket rumah) sampai H-7 ujian akhir pelajaran lainnya.

*bacanya kayak tubi di teletubbies