Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘My Past’

h1

Alhamdulillah, Saya Masih diberi Kesempatan…

September 17, 2007

Jadi ingat, salah satu saat terdekat saya dengan kematian. Waktu itu saya masih bocah. Kelas 5 SD tepatnya.. Saya sedang berlari riang, menyanyikan lagu crayon sinchan, “Sang gajah terkena flu..” [padahal yang bener kan, "Selalu saja terkena flu..."]. Setelah itu saya, menaikkan pantat saya ke pegangan tangga. Biasanya, saya berhasil sampai di bawah dengan selamat. Tidak terpikirkan oleh saya bahaya yang menghadang. Saya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tangga, menuju anak tangga di lantai satu dengan kepala berada di bawah.. Saat itu gerakan saya terasa seperti slow motion.. Kepalaku siap pecah menghantam anak tangga.

Untung aja ada teman saya, namanya Rifki [thanks for saving my life]. Saya hantam badannya, seperti smack down. Setelah itu saya mengalami blackout. Bangun-bangun, saya udah ada di UKS. Kepala terasa berat. Teman-teman mengerumuni saya. Kepalaku sangat pusing. Blackout lagi. Bangun-bangun saya udah berada di alat MRI, untuk mengecek jika tulang tengkorak ataupun otak saya mengalami kerusakan. Saya tidur lagi.. [Hmm, satu juta keluar tuh, mayan waktu saya masih SD]

Ternyata, otak saya tidak mengalami kerusakan, hanya memar biasa. Saat saya kembali ke sekolah, mata teman saya, Rifki, merah sebelah. Setelah saya ucapkan terima kasih padanya, dia bilan, “enggak apa-apa kok” [wah, dia memang ikhlas, gak marah udah ditimpa sama saya, tapi katanya dia nangis waktu ditimpa saya. Gak ada dendam atau pamrih, salut]..

Waktu itu, momen itu tidak terlalu penting. Tapi, sekarang… Entah apa jadinya kalau waktu itu tidak ada dia. Dimana ya saya? Hidup ini takkan kusia-siakan [sekarang sih mikirnya gitu]. Thanks ya Rifki, dimanapun kamu, for saving my life…

h1

Pom-Pom Boys [Cheers Cowok]

September 5, 2007

Siapa sih yang enggak suka Cheerleaders? Cewek-Cewek menari dengan gerakan dancenya yang powerful, namun lembut untuk memikat perhatian penonton. Di sisi lain, terdapat sekelompok pria yang tersebar di seluruh penjuru bumi [ciee...] membudidayakan pom-pom boys, dan saya adalah salah satunya..

Sampai saat ini pun saya tidak mengetahui alasan saya untuk memasuki ekskul “kegelapan”, pom-pom boys. Kenapa kegelapan? Yah, kami biasa main malam-malam, makanya gelap…
Kami biasa diidentikkan dengan pria setengah jadi, namun tidak! kami adalah pria sejari! Walaupun bolak-balik gay club, dibedakin serta berdandan menor, kami tetap pria sejati…

[Pom-Pom Boys 5] How to Play

Pom-Pom

Ciri khas kami dalam bermain adalah memanfaatkan seluruh potensi yang tersedia, mulai dari sisi maskulin sampai sisi terlembut kami, kami manfaatkan. Ketika memasuki stage, kami adalah kumpulan cowok-cowok keren [mungkin], but the show begins di tengah-tengah acara, saat kami menanggalkan pakaian maskulin, dan memasuki mode cheers.. ketika dalam mode ini, penonton pun histeris…

Malu??? Malu bukanlah kami

Kita nggak malu koq! Nyantei aja, udah biasa. Malahan asyik. Pertamanya pasti canggung ya, cuma ke sananya itu semua udah jadi makanan sehari-hari

[ini]

Pom-Pom [tapi koq bule?!?]

