Aha!

*Gambar dari komik bobobo-bo-bo-bobo

Itu adalah salah satu coretan yang ada di toilet di SMA saya dulu. Perkataan ini selalu menjadi guyonan ketika Andre [teman saya] sedang melamun. Sebenarnya, apa yang mendasari orang untuk melamun ya? Menurut saya, ini beberapa alasan kita melamun :

1.      Mempunyai masalah yang sedang kita pikirkan solusinya

2.      Terbawa oleh fantasi sendiri, ketika sedang ada kejadian yang mengingatkan kita tentang sesuatu [biasanya masa lalu]

3.      Mikirin pacar, hihi…

4.      Tidak ada teman bicara

5.      Perkataan seseorang yang mengiang-ngiang

dll.

Sepertinya penyakit melamun saya [saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan merenung], semakin parah akhir-akhir ini. Bahkan, pacar teman dekat saya sampai bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini saya sangat-sangat-sangat sering merenung.

Entah apa yang saya renungkan, saya tidak tahu, sepertinya tidak ada yang saya renungkan.

Alam kan selalu berusaha untuk mencapai titik keseimbangan. Mungkinkah karena terlalu banyak bolos kuliah, terlalu banyak bersenang-senang, sehingga Tuhan ‘mengutuk’ saya agar melakukan renungan yang tidak jelas?

Rasanya sekarang tidak ada satu pun ‘alat’ yang dapat memuaskan saya.

Mungkin saya harus mulai belajar lagi, karena hidup yang isinya hanya kesenangan sangatlah tidak seimbang.