Waktu libur kemarin, ada film serial asing yang cukup menarik perhatian saya, namanya Kyle xy. Di salah satu seri di film tersebut ada yang disebut dengan Spring Cleaning.

Spring cleaning adalah waktu pada musim semi (budaya negara dengan empat musim) yang disediakan oleh keluarga untuk membersihkan rumah. Waktu ini terutama dimanfaatkan untuk memilah-milah barang yang ada di rumah (kehidupan kita) dengan membuang barang yang dianggap sudah tidak dibutuhkan dan menyimpan barang yang dianggap berharga.

Di dalam film tersebut, kyle sempat kesulitan untuk membuang alat-alat yang dia miliki, karena dia mempunyai banyak memori dengan semua peralatan yang dia miliki (misalnya baju yang robek karena dipakai bermain basket yang seharusnya sudah dibuang namun ia pertahankan). Sampai akhirnya orang tuanya mengatakan bahwa memori memang penting untuk disimpan, namun tidak semua memori harus disimpan, yang penting adalah kita mendapatkan makna dari memori yang kita miliki. Memori ada untuk dikenang. Dalam artian, kita harus maju terus dan melihat ke depan dalam kehidupan ini.

Itu adalah budaya yang benar-benar bagus, saya pikir. Maksud saya, kalau kita terbiasa untuk merefleksikan diri seperti itu (minimal setahun sekali), kita pasti akan bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dari sekarang. Nah, Jika saya lihat dalam kehidupan saya sendiri, saya sempat berpikir bahwa kita tidak memiliki budaya seperti itu. Kita bersih-bersih rumah kalau yaaaa, udah kotor. Ya kan?

Sampai akhirnya kemaren saya tiba di hari raya idul fitri, waktu saat kita semua saling memaafkan berbagai kesalahan yang kita lakukan, memulai semuanya dari titik yang baru. Merefleksikan semua kesalahan yang kita lakukan pada tahun sebelumnya, untuk menjadi orang yang lebih baik. Dalam kesempatan kali ini saya ingin meminta maaf, karena

Saya belum berkesempatan untuk meminta maaf pada rekan-rekan pembaca sekalian sebelumnya.

Minal aidin walfaidzin, mohon maaf akhir batin

*hehe, sori postnya aneh karena udah lama gak nulis.