Lelah sudah saya istirahat dari dunia blog, mungkin sekitar 2 minggu.  Ah, persetan dengan saya. Datang-datang ke dunia blog, ternyata sedang kisruh tentang doraemon.

Dimulai dari pioneer,

muncul pihak kontra dari kabuto,retorika , girang, argo, chaos, dll. Teman saya di dunia nyata pun buat post juga…

But, i will not give those “doraemon things” a damn.

Ternyata di dunia nyata, muncul juga kericuhan lainnya, yang  saya anggap udah basi.

coba lihat situs ini,,,

Peter Answers. Virtul Tarot – Interactive Soul Engine.

Walaupun judulnya virtual tarot,, jelas- jelas ngeramal, atau menjawab pertanyaan, ternyata situs itu cuman salah satu pranks and gags di antara bejibun lainnya.

Naon sih maneh? Maksud Loe?

Sori-sori udah lama gak nulis, jadi sensenya hilang.

Kembali ke masalah doraemon, saya teringat waktu zaman islam belum dapat melakukan penetrasi ke masyarakat indonesia, para saudagar melakukan beberapa metode untuk melicinkan jalannya untuk memperkenalkan islam. Diantaranya dengan memasukkan unsur islam ke dalam seni daerah dan memikat gadis lokal.

Persetan dengan kemampuan doraemon yang ajaib dan wah, yang penting apakah dia bisa menanamkan nilai yang baik pada anak-anak?

Saya pikir, doraemon ‘sedikit’ lebih baik daripada tontonan lokal indonesia [ *sorry, kisah yang kedoknya islami tapi isinya pelacur pake hotpants dan baju you can see ].

Doraemon masih menanamkan nilai persahabatan, tidak seperti film kita yang *****.

So, persetan dengan buatan luar negeri! Benahi dulu bangsa kita sendiri, produk kita sendiri. Sekarang saya enggak punya kekuatan, jadi nonton aja dulu. Waiting on the world to change.