Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘kampusku’

h1

The Beatles – Revolution

Oktober 28, 2009

Sekarang lagi musimnya pergantian kepengurusan himpunan jurusan di kampusku, yang berarti akan ada calon ketua baru yang sekarang sedang melakukan kampanye melalui berbagai media di kampusku. Tentunya calon-calon tersebut ingin membuat sebuah perubahan kearah yang lebih baik, revolusi. Nah, ada lagu yang mengiang-ngiang di kepalaku nih tentang revolusi.. dari the beatles, judulnya revolution.

You say you want a revolution
Well you know
We all want to change the world

You tell me that it’s evolution
Well you know
We all want to change the world

But when you talk about destruction
Don’t you know you can count me out
Don’t you know it’s gonna be alright
Alright alright

You say you got a real solution
Well you know
We’d all love to see the plan
You ask me for a contribution
Well you know
We’re doing what we can

But when you want money for people with minds that hate
All I can tell you is brother you have to wait
Don’t you know it’s gonna be alright
Alright alright

You say you’ll change the constitution
Well you know
We all want to change your head
You tell me it’s the institution

Well you know
You better free your mind instead
But if you go carrying pictures of chairman mao
You ain’t going to make it with anyone anyhow
Don’t you know know it’s gonna be alright
Alright alright

h1

Motto

Juni 8, 2008

“ Don’t be evil “

Google’s Motto

 

Sewaktu bertukar buku perkenalan (dalam semacam acara ospek) di kampusku, saya melihat adanya permintaan untuk menuliskan sebuah motto. Muncul pertanyaan di benakku, “ Motto itu adalah aturan yang dipakai untuk hidup, hmm apa ya mottoku, yang membuatku mempunyai aturan dan batasan dalam hidup? “.

 

Namun, si pikiran bilang lagi, “ Ah, seberapa penting sih motto? Apakah moto harus terus dikumandangkan dalam hati setiap hari? Setiap saat? Masa iya motto harus sama terus.. “

 

Akhirnya Saya menuliskan motto yang berbeda-beda setiap kali bertukar buku perkenalan. Alih-alih menuliskan banyak motto yang bagus, saya malah menulis berbagai motto asal-asalan. Saya mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan memiliki motto tidak baik. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk membuat suatu motto hidup yang dapat saya pakai sebagai pedoman hidup.

 

Lihat-lihat dari buku perkenalan, ternyata motto yang dituliskan oleh teman-teman saya juga kebanyakan ngasal (berhubung ada tuntutan kuantitas dari panitia).

 

Saya coba melihat sumber lain, akhirnya saya melihat bahwa motto google pun sangat sederhana :

 

“Don’t be evil”

 

Lalu, saya pun berujar : “ Hei, ayolah, motto teman saya juga lebih bagus dari motto kalian! “

 

Namun, sesaat itu pula saya langsung berpikir,

 

Don’t be evil, don’t be evil. Jangan jahat, jangan jahat. Orang jahat tidak berbagi, tamak, dan rakus. Berarti, orang baik merupakan kebalikan dari orang jahat. Dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jahat adalah orang yang dapat berbagi banyak hal. Dalam hal ini, google adalah search engine yang dapat berbagi banyak hal yang berguna bagi manusia.

 

Berarti google menjalankan motto mereka, don’t be evil.

 

Jawabannya pun saya temukan : dalam membuat motto tidak diperlukan kalimat yang dahsyat ataupun spektakuler. Hal yang penting dalam membuat motto adalah keberanian kita untuk menjalani motto tersebut.

 

Akhirnya saya kembali membuka buku perkenalan, dan melihat motto teman-teman saya. Bagus juga.

h1

American Corner Opening,,

Februari 19, 2008

Hari ini saya diajak oleh teman saya, untuk pergi ke american corner di kampusku. Di American Corner, yang terletak di dalam perpustakaan, ada lounge yang nyaman untuk membaca buku. Sebagian besar buku merupakan buku yang berbahasa inggris [atau amerika yah?], rata-rata berbau sejarah amerika. Namun, bukan itu tujjuan utama saya. Saya teringat layar besar yang selalu menghantui mimpi-mimpi saya :D ..

IMac

IMac

IMac!!!

