Entah, kenapa STAN [ Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ], oleh teman-teman saya dianggap sebagai suatu jalan pasti menuju kemakmuran,

Omar1 : “Masuk STAN tuh dijamin kaya, bro.. ”
Omar2 : “ Jis! Duit haram wungkul nu aing dahar mun asup STAN, komo mun asup pajak jeung bea cukai, koruptor wungkul !” [ Ah! Uang haram aja yang saya makan kalo masuk STAN, apalagi pajak sama bea cukai, koruptor doang isinya! ]

Udah gak heran kalo ada orang baru kerja [ lulusan STAN ], udah bisa beli mobil mewah keluaran terbaru, malah membelikan juga orang tuanya rumah. Saya di sini tidak ingin menjelek-jelekkan ataupun membela pihak manapun. Namun, kesan STAN yang saya tangkap hingga kini hanyalah urusan korupsi, korupsi, korupsi..
Ini salah satu contohnya : sini

There are only two options for tax office officials: you either join the club of corruptors and get rich, or you stay honest and spend your entire career as a clerk in the tax office’s library

Modernisasi pajak pun diolok-olok, dinilai hanya sebagai ucapan tanpa bukti belaka.. Digaji tinggi pun, godaan masih tetap muncul.. ( sini )
Mas Anjar Priandoyo pun menyarankan seorang anak SMA untuk masuk STAN ( sini )..
Apa bener semua lulusan STAN tuh moralnya bobrok semua, pasti enggak lah jawabannya. Orang-orang yang mengotori isi perutnya dengan uang-uang haram itu hanyalah OKNUM, yang hanya memikirkan diri sendiri. Selain itu, siapa bilang semua petugas pajak kaya-kaya?? Coba baca ini. Entah juga ya, dari sudut pandang saya yang masih tumpul sebagai remaja, saya sendiri terheran-heran, kenapa orang-orang yang ada di DPR sana [ yang mengatur penggunaan pajak ( gak semua ) ], kayak ada di dunia yang beda dengan rakyatnya, udah tau korupsi merajalela [ Mungkin cari buktinya susah kali ], kok bisanya santai-santai ampe ketiduran di kantor. Semua Abdi Rakyat itu [ DPR maupun lulusan STAN ] dipilih dan dibayarin, bukan untuk mereka sendiri! Tapi untuk mengabdi ke Negara dan rakyat.

Coba liat sebuah tulisan STAN dalam kacamata seorang mahasiswa.

Bisa gila! Berhenti deh menjelek-jelekkan nama orang/pihak lain, semuanya harus kita mulai dari diri sendiri, baru ubah lingkungan kita. Gak usah pikirin si ini gitu atau gini, kalo berarti kalo dia masuk STAN pasti jadi koruptor. Kita sebagai rakyat harus mengawasi penggunaan pajak. Kalo gak bener, laporin aja!
Itu juga kalo nyampe laporannya ke dunia sana…

tapi yang paling penting, sih jangan saling mencela… Negeri ini nda butuh pencela…