“ Don’t be evil “

Google’s Motto

 

Sewaktu bertukar buku perkenalan (dalam semacam acara ospek) di kampusku, saya melihat adanya permintaan untuk menuliskan sebuah motto. Muncul pertanyaan di benakku, “ Motto itu adalah aturan yang dipakai untuk hidup, hmm apa ya mottoku, yang membuatku mempunyai aturan dan batasan dalam hidup? “.

 

Namun, si pikiran bilang lagi, “ Ah, seberapa penting sih motto? Apakah moto harus terus dikumandangkan dalam hati setiap hari? Setiap saat? Masa iya motto harus sama terus.. “

 

Akhirnya Saya menuliskan motto yang berbeda-beda setiap kali bertukar buku perkenalan. Alih-alih menuliskan banyak motto yang bagus, saya malah menulis berbagai motto asal-asalan. Saya mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan memiliki motto tidak baik. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk membuat suatu motto hidup yang dapat saya pakai sebagai pedoman hidup.

 

Lihat-lihat dari buku perkenalan, ternyata motto yang dituliskan oleh teman-teman saya juga kebanyakan ngasal (berhubung ada tuntutan kuantitas dari panitia).

 

Saya coba melihat sumber lain, akhirnya saya melihat bahwa motto google pun sangat sederhana :

 

“Don’t be evil”

 

Lalu, saya pun berujar : “ Hei, ayolah, motto teman saya juga lebih bagus dari motto kalian! “

 

Namun, sesaat itu pula saya langsung berpikir,

 

Don’t be evil, don’t be evil. Jangan jahat, jangan jahat. Orang jahat tidak berbagi, tamak, dan rakus. Berarti, orang baik merupakan kebalikan dari orang jahat. Dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jahat adalah orang yang dapat berbagi banyak hal. Dalam hal ini, google adalah search engine yang dapat berbagi banyak hal yang berguna bagi manusia.

 

Berarti google menjalankan motto mereka, don’t be evil.

 

Jawabannya pun saya temukan : dalam membuat motto tidak diperlukan kalimat yang dahsyat ataupun spektakuler. Hal yang penting dalam membuat motto adalah keberanian kita untuk menjalani motto tersebut.

 

Akhirnya saya kembali membuka buku perkenalan, dan melihat motto teman-teman saya. Bagus juga.