Biasanya engineers punya masalah yang tiada henti datangnya. Kalau engineers mau menyelesaikan masalah, harus mengikuti ‘prosedur’ secara berurutan. Dari permulaan yang umum, hingga kesimpulan yang khusus…

Gambar

Langkah pertama, jelas identifikasi masalah…
Misalnya, kenapa saya tambah kurus yah?

Langkah kedua, Sintesis…
Ini merupakan proses kreatif, menggabungkan beberapa bagian menjadi suatu kesatuan yang padu…
Misalnya, ternyata selain puasa, saya terlalu rajin tadarus
sampai-sampai lupa makan [ciee…]

Langkah ketiga, Analisis…
Ini dia bagian yang membutuhkan banyak waktu, tenaga
dan pikiran. Di sini, suatu bagian yang besar dipecah-pecah, dan dibuat model matematikanya secara logis!
Mungkin gini kali yah,

Puasa –> Laper [jika puasa maka laper]
Laper –> Kurus [jika laper maka kurus]

Langkah keempat, Aplikasi…
Informasi yang berguna digunakan untuk masalah yang ada…
Supaya gak laper ? Makan! [Berarti kalau makan gak akan kurus]

Langkah kelima, Komprehensi…
Data benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah…

SOLUSI : Makan atuh…

Sekarang, ada bonusnya : Estimasi Diameter Bulan [EDB]

Konsep :
– kesebandingan segitiga
– pemantulan sempurna pada cermin datar

Step :
– yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
– lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan

Alat – alat yang digunakan :
– cermin datar
– meteran panjang
– alat pengukur sudut sederhana*
– kapur

Operator :
– 2 orang sebagai objek
– 1 orang sebagai pengukur

Prosedur Estimasi :

TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi

1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)

Gambar sistem:
Menyusul

Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.

2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2

T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2

TAHAP 2 estimasi diameter bulan

Prosedur

1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.

2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.

3. tandai kedudukan orang pertama

4. ukur jarak mata dengan tanah

5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.

Gambar

menyusul

2t = d+c-b-a

D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)

Creative Team By :
– Aden Rohmana
– Aridasyah Eka Putra
– Harimurti
– Lestian Atmoprawira
– Haris Amrullah