Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Football’

h1

PSSI dipimpin Nurdin Halid, mati?

November 2, 2007

Siapa sih yang enggak bersorak gembira ketika timnas sepakbola Indonesia mencetak kemenangan di piala asia 2007 kemarin di stadion gelora bung karno? Atau ketika Elie Aiboy mencetak gol indah? Bahkan temenku yang gak begitu tertarik sepakbola bisa merasakan passion’ sepakbola. Ingat kan sewaktu satu stadion bergemuruh meneriakkan satu nama, Indonesia .

Perlu diingat juga ketika itu pengurus PSSI sudah diprotes keras, bahwa rakyat sama sekali tidak pernah mendukung PSSI yang didalangi oleh pengurus yang mengaku-ngaku sebagai pejuang sepakbola. Rakyat cinta timnas, tapi tidak cinta PSSI.

PSSI memang tidak punya cinta, apalagi rasa malu. [ Visinya mungkin keren, tahun 2020 Indonesia menjadi kekuatan nomor satu asia. Tapi realisasi? Pelatihan? PSSI tetap saja berharap dengan metode instan.] Saya sebagai rakyat Indonesia saja malu, ketika ketua umum PSSI, Nurdin Halid yang sudah keluar masuk bui tetap dipercaya, bahkan dibela untuk memimpin [untuk periode 2007 - 2011] PSSI. Sesuai kode etik FIFA,seseorang yang terbukti terlibat kriminal, ataupun sedang menjalani hukuman penjara, sangat tak layak memimpin organisasi seperti PSSI. Jadi inget teori yang disampaikan senior teman saya :

Ketika sebuah sistem kepemimpinan terbentuk dan memperoleh kekuasaan, baik organisasi maupun pemerintahan, orang-orang di dalam organisasi tersebut akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan tersebut, dengan segala cara

[out of talk : masih inget kan waktu pilkada Jakarta kemarin, sebagian besar parpol mendukung orang yang memang sudah mempunyai posisi, kalau parpol tersebut mendukung calon yang lain, mereka takut kehilangan kekuasaan]

Sepakbola mengajarkan nilai nilai moral, antirasisme, fair play, dll. Tapi apa yang dilakukan PSSI benar-benar mengkhianati nilai-nilai tersebut. Lihat kasus ini :

Seorang Komite Eksekutif PSSI, mengatakan bahwa pihaknya tidak terikat dengan kode etik FIFA, nah padahal dalam pedoman dasar PSSI pasal 5 ayat 9 dengan jelas menyebutkan bahwa setiap pengurus PSSI harus memahami kode etik FIFA! Nah?

Oke, sekarang begini, kalau pengurus PSSI, masih ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya, mungkin bisa, tapi coba tolong tinjau dengan nilai moral. Bayangkan timnas kita tidak bisa ikut kejuaraan Internasional. Bambang Pamungkas dkk. tak bisa mencicipi kualifikasi Piala Dunia. Cornelius Gedy dkk. tidak ikut Sea Games. Lha, terus kerjaan PSSI apa?

Sepertinya pemerintah perlu turun tangan. Walaupun PSSI badan independen, PSSI tetap membawa martabat bangsa melalui sepakbola, olahraga paling populer di dunia. Kalau PSSI masih dipimpin orang-orang yang tidak berkulitas dan tidak memiliki passion di bidang sepakbola, sepakbola Indonesia tidak akan maju. Tolong, saya ingin seumur hidup saja dapat menyebut nama Indonesia dengan bangga.

Ditulis dengan bantuan Koran Kompas, bandrek, dan seperangkat komputer.

Gambar dari Pro Evolution Soccer 2008™, tapi muka asli, haha..

 

h1

Sabtu ini, EPL [Liga Inggris] LIVE on Lativi!

September 27, 2007

Benar ! EPL Live di Lativi! [walaupun hanya dua pertandingan, baik live maupun langsung...]. Waktu tadi pagi nonton berita di Lativi sebenarnya baru kali ini saya nonton berita di lativi ternyata isinya tentang penandatanganan perwakilan lativi dengan [bukan astro deh kayaknya] perwakilan ESPN..

I wonder which match will be broadcasted?

h1

Kabar Gembira bagi Pecinta EPL???

September 13, 2007

“Mulai bulan depan. EPL balik ke TV non bayar lagi.terus TV kabel yang laen dan punya channel ESPN ama Star juga dapet haknya kembali.”

Waduh? Bener gak nih?? Temenku bilang kayak gitu… Tapi kalau lihat berita ini, pantes juga kalau kita udah siap-siap senyum… Astro udah didemo gila-gilaan… Makanya, Terus Berdoa :)

h1

I love EPL ! jangan pergi..

Agustus 8, 2007

Oh my god!

Lemesnya bukan maen waktu denger EPL [ English Premier League ] udah gak gratis lagi.. TRANS 7 Sebagai penyiar musim lalu, kagak mau nerusin. Selain itu, sempat muncul nama Lativi, namun itu juga belum pasti. ( baca ).. Ya iya lah katanya ( gosip-gosip ) biaya kontraknya US$50 juta untuk tiga musim !!! Kalo serie A udah lumayan ilang pamor, tapi tetap ada di hatiku ( ayo Milan ).. Kayaknya sih rugi berat, taun kemarin aja full sponsor dari super soccer ( djarum ) masih lum bisa nutupin..

Buat rakyat biasa kaya saya ( yang udah biasa nonton TV gratis tis tis ), agak aneh juga kalau harus beralih ke pay-TV ( kalo di Indonesia tuh yang nyediain Astro )..

Ah jaman gini, lama-lama buat masuk mal juga bisa-bisa bayar..

Please orang-orang kaya di Indonesia, hehe sponsorin yah.. Biar bisa nonton gretongan..

h1

Younes Pemain Terbaik AFC Asian Cup 2007

Juli 30, 2007

Akhirnya, AFC Asian Cup 2007 telah selesai. Iraq menjadi juara, dengan membuat kejutan meruntuhkan tim-tim favorit, misalnya Australia dan Jepang. Walaupun negeri mereka sedang tercabik-cabik karena perang, namun hal itu malah memberikan spirit yang luar biasa pada tim nasional sepakbola Iraq. Dan saya menemukan sosok yang saya akui sebagai figur yang dihormati, yaitu kapten tim Iraq, Younes Mahmoud [ atau juga Younes Khalef ]. Ia mengawinkan gelar pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak di AFC Asian Cup 2007. Tentu ini bukanlah hanya sekedar keberuntungan belaka. Ia memang sudah terkenal dengan ketajaman dan naluri gol yang tinggi. Selain itu, ia dapat membangkitkan semangat, serta memberi inspirasi bagi rekan-rekannya. Lihat saja bagaimana Ia melakukan pressing terhadap pemain belakang lawan, yang dapat menghasilkan lemparan ke dalam ataupun berhasil merebutnya. Selain itu dia juga memenuhi syarat pesepakbola ala amerika latin, yaitu gambeta. Ia juga cerdik mengelabui lawan, tapi yang kemarin gagal, ketika ia pura-pura disikut, ia menghasilkan kartu kuning untuk lawan, tapi ia sendiri juga dapat. Kalau di timnas kita, walaupun kapten kita skillnya bagus dalam mengatur permainan, masih temperamental, kurang dapat mengendalikan emosi.

Namun kelemahannya adalah mengatur ritme permainan sehingga kehabisan stamina. Ketika di bagian akhir permainan, ia mendapatkan peluang emas, ia malah melambungkan bolanya ke atas, dan gagal mencetak tambahan gol. Kalau di timnas kita mungkin Elie Aiboy, pemain dengan skill tinggi, tapi staminanya loyo..

Coba kita bandingkan dengan kandidat pemain terbaik lainnya, si sniper, Yasser Al Qahtani. Harus diakui, penampilannya di final sangatlah di bawah form-nya. Kita tidak melihat aksinya yang memukau, hanya sebuah dribel yang berakhir dengan tembakan sniper yang melambung ke atas, super ngawur. Tapi tenang, di timnas kita juga banyak yang seperti itu..

Ah, di luar itu saya mengucapkan terima kasih kepada panitia lokal AFC Asian Cup 2007 Indonesia, yang telah menyelenggarakan kejuaraan dengan cukup baik, di luar masalah mati lampu di Gelora Bung Karno Stadium, dan pesta kemenangan yang ala kadarnya. Dan selamat juga timnas, telah menumbuhkan antusiasme di benak masyarakat, yang sempat hilang.. Tapi jangan merasa menang dulu, karena kita belum meraih apapun..

h1

Secercah Harapan.

Juli 15, 2007

Indonesia! dung gung gung gung gung!

Sempet cemas juga kemarin, karena indonesia kalah ma saudi arabia via sebuah perjuangan yang heroik.

Namun ternyata, Bahrain yang dikalahkan oleh indonesia mampu menundukkan Korea Republik.

Ayo dukung Indonesia agar mendapatkan hasil terbaik!