Komputer banyak digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Namun, kita tidak bisa begitu saja memberikan masalah pada komputer, lalu komputer memberikan solusinya. Perlu pendekatan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer, karena komputer hanyalah sebuah mesin. Kita harus menanamkan suatu strategi kepada komputer, untuk menyelesaikan masalah. Strategi yang kita tanamkan ini disebut program. Untuk membuat suatu program, kita dapat melakukan pendekatan, yang disebut sebagai paradigma.

PARADIGMA PEMROGRAMAN

Paradigma merupakan sudut pandang kita terhadap suatu masalah. Paradigma membatasi jalan berpikir kita, sehingga membatasi kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, janganlah hanya mengandalkan suatu paradigma saja. Dalam melakukan pemrograman, kita harus melakukan pendekatan dengan paradigma yang tepat. Tidak ada satu paradigma yang dapat bekerja efektif pada semua permasalahan.

Jenis-jenis paradigma pemrograman :

1. Paradigma Prosedural / Imperatif

    Didasari konsep Von Newmann [stored program concept]:

    Terdapat memori yang dibedakan menjadi instruksi dan data. Memori ini dapat diberi nama dan harga. Dalam paradigma ini, kita memberikan instruksi yang akan diproses secara berurutan. Dalam instruksi ini, dapat juga terdapat percabangan, yang akan menentukan proses selanjutnya.

    Pemrograman ini “gak manusia banget”, karena kita harus berpikir dalam batasan mesin. Namun, keuntungan dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

    Contoh : Algol, Pascal, Fortran, Basic, Cobol, C, dll…

    2. Paradigma Fungsional

      Didasari fungsi [seperti dalam matematika]

      Terdapat fungsi–fungsi dasar yang dapat dilakukan oleh mesin. Fungsi-fungsi tersebut dapat membentuk komposisi yang disebut sebagai primitif. Untuk menyelesaikan masalah, kita menyusun primitif sedemikian rupa untuk menyelesaikan masalah yang ada, untuk memunculkan solusi. Dengan demikian, kekurangan paradigma ini adalah efisiensi serta kinerjanya, karena pengolahan dilakukan lebih lama.

      Contoh : LISP, APL, LOGO

      3. Paradigma Deklaratif, Predikatif atau Logic

        Didasari oleh predikat, yakni pendefinisian relasi antar individu yang merupakan kumpulan dari fakta.

        Pada paradigma ini, diuraikan sejumlah fakta dan aturan [inference rules]. Ketika program dieksekusi, pemakai program mengajukan pertanyaan [query]. Selanjutnya, program akan menyocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menyelesaikan masalah.

        Contoh : Prolog

        4. Paradigma Berorientasi Objek

          Didasari oleh objek.

          Sebuah objek mempunyai atribut [sifat ], serta memberikan reaksi yang khusus. Sesama objek dapat saling berinteraksi, sehingga mengandung sedikit paradigma imperatif.

          Contoh : C++, Java, Smalltalk, Eiffel, dll…

           

          Selain paradigma di atas, terdapat juga paradigma konkruen[cth : OCCAM, Ada], yang memungkinkan pemrosesan secara paralel, dan paradigma relasional[cth : SQL pada basis data relasional] yang berdasarkan entity [kesatuan yang lahir] dan relasi.

          OK deh, sekian dulu pedahuluannya. Selanjutnya, saya akan menulis tentang pengertian dasar dari pemrograman prosedural [ini karena saya akan mengikuti kelas dasar pemrograman prosedural semester depan]. Namun, kita belum akan masuk ke dalam bahasa pemrograman. Kita akan lebih mendalami tentang algoritma dan kerangka berpikir dalam paradigma prosedural, sehingga kita dapat menyelesaikan masalah tanpa bergantung pada bahasa pemrograman apapun. O iya, kalau ada yang salah, jangan ragu untuk membetulkan.

          *disadur dari diktat Dasar Pemrograman oleh Inggriani Liem