“Boleh nonton film ini, tentang bagaimana komputer bisa berkembang hingga bisa menjadi seperti sekarang ini, tapi belajar tanggung sendiri, setuju?” kata Pak Budi Rahardjo , dosen Konsep Teknologi [concept of engineering] saya.

“Yaaaa!!!” kata hampir seluruh murid dalam kelas.

Saya sih iya-iya aja, wong lagi terjangkit virus malas dan ngantuk…

Sebenarnya tidak ada masalah pada cerita di atas, sampai akhirnya saya harus menghadapi ujian Konsep Teknologi. Dari H-7 sampai H-1, saya santai-santai aja, karena seluruh materi yang diajarkan di kelas sudah saya kuasai. Sampai akhirnya saya tiba pada waktu 5 jam sebelum ujian, saya menemukan teman-teman dari fakultas yang sama, sedang memelajari sejumlah diagram-diagram dan perhitugan matematika yang belum saya mengerti.

“Belajar apa mas, mba’?” tanya Saya

“Kontek Les, nih ada soal tahun kemarin” balas salah seorang

Wow, bener-bener. Dari enam soal yang ada, saya hanya bisa mengerjakan tiga nomor… Tiga nomor diantaranya ada kosakata yang saya mengerti artinya, namun tidak mengerti cara mengolahnya.

“Waaah, gak ngerti semua nih!!! Jelasin dong…” pinta Saya

Syukurlah, dalam waktu yang relatif singkat [kurang lebih satu jam], saya sudah bisa memahami materi-materi yang “aneh” itu… Terima kasih buat Luqman, Imam, Reza, Julie, dkk. yang udah membantu saya😀

Kesimpulan : Hal yang dipelajari namun sering dilupakan adalah detail terhadap ucapan orang lain, terkadang kita dapat menganggap diri kita dapat melakukan sesuatu dan cenderung menganggap remeh terhadap suatu hal. Saya masih beruntung, bahan ujian yang tidak saya pelajari relatif mudah dan sedikit. Coba kalau banyak,, bisa gila…

Beruntung juga saya… Ah, untung aja saya punya temen yang baik😀 .

Awas loh Pak Budiiiiiiii !!!