Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Indonesia’

h1

Kapan Indonesia bisa ke EURO ?

Juni 17, 2008

Lho? Indonesia kan negara asia?!

 

Saya teringat ketika Saya masih kecil, ada iklan yang menayangkan Dik Doank sedang melamun dan mengucapkan, “ Kapan yaa, indonesia bisa masuk piala dunia? “, saya juga sempat bertanya-tanya mengapa Indonesia yang memiliki 250 juta orang (and counting of course), tidak mempunyai 11 pemain sepakbola yang mampu menembus Piala Dunia. Sebenarnya apa yang salah? Pembinaan kah? Atau memang sepakbola bukanlah gen bangsa Indonesia?

 

Udahlah, Indonesia mah maen bulu tangkis aja, gak usah main bola

 

Sepertinya ‘gen’ tidak bisa dijadikan alasan. Buktinya, kita tahu bahwa untuk pemain berumur 12 tahun dari indonesia memiliki prestasi yang cukup mumpuni, misalnya di danone nations cup.

 

2005 : Peringkat 11 dunia dari 32 negara

 

• The Best Attack Team

Memecahkan gol terbanyak sepanjang sejarah DNC, yaitu sebanyak 24 gol

 

• Top Scorer

Irvin Museng dengan 10 gol, dan karena prestasinya tersebut Irvin dipanggil untuk bergabung dengan AJAX Amsterdam Junior

 

2006 : Peringkat 4 dunia dari 32 negara

 

• The Best Defense Team

hanya kebobolan 1 goal selama World Final        

 

Untuk membuktikan apakah bangsa indonesia mempunyai bakat di bidang sepakbola, saya jalan-jalan (sebenarnya gak sengaja lewat) ke Saparua Dome (plesetan dari Sapporo Dome), tempat yang apabila kering menjadi gurun pasir dan apabila hujan menjadi kolam, untuk menonton anak-anak berusia sekitar 14 tahun bermain bola.

 

Foto-foto :

 

pic-maen-bola

Menurut analisis saya, (pura-pura jadi komentator yang ngerti bola)

 

Pada anak umur 14 tahun, ada beberapa anak yang memiliki teknik menonjol misalnya juggling yang sudah advanced dan kontrol bola yang manis. Tentu saja teknik merupakan hal yang krusial dan anak-anak kita mempunyai hal tersebut , tetapi sayangnya mereka masih belum matang dalam permainan. Misalnya, ketika ada rekannya yang kosong, pemain malah memilih untuk membawa bola sendiri dan akhirnya bola dapat direbut, atau mereka belum mengerti kapan harus menyerang atau bertahan. Padahal, yang membedakan antara pemain kelas satu dan pemain kasta bawah adalah mental pemain.

 

Tentunya kita menyadari perbedaan yang muncul ketika kita melihat permainan timnas indonesia dan timnas kelas dunia. Dalam menyusun permainan, pemain indonesia selalu terlihat ‘rusuh’ dan tidak terstruktur.

 

Dibuang Saja! Salah Pengertian! Maksudnya Baik! Melambung di atas mistar gawang!

Mungkin dari segi teknik kita tidak terlalu kalah, namun kita benar-benar kalah ketika bermain sebagai tim. Nah, ini menandakan kalau pembinaan kita salah pada umur sekitar 14-17 tahun. Seharusnya, pada umur segini, pemain mendapatkan tempaan berupa pertandingan rutin dan taktik, karena pemain telah mempunyai teknik dasar yang baik.

 

Saya tidak punya kekuatan, siapa yang punya kekuatan untuk memaksimalkan pembinaan pada umur tersebut? Yang pasti harapan kita bukan pada Halid.

 

Bakat sudah ada, tinggal poles saja oleh pelatih berkualitas. Ya toh?

h1

American Corner Opening,,

Februari 19, 2008

Hari ini saya diajak oleh teman saya, untuk pergi ke american corner di kampusku. Di American Corner, yang terletak di dalam perpustakaan, ada lounge yang nyaman untuk membaca buku. Sebagian besar buku merupakan buku yang berbahasa inggris [atau amerika yah?], rata-rata berbau sejarah amerika. Namun, bukan itu tujjuan utama saya. Saya teringat layar besar yang selalu menghantui mimpi-mimpi saya :D ..

IMac

IMac

IMac!!!

