Waktu itu masih SMA, seperti biasanya, ya… saya menghabiskan waktu di sekolah sebagai sampah masyarakat. Banyak hal-hal bodoh yang kami bicarakan, tapi ada salah satu pembicaraan yang belum tidak bisa saya lupakan hingga saat ini. Ketika itu, kami sedang bermain tebak-tebakan “belajar” bahasa indonesia dan teman saya mengajukan pertanyaan

Salmin : Weh, susun nih empat kata berikut, menjadi kalimat yang bermakna

  • rumah
  • tidur
  • tukang
  • minum

Sesuai hukum permutasi, maka peluang jawaban hanya akan berjumlah 4!, yakni 4 x 3 x 2 x 1 = 24 buah.. Sepertinya waktu itu udah semua kombinasi dicoba, tapi gak ada yang bener.. Akhirnya anak-anak pun menyerah.

Salmin : Jawabannya, Rumah tukang tidur
Anak2 : Ha?!? [Memandangi satu sama lain]

Sampai akhirnya ada yang nyeletuk,

Omar : Lho, minumnya mana??
Salmin : Teh botol sosro, wakaka…
Anak2 : Huuuu!!!!

Akhirnya si Salmin dijitakin anak-anak [ Hiperbola ]

Ada yang punya garingan lebih dahsyat???