Mungkin buat para milanisti, nama Yoann Gourcuff udah ga asing lagi, ya kan? Pemain yang performanya bagus waktu main di Rennes ini gagal bersaing di tim utama milan dua musim kemaren. Akhirnya, pemain ini malah dijual.

Ya, gak heran juga sih kalau manajemen milan milih opsi buat minjemin dia, wong dari segi permainan sendiri, (waktu main di milan) Gourcuff kelihatan kikuk, gak pede, gak seperti waktu main di Rennes. Yah, saya sebagai penonton yang berharap bisa melihat zidane di pemain ini (yang katanya disebut sebagai new zidane) rada kecewa juga ngelihat performanya.

Sampai akhirnya saya melihat dua pertandingan terakhir timnas perancis, pada saat itu performa gourcuff bener-bener beda pas dia main di milan. Gerakannya lebih lincah dan kelihatan lebih pede. Malah, di pertandingan terakhirnya (pas lawan rumania), gourcuff bikin satu assist dan satu gol yang bagus.

Nah, pertanyaannya, apa sih yang ngebuat performa pemain tuh bisa beda-beda di tim yang
beda juga? Apakah milan emang tim yang bikin pemain loyo gara-gara banyak orang tuanya? Atau pelatihnya yang nerapin taktik yang beda? Atau spirit ngebela timnas?

moga-moga aja opsi milan minjemin gourcuff bisa bikin dia lebih pede, sehingga bisa main lebih optimal di milan. Tapi, akhir-akhir ini lagi santer berita milan mau jual gourcuff, ditukar dengan daniel agger dari liverpool.

menarik untuk ditunggu