Ternyata, akses komputer ini bisa digunakan secara gratis, tis, tis. Lengkap denga fitur internet, saya ngeblog langsung di tempat..

So, bila di kampus/sekolah kalian semua belum ada, segera protes ke rektor/kepala sekolah kalian masing-masing,,

Kalau udah kerja mah, beli sendiri atuh…

h1

Menghancurkan kesenangan orang lain

Februari 12, 2008

Saya sedang berada di kampusku, menempuh perjalanan pulang. Nah, pada saat perjalanan itu, saya bertemu teman saya yang pada saat itu sedang sumringah [sangat-sangat gembira, kelihatannya]

Her : “Leeees!!! Sini-sini, ku bisikin sesuatu”

Me : “Wokey, ada apa?”

Her : “Tadi, ku diajak si **** main,, senengnya!”

Nah, berhubung saya juga diajak oleh si **** untuk main, saya bilang

Me : “Lha, saya juga diajak.”

Her : “Haaah!?”

Sekarang mimic wajahnya agak berubah kecewa, hihihi jadi lucu mukanya. Tanpa maksud apa-apa, saya bilang lagi

Me : “Main di daerah *** kan? Tadi ku diajak rame-rame sama temennya juga”

Her : “Hiiii! Udah sana-sana, bikin orang gak jadi seneng aja!” [bercanda]

Me : “Hahaha, sori yak!”

Her : “Ya udah, kamu mau ke sana ga? Ikut dong, biar bareng..”

Lupa sudah menghancurkan kesenangannya, saya bilang lagi :

Me : “Kagak ah, malessss…” [Sambil terus jalan]

Nah, sekarang saya minta maaf, lewat blog dulu, besok baru lewat lisan secara langsung.

h1

Menyontek di sekolah…

Februari 5, 2008
Cheating at School

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh salah satu situs favorit saya Gamefaqs, ternyata pengguna internet di dunia cukup jujur, hahaha…

Bukan, bukan itu poinnya. Ternyata kecenderungan untuk menyontekitu sangat-sangatlah besar. Berdasarkan polling, ternyata sekitar 75% orang sudah pernah menyontek. Dan sekitar 90% orang tergoda untuk menyontek..

Nah, berdasarkan tulisan di kampusku,

Menyontek dan Menitip Absen adalah benih-benih korupsi

Menyontek udah [dulu, di kampus sih enggak], Nitip Absen sering [nah ini dia kegemaran saya]. Benarkah saya akan menjadi koruptor?

Belum tentu. Jawabannya adalah tergantung kepada sistem yang diterapkan.

Sewaktu saya SMA, sistem yang ada sangat memungkinkan saya untuk menyontek, juga menitip absen. Guru yang tidak kompeten, serta sistem absensi yang lemah, serta banyak faktor lain menyebabkan hal-hal tadi. Selain itu, pada saat SMA, kecenderungan untuk bersenang-senang semaking banyak karena raging hormon, berdampak pada kemalasan belajar hingga akhirnya menyontek dan menitip absen.

Kuliah? Di kampusku, sistem ujiannya cukup bagus, sehingga kemungkinan untuk menyontek sangat sulit. Nah, sayang sistem absensinya masih lemah [pada beberapa dosen.]

Nah, jadi sangatlah sulit untuk memberantas korupsi jika kita hanya meninjau pemimpin atau pihak-pihak tertentu. Hal ini disebabkan oleh godaan akan selalu datang pada orang yang mempunyai kekuasaan. Lambat laun, orang yang mempunyai kekuasaan akan tergoda juga.

Timbul lagi pertanyaan, Bagaimana menciptakan sistem anti korupsi?

yah, minimal agar tidak seperti negeriku deh,,

h1

Kembali kuliah

Februari 4, 2008

Pers : Gimana perasaannya mas bisa kembali kuliah?

Me : Biasa saja mas, bahkan sebenarnya saya malas untuk kembali kuliah.

Pers : Kenapa bisa malas mas? Kampusnya mas kan terbaik di Indonesia?

Me : Iya ya? Tapi I don’t think so, I think semua kampus itu sama aja. [cinta laura style :D ]

Pers :  OK deh kalau begitu. Tapi, kalau malas terus mau jadi apa mas?

Me :  Oh,, maaf saya masih ada kuliah,, no comment.