Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Engineering’

h1

Padi dan Kapas

Juli 12, 2009

Kali ini saya menulis tentang bidang yang seharusnya saya geluti, engineering. Harus diakui, bahwa sense of engineering yang dimiliki oleh mahasiswa sekarang (setidaknya saya sendiri) sudah sangat berkurang. Bisa dihitung dengan jari orang-orang yang memiliki kecintaan mendalam pada bidang engineering di setiap jurusan : sudah sangat berkurang. Sisanya, hanya orang-orang yang numpang lewat, sekedar mencari nilai, ataupun salah jurusan.

Kalau di masa silam, untuk mencari sebuah datasheet (informasi) tentang IC membutuhkan perjuangan yang sangat hebat dan membanggakan jika memilikinya, kini datasheet dapat dicari dengan mudah melalui search engine di internet, secara cuma-cuma : sebuah kemudahan yang dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Sebuah lompatan besar untuk mendapatkan informasi, yang seharusnya juga dapat membuat lompatan lain yang lebih besar!!!

Sudahkah kita membuat lompatan besar?

Read the rest of this entry ?

h1

Pentingnya Angka dalam Engineering

November 4, 2007

 

Angka

Kehidupan engineers penuh angka. Engineers cenderung untuk membuat sesuatu dalam bentuk model matematika, yang juga dalam angka. Nah, tentunya dalam menulis angka serta mengomunikasikannya, harus terdapat suatu notasi standar yang disetujui secara internasional.

Begini cara penulisan yang disetujui : tiga angka berurutan dipisahkan dengan spasi, dan angka desimal [lebih kecil dari satu] ditulis dengan menggunakan titik. [bandingkan dengan kita yang umumnya menggunakan titik untuk setiap tiga angka dan koma untuk angka desimal]. Misalnya : 7 400.5 [tujuh ribu empat ratus koma lima]

Tapi kalau banyak angka di belakang nol? Nah kita bisa menggunakan notasi scientific.

Misal : tetapan avogadro = 6.0221367 x 1023

Analisis Kesalahan Pengukuran [Simple Error Analysis]

 

Misalnya kita mengukur benda dengan penggaris. Tentunya kita dapat dengan sangat mudah untuk memberikan suatu nilai. Tetapi apakah nilai yang kita berikan itu benar-benar pasti? Tentunya tidak. Akan ada kesalahan dalam pengukuran, yang disebut dengan ketidakpastian. Mungkin saja kita dapat menggunakan alat ukur yang lebih akurat, misalnya jangka sorong atau milimeter sekrup. Alat-alat tersebut tetap saja akan menghasilkan ketidakpastian. Yah, mungkin kalau hanya benda-benda kecil tidak akan terasa terlalu penting, namun apabila kita mengukur sesuatu yang membutuhkan ketelitian tinggi [misalnya microchip] kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

 

Ketika kita mengukur sesuatu, muncul berbagai masalah. Misalnya :

 

Akurasi : Seberapa banyak sih angka yang didapatkan yang benar, bebas dari kesalahan?

 

Presisi : Seberapa banyak jawaban yang didapatkan sama?

 

Kesalahan Acak : Ketika kita mengukur benda berulang-ulang, sangat mungkin untuk mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Bisa saja sudut pandang kita berubah, atau acuan yang berubah menyebabkan hasil pengukuran berubah-ubah.

 

Kesalahan Sistematik : Pengukuran yang dasarnya salah. Misalnya dalam pengukuran tekanan udara menggunakan barometer, tentunya ada pengaruh suhu dan ketinggian yang membuat pengukuran menjadi tidak akurat. Untuk memperbaiki kesalahan ini, kita dapat menggunakan faktor koreksi.

 

Ketidakpastian : Hasil dari pengukuran yang memiliki kesalahan acak, kurang presisi. Dapat ditulis menggunakan dalam perbandingan ataupun persentase.

 

Kesalahan : Perbedaan antara hasil yang didapatkan dengan jawaban yang sesungguhnya.

 

Angka Penting [Significant Figure]

 

Dalam menulis angka laporan, angka penting yang kita gunakan bergantung pada sebaik apa kita mengetahui angka tersebut. