“The true test of character is how to act, not when you’re know about something, but when you do not know anything about it”. Setuju kan? Lha terus hubungannya apaan? Gini, kemaren ceritanya kampusku mengadakan UTS [Ujian Tengah Semester]. Setelah ujian berakhir, muncul kecerdasan keisengan saya, dengan mengajukan pertanyaan :

“Eh, tadi kamu soal yang kerucut itu jawabannya berapa ?”

[Keadaan sebenarnya hanya ada enam soal, setiap ada yang menjawab, saya bilang itu soal nomer tujuh. Dengan harapan melihat apa reaksi orang, apakah akan panik atau kalem-kalem aja]

Subjek penelitiannya ada beberapa orang :

Pertama orang jawa tulen [saya terjemahin ke bahasa indonesia]

Respon : “Hah? Masa iya??? memangnya ada?”
Me : “Iyah di baliknya, di lembar belakang, soal nomer tujuh…”
[mukanya jadi rada pucat, rada tegang, terus dateng temenku memperparah situasi]
Friend : Ohh, itu saya lima per dua phi.
[mukanya korban makin mengkhawatirkan, hehe]
>>> Akhirnya, saya kasian juga, setelah dikasih tau kalau dia dijailin, udah bisa ketawa2 lagi…

Kedua, orang padang,

Respon : [Malah senyum2 aja]
Me : Lha, isinya berapa ?
Friend : saya lima per dua phi, kamu berapa?
Respon : Wah, bener? [masih senyum-senyum]
[Sialnya ada temen lewat bawa lembar soalnya, ketauan deh boong, wah kena bogem juga sayah…]

Selanjutnya orang banten, wah dia udah tau saya boong… Jadi gak seru.

Selanjutnya, orang china keturunan, pinter orangnya..
responnya bagus : Enggak kok, cuman ada enam nomer. [Dengan confidence, dan langsung pergi.]

* lucu juga liat reaksinya, mungkin asal daerah bisa menggambarkan kepribadian yah?