Ternyata, akses komputer ini bisa digunakan secara gratis, tis, tis. Lengkap denga fitur internet, saya ngeblog langsung di tempat..

So, bila di kampus/sekolah kalian semua belum ada, segera protes ke rektor/kepala sekolah kalian masing-masing,,

Kalau udah kerja mah, beli sendiri atuh…

h1

Menyontek di sekolah…

Februari 5, 2008
Cheating at School

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh salah satu situs favorit saya Gamefaqs, ternyata pengguna internet di dunia cukup jujur, hahaha…

Bukan, bukan itu poinnya. Ternyata kecenderungan untuk menyontekitu sangat-sangatlah besar. Berdasarkan polling, ternyata sekitar 75% orang sudah pernah menyontek. Dan sekitar 90% orang tergoda untuk menyontek..

Nah, berdasarkan tulisan di kampusku,

Menyontek dan Menitip Absen adalah benih-benih korupsi

Menyontek udah [dulu, di kampus sih enggak], Nitip Absen sering [nah ini dia kegemaran saya]. Benarkah saya akan menjadi koruptor?

Belum tentu. Jawabannya adalah tergantung kepada sistem yang diterapkan.

Sewaktu saya SMA, sistem yang ada sangat memungkinkan saya untuk menyontek, juga menitip absen. Guru yang tidak kompeten, serta sistem absensi yang lemah, serta banyak faktor lain menyebabkan hal-hal tadi. Selain itu, pada saat SMA, kecenderungan untuk bersenang-senang semaking banyak karena raging hormon, berdampak pada kemalasan belajar hingga akhirnya menyontek dan menitip absen.

Kuliah? Di kampusku, sistem ujiannya cukup bagus, sehingga kemungkinan untuk menyontek sangat sulit. Nah, sayang sistem absensinya masih lemah [pada beberapa dosen.]

Nah, jadi sangatlah sulit untuk memberantas korupsi jika kita hanya meninjau pemimpin atau pihak-pihak tertentu. Hal ini disebabkan oleh godaan akan selalu datang pada orang yang mempunyai kekuasaan. Lambat laun, orang yang mempunyai kekuasaan akan tergoda juga.

Timbul lagi pertanyaan, Bagaimana menciptakan sistem anti korupsi?

yah, minimal agar tidak seperti negeriku deh,,

h1

Farewell, Mr. Ex-President !

Januari 28, 2008

Sebagai manusia yang menghabiskan masa bocah di bawah kepemimpinan Pak Harto, saya tidak begitu mengerti apa yang telah dilakukan oleh Pak Harto. Kesan yang saya dapatkan sewaktu saya kecil tentang Pak Harto sangatlah buruk, yakni pemimpin korup yang didesak oleh mahasiswa [ rakyatnya sendiri ] untuk turun.

Setelah berkembang dewasa, saya menyadari bahwa dampak yang ditimbulkan oleh masa kepemimpinan Pak Harto sangatlah besar, baik yang berdampak positif maupun dampak yang menimbulkan banyak kontoversi.

Saya hanya bisa mendoakan semoga Pak Harto diterima di sisi-Nya, dan mendapatkan ganjaran yang sebanding dengan jasa dan perbuatannya kelak.

h1

Coba Indonesia punya ‘South Park’

Januari 21, 2008

 

South Park

gambar dari sini

I’m gonna to the south park and gonna have myself a time

Pretty faces everywhere, humble folks without temptation …

 

Kalau saya diminta untuk mengajukan satu film animasi yang ‘tersinting’, saya akan mengajukan nama South Park. Bagaimana tidak, kartun ini berani mengkritik bangsanya sendiri dengan cara-cara yang ekstrem. Mulai dari persoalan sederhana di sekolah, hingga artis ternama seperti Paris Hilton, Matt Damon, dll.

Hebatnya, serial kartun ini mendapatkan respon yang luar biasa, hingga mampu bertahan hingga 11 musim dan akan terus bertambah [i hope so :D ]. Inilah kekuatan media yang sebenarnya, menurut saya. Dan bangsa yang dibenci oleh ‘banyak’ orang Indonesia, Amerika telah menggunakannya.

Sementara kita lihat di Indonesia tercinta, tayangan Republik BBM, Republik Mimpi, yang memberikan kritik berupa humor cerdas saja pada awal penayangannya mendapatkan kritik dari pejabat pemerintah. Namun, Republik mimpi masih bertahan hingga sekarang.

