“Huss! Lagi bulan puasa, jangan ngomongin orang lain! Dosa!”
“Lha, emang kalau bukan bulan puasa boleh ngomongin orang lain? Gak dosa?”
“O iya yah???”
“#$%^$#@&$”

Sebagai newcomer di dunia blog, saya cukup tertarik dengan fenomena di bulan Ramadhan. Waktu pertama kali mendatangi dunia ini, topiknya banyak banget macemnya. Agama, ras, pendidikan, budaya, olahraga, pokoknya banyak deh. Sebelum bulan ramadhan, post agama tidak terlalu mendominasi, karena memang ada beberapa orang yang menyiarkan tentang agama secara kontinu. Saat bulan ramadhan, post-post agama seperti mendapatkan angin. Masih ingat kan kemunculan ‘Si Ratu’ yang bikin geger dunia blog? sebenarnya sampai sekarang masih ada lho. Saya juga sempat tertarik untuk menulis post tentang agama, yah tapi maklum keterbatasan saya di bidang agama membuat saya mengurungkan niat ini.

Jadi, apa yang saya harapkan ?

Yah, Saya pernah denger, kalau bulan Ramadhan itu merupakan training centre untuk menghadapi 11 bulan yang lainnya. Dalam satu bulan ini umat muslim [khususnya] ditempa untuk menguatkan iman. Apakah Ramadhan ini hanya akan menjadi cerita sepintas lalu, [kita menjadi baik, melakukan banyak amal pada bulan ini], namun bablas di bulan-bulan berikutnya?

Ah, masih absurd!

Gini lho mas/mbak, kalau bener-bener niat menyiarkan ilmu agama, mbo’ ya jangan hanya di bulan Ramadhan saja, nanti dikira cuman cari traffic, karena percuma kita hanya baik di satu bulan saja, sementara di bulan yang lainnya memble. Kalau begitu kita tidak ada bedanya dengan cerita di awal post. Benar kan ?

* no offence, really. Also nothing personal. It just represent my thought.