Terdapat beberapa pengertian dasar dalam pemrograman prosedural: 

Aksi : Kejadian yang terjadi pada selang waktu tertentu dan menghasilkan efek neto yang memang sudah direncanakan.

Selama selang waktu tersebut, akan terdapat keadaan awal [T0] dan keadaan akhir [T1]. Dalam hal ini , kita harus membatasi ruang ligkup dengan jelas. Misalnya, saya ambil contoh aksi : mengupas kentang. Kita harus dapat menentukan keadaan awal [initial state] dan keadaan akhir [final state] dengan jelas : 

Keadaan Awal : Kentang sudah ada di kantong kentang yang berada di rak dapur, kentang akan dikupas oleh pelaku.

Keadaan Akhir : Kentang dalam keadaan terkupas di panci, siap untuk dimasak, dan kantong kentang harus dikembalikan ke rak dapur. 

Kita andaikan bahwa persediaan kentang selalu cukup [tidak pernah habis], lalu kita abaikan proses penambahan kentang ke dalam rak. Dengan begini, kita telah menentukan batasan dalam masalah.

Aksi dapat kita bagi menjadi sub-aksi yang terjadi secara sekuensial. Sub-aksi yang terakumulasi itu akan menghasilkan efek neto yang kita harapkan. Nah, coba kita tinjau urutan-urutan dari aksi : 

·        Ambil kantong kentang dari rak

·        Ambil panci dari lemari

·        Kupas kentang

·        Kembalikan kantong ke rak

Jika urutan dalam mengambil kantong kentang dan panci tidak penting, kita dapat mengubahnya menjadi 

·        Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari lemari

·        Kupas kentang

·        Kembalikan kantong ke rak

Begitulah tentang aksi, selanjutnya akan ditulis tentang algoritma. 

*disadur dari diktat Dasar Pemrograman oleh Inggriani Liem