Tetapi, republik mimpi bukanlah kartun. Saya pikir, Benny dan Mice merupakan kartun yang dapat mewakilkan ’southpark’-nya Indonesia, selain kritik disampaikan dengan cara yang pas dengan kultur indonesia, juga dapat menghibur,,

Maju terus Benny dan Mice!!!

h1

Teman di Malaysia

Januari 12, 2008

Bukan, ini bukan post yang berkaitan dengan budaya Indonesia yang “dicuri” oleh Malaysia, seperti ini, itu, dan lain-lain Kemarin, saya mengobrol dengan teman sekelas sewaktu saya SMA. Sama seperti saya, teman saya ini bisa dibilang sebagai bright kid [males, tukang tidur, main, pacaran, nilai sekolah gak bagus-bagus amat, sering dimarahi guru, hehe…]. Bahkan, teman saya yang satu ini disebut sebagai biangnya virus malas dan ngantuk. Kalau melihat dia, rasanya kita jadi ikut-ikutan ngantuk, hihi

Ok, cukup latar belakangnya.

Ternyata rekan saya yang satu ini kuliah di APIIT, Malaysia, jurusan IT Business. Kira-kira, beginilah obrolannya :

Me : Wah, jadi udah belajar apa aja nih? Kalau di sini sih masih mirip-mirip SMA gitu deh.. Kalkulus, Fisika, Kimia, hoeek..

Him : Kalau bab-bab awalnya sih masih mirip-mirip SMA, tapi ke sana-sana udah masuk VB.Net, di sana juga dah belajar Microsoft Visual Studio kan?

Me : [Kaget! Sama sekali enggak ngerti dia ndobos apa.] Oh, ya, ya, Visual Studio, bisa untuk bahasa pemrograman juga kan? [kebetulan kakak suka pake program ini.] Oh, iya by the way, memangnya ada berapa pelajaran di sana?

Him : Ada 3.

Me : [Kaget! Lagi!] Waduh?! Cuman tiga??? Apa aja?

Him : [dia menyebutkan nama matakuliah dalam bahasa inggris, saya lupa namanya, tapi ada hubungannya dengan bisnis dan pemrograman] Tapi kalau di sini, satu tahunnya ada tiga semester. Kalau di sana ada berapa pelajaran ?

Me : Mantabs. Tambah pinter aja kamu. Di sini ada 7 pelajaran. Muntah darah bisa-bisa.

Him : Haha, iya inget juga waktu belum ke sini, masih kuliah di ***** [sebaiknya saya sensor], ku dapet 10 matakuliah, pusing banget !  Di sini diajarin dulu dari yang simpel, jadi semua orang  kayaknya bisa ngerti.

Me : [Tadinya mau ngajak untuk kerjasama di masa depan, tapi saya rasa terlalu dini, wong saya belum bisa apa-apa, malu bisa kalah sama teman lama, hihi…] Oh iya, kuliahnya pakai bahasa inggris ya?

Him : Iya nih, ada tugas pula untuk presentasi, pakai bahasa inggris. Pusing.

Me : Lulus berapa tahun lagi?

Him : 3 tahun, kalau gak ngulang, :D

Me : Haha, kamu masih juga ya….

[Selanjutnya hanya pembicaraan tentang hal lain yang pribadi, hihi…]

Di saat saya masih berkutat dengan tahun  pertama saya dengan kalkulus, fisika dan kimia, dia sudah selangkah lebih maju. Entah sistem pendidikan mana yang lebih unggul, Indonesia [kampusku], atau Malaysia [kampusnya].

Lucu juga, mengingat waktu SMA saya membayangkan masa depan kami yang suram, sementara sekarang, setidaknya kami sudah punya pijakan untuk masa depan, meskipun masih buram, hihi

Sepertinya teman saya yang satu ini memang bright kid. Dia udah tau kalau sebaiknya masa SMA [remaja] memang harus digunakan untuk bersenang-senang. Peduli nilai anjlok atau dimarahi guru. Yang penting, hati senang. Semalas-malasnya di sekolah, yang penting punya mimpi.

I’m not exhausted anymore! Siap belajar ! Masa  kalah  sama teman di  Malaysia???