So, pom-pom boys gak kalah seru kan???

h1

GARINGAN PELAJAR PALING GARING SEPANJANG MASA

Agustus 26, 2007

Waktu itu masih SMA, seperti biasanya, ya… saya menghabiskan waktu di sekolah sebagai sampah masyarakat. Banyak hal-hal bodoh yang kami bicarakan, tapi ada salah satu pembicaraan yang belum tidak bisa saya lupakan hingga saat ini. Ketika itu, kami sedang bermain tebak-tebakan “belajar” bahasa indonesia dan teman saya mengajukan pertanyaan

Salmin : Weh, susun nih empat kata berikut, menjadi kalimat yang bermakna

  • rumah
  • tidur
  • tukang
  • minum

Sesuai hukum permutasi, maka peluang jawaban hanya akan berjumlah 4!, yakni 4 x 3 x 2 x 1 = 24 buah.. Sepertinya waktu itu udah semua kombinasi dicoba, tapi gak ada yang bener.. Akhirnya anak-anak pun menyerah.

Salmin : Jawabannya, Rumah tukang tidur
Anak2 : Ha?!? [Memandangi satu sama lain]

Sampai akhirnya ada yang nyeletuk,

Omar : Lho, minumnya mana??
Salmin : Teh botol sosro, wakaka…
Anak2 : Huuuu!!!!

Akhirnya si Salmin dijitakin anak-anak [ Hiperbola ]

Ada yang punya garingan lebih dahsyat???

h1

Liburan Kelas

Juli 19, 2007

Akhirnya, setelah diundur berkali-kali, saya jadi juga liburan ke dufan + Sumedang, bareng anak-anak kelas..
Jadwal berangkat sih jam 6.00, tapi saya udah tau pasti ngaret, dan ternyata BENAR! jadi saya dateng jam 7.00 kurang dikit, ternyata masih ada temen, “si raja setan”, ternyata dia harus kembali ke neraka, si cowok brengsek, belum dateng. Ditelepon, miss call terus. Ya udah, ditinggalin aja tuh setan.

Ah, pendek kata, setelah melalui perjalanan, kami kembali mengontak “si raja setan”, buset, ternyata setelah dihubungi, sekitar jam 10.00, dia baru bangun! Ah, tapi dia jadi ikut ke Sumedang.

Di dufan, katanya ada wahana baru neeh, yang namanya TORNADO, nah saya kan orangnya kalem2 aja tuh, naek halilintar juga masih bisa teriak2, “aseeek”, dan masih bisa excited. Tapi yang namanya TORNADO ini ya, ampun doro, diliat dari jauh sih kayak yang pelan, tapi pas udah mau giliran naek, deg2annya gila-gilaan! Naek halilintar aja kagak tegang. Oh ya, tips naik tornado : Jangan pasang muka sombong. Kenapa? Karena operator benci muka2 yang enggak tegang, bisa-bisa kita diputer2 tanpa henti. Sial, gara-gara saya teriak , “Nothiiiing”, jadi aja diputer oleh operatornya sampai empat kali! umumnya cuma tiga kali.. Tapi TORNADO ini bener2 seru deh, gak bisa diekspresikan dengan kata-kata, dan harus siap basah.. Kamu gak akan semual naik kora-kora, ataupun kicir-kicir, tapi tegaang banget bo! Jauh kalo dibandingkan dengan halilintar.. damai deh gak akan sombong lagi saya,..

Sisanya, yah, cuman replay aja, karena sebagian besar udah nyoba..

Semua selamat dari dufan, kami melanjutkan perjalanan ke Sumedang, namun, “si raja setan” tak berhenti menjadi akar dari segala masalah, buset, diminta nunggu di sekolah jam 22.00, baru dateng jam 23.30, dan berangkat saat pergantian hari. Kami sampai dan begadang ampe pagi,, biasalah anak-anak sekolah, kalo ngerumpi bisa sampe lupa waktu. Haha, kami maen di sungai, maen api unggun, dan bakar sate, lha, tapi boro-boro satenya abis, ternyata stock melebihi permintaan konsumen, jadi gak tau tuh sate nasibnya gimana sekarang..

Ah, tapi gak tau kapan yah, kita bisa ketemu temen-temen kita lagi setelah kita berpisah..

h1

Profil Guru

Juli 5, 2007

Berikut ini adalah profil sebagian guru, yang pernah mengajar saya :

Si Ell

Inilah orang yang paling kita benci, siapa lagi kalau bukan Ell. Dia dulu selalu membuat ulah. Sikapnya yang ganjen dan menyebalkan, membuat hampir seluruh siswa membencinya. Waktu itu seorang siswa kena getahnya. Peristiwa dimulai ketika salah seorang teman kita, “B” diminta untuk membaca puisi lagi, kali ini puisi karangan teman kita yang berjudul “Cape Deh”. Tetapi pada saat detik-detik terakhir, tiba-tiba Ell memanggil nama “E”. Sudah bukan rahasia lagi kalau “E” adalah siswa yang menjadi incaran keganjenan si Ell. “E” yang sedang tertidur pulas tentu saja langsung terkejut, dan bingung. Dengan keterpaksaan dia maju ke depan untuk membacakan puisi tersebut. Namun dasar memang “El” bodoh, ternyata dia salah memanggil nama. Ell keliru antara “B” dan “E”.

Entah memang karena kebodohan murni, atau maksud tertentu. Dasar Ell gob***.

Si Chol

Inilah wali kelas yang dicintai sebagian besar anak kelas, yah itu kalau kamu jago kimia, mungkin kamu bisa tahan ama celotehannya.. Tapi bagi anak2 yang kemauan belajarnya (baca : IQ) tiarap, yah setiap detiknya bener2 bikin jantung dagdigdug, karena sekali dipanggil ke depan, dan nggak bisa, kita bakal disemprot !!! Memang, sudah menjadi rahasia umum bila salah satu rekan kita, “B” telah resmi menjadi tumbal Si Chol dalam setiap pelajarannya. Perhatikan saja bila Si Chol sedang mengajar, nama “B” tidak pernah luput dari mulutnya. Bahkan, pada suatu hari, “B” sedang tidak berada di kelas, namun Ia tetap mendapat cemoohan dari Si Chol.

Marilah kita berdoa agar pihak yang tertindas mendapatkan kesabaran yang luar biasa dari cobaan yang sangat keras ini. Dan marilah kita juga berdoa agar pihak yang menindas mendapatkan hidayah dari yang Mahakuasa. Semoga beliau insyaf. Amin.

Pak Isis tercinta

Nah, inilah guru “dewa”, beliau menduduki kasta tertinggi dalam dunia persekolahan, beliau adalah guru favorit kami, anak-anak PoGem.. Beliau selalu memberikan kebebasan dalam kelas,.. Ketika siswa bosan, dengan senang hati beliau menghentikan proses belajar mengajar. Bahkan ketika hampir sebagian besar siswa bolos [hampir tiga per empat], beliau teteep adem ayem aja ngajar..

Salah satu bagian favorit kami adalah ketika beliau berkata, ”Yah, waktunya sudah habis”, padahal waktu masih menyisakan waktu sekitar lima belas sampai setengah jam. Bila beliau berkata seperti itu, kami pun langsung melambai-lambaikan tangan.. Pak Isis, anda lah guru sejati..

h1

Terbentuknya PoGem [Pojok Gembira]

Juli 5, 2007

Yahh, inilah salah satu gawean di kelas, waktu masih SMA, Terdapat sekelompok orang yang belajarnya gak bener, kerjaannya maen melulu, kerjaannya pokoknya hardolinre [baca pengantar]. Awalnya sih hanya main-main, tapi lama-kelamaan, kehidupan di sekolah udah bener2 bisa bikin orang-orang tadi meleleh..

Akhirnya PoGem terbentuk di salah saru pojok kelas, dengan kegiatan-kegiatan yang aneh, misalnya aja :

Ada guru, yang bener2 ****** , ah galak sih enggak, cuman kelakuannya itu loh, kayak kucing garong., sehingga dibentuk divisi yang sengaja dibentuk sebagai bentuk pertentangan atas guru itu..

Nah, selanjutnya : sampah. Sampah merupakan masalah yang sangat rumit, namun kami dapat menemukan solusinya, kami tinggal melemparkan sampah dengan gerakan tertentu, ke arah PoRun (Pojok Runtah[Sampah]), sehingga sampah menumpuk di PoRun. Namun ajaibnya, sampah tersebut keesokan harinya sudah hilang! Ternyata penjaga sekolah kami setiap hari membersihkan pojok tersebut, maaf ya pak..

Ada juga pojok mimpi ! Siswa tinggal mencari posisi yang wuenak dan memejamkan mata. Alhasil , Siswa akan menjadi lebih segar.. Namun, pemulihan energi akan berjalan dengan semestinya bila tidak ada gangguan dari pihak2 tertentu..