Thanks Goodness!! Itu yang saya pikir ketika melihat dosen kimia saya sewaktu semester pertama, Pak Sarwono Hadi, kembali mengajar di kelas saya semester ini.

Kenapa? Bukan karena kebiasaan saya titip absen yah…

Tetapi karena beliau tidak mengajar [atau hanya sedikit] kimia!!! Itu yang saya suka! Dari beliau saya belajar tentang banyak filosof-filosofi hidup, yang meskipun sepele, tetapi benar-benar merupakan hal yang fundamental di kehidupan kita.

Mulai dari diagram maxwell, bulu babi, pramuka, etos kerja, ospek, dan lain-lain..

Tetapi fokus saya sekarang, adalah pada pagi hari di hari jumat. Pagi itu berbeda, karena kami berada pada kelas yang agak berbeda dibandingkan kelas yang biasa kami tempati. Kelas itu panjang, ke arah belakang. Nah,, karena situasi mendukung, banyak mahasiswa yang tidur di bagian belakang kelas [termasuk saya sudah mengantuk, haha]

Sampai Pak Sarwono mengatakan, “Ya, bapak akan bertanya pada mahasiswa yang tidur”

Sebelum itu, Pak Sarwono mengeluarkan pertanyaan yang terdiri dari dua jawaban, tentang kimia, tentunya. Begini aturannya, dua orang akan diberi pertanyaan, satu orang yang melek, sementara satu orang lagi adalah orang yang baru dibangunkan dari tidur. Wah, kalau yang bener yang tidur saya bakal langsung joget nih di depan kelas, pikir saya.

Orang yang ‘melek’ menjawab A, sementara orang yang tidur menjawab B.

Pak Sarwono : “Yak, jawaban yang benar adalah A!”

Yah, kagak jadi joget nih,, haha..

Ternyata ada juga gunanya bangun, kalau yang bener yang tidur, bisa pecah kepala, ternyata kuliah tidak selamanya merusak,, hahaha…