Ceritanya, sekarang saya tinggal di daerah permukiman elit [menengah ke atas].. Yah, namanya anak muda, jalan-jalan cuci mata gitu deh. Lha, tiba-tiba kenyamanan saya terusik teralihkan oleh pembicaraan antara beberapa anak muda yang sedang nongkrong [dengan motornya] dan bapak ‘super senior’..

Bapak ‘SS’ : Dek-Dek.. Jadi Uwong kok kerjane’ kebut-kebutan aja!!! Ribut ! Kenyamanan Warga sini terganggu!

Anak Muda : Ah,Bapak kayak yang enggak pernah muda aja..

Bapak ‘SS’ : Jaman Bapak dulu nda’ bisa beli motor,, adanya sepeda, jadi nda’ bikin ribut !

Anak Muda : Iyey, kok jadi curhat..

Langsung tiba-tiba saya nyeletuk, “Buat aja polisi tidur biar enggak bisa kebut-kebutan Pak!”

Anak Muda : Wah parah lu, les! Bukannya belain kita-kita.. Kuliah aja di ITB, tapi ko…
Bapak ‘SS’ : Ide Bagus Les, ayo kita ajukan ide ini ke Pak RT!!!

Saya : Hmm, tunggu.. Biar gak ada pihak yang tidak dirugikan, saya akan menerapkan teknik yang telah dipelajari di kelasnya Pak Budi Rahardjo! Bagaimana kalau besok kita bicarakan lagi, karena saya lupa teknik-tekniknya, hehe…

Bapak ‘SS’ : Dasar Anak Muda…

Anak Muda : Oke Coy…

Setelah belajar dan berembuk bersama teman-teman, kami mendata terlebih dahulu lokasi :

– Jalan yang sering dipakai kebut-kebutan lebih kurang 200 m panjangnya, di situ mulus jalannya, jadi wuenak buat kebut-kebutan, tapi ternyata di situ ada SD [Sekolah Dasar]

Sekarang Analisis Pendahuluan [wah kayak kalkulus…]

Kenapa Setuju Membuat Polisi Tidur

– Bisa meminimalisasikan kemungkinan anak-anak tertabrak kendaraan
– Lingkungan tidak terlalu bising oleh suara kendaraan
– Agar tidak terlalu menganggu kenyamanan jogingers’ [pejalan kaki]

Kenapa Tidak Setuju Membuat Polisi Tidur

– Nanti macet gitu loh [berhubung jawabannya dari anak muda jadi gini]
– Nanti gak indah jalannya [ada-ada aja]
– Duit lebih baik dialokasikan ke bidang lain
– “Mobil gue bisa rusak!!!”

Saya punya tiga kartu,

1. Egoisme etikal

Bagaimana kalau saya mempunyai posisi seperti orang-orang tadi?

Bapak ‘SS’ : HARUS DIBANGUN, KASIHAN PEJALAN KAKI…

Anak Muda : WAH, MACET EUY…

Mending macet atau nyawa? kami memutuskan untuk MEMBUATNYA! via cara pertama ini…

2. Utilitarian,

Saya memberikan nilai dari -10 sampai +10, sesuai kekuatannya… -10 untuk hal paling buruk dan +10 untuk hal terbaik. Ini dia hasil rempugan’ [waduh] :

Mengurangi risiko kecelakaan +9
Mengurangi keributan +4
Kepentingan Jogingers’ +3
Menambah ketertiban berkendara di dalam komplek +3
Macet masih bisa diatasi +2
Mengurangi keindahan jalan yang uda mulus -1
Membuat macet -6
Merusak mobil -3
Alokasi anggaran -2
Gak bisa kebut! -2
Dana bisa dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat -5

Hasilnya? +2!!! Jadi, KITA BUAT POLISI TIDUR via Utilitarian

3. Analisis Hak

Kita lihat hak-hak siapa saja yang terusik..

Hak jogingers’ [dalam berkendaraan tetap pedestrian harus diutamakan]
Hak anak SD
Hak pengguna kendaraan
Hak kenyaman penghuni komplek

Harga nyawa tidak bisa dibeli dengan uang…
Jadi, YES! Kita buat juga via Analisis Hak!

Tiga kartu, no konflik [kecuali konflik dalam kelompok], kesimpulan : buat polisi tidur.. Jelas, harus ada yang dikorbankan. Kalau mau balap, di sirkuit aja..

* bacanya jangan terlalu serius, hal-hal di atas haya fiktif belaka, hanya untuk tugas Konsep Teknologi asuhan Pak Budi Rahardjo, namun apabila ingin memberi tanggapan, boleh kok…

Kelompok : Aden | Aridarsyah |😀 Lestian😀 | Harimurti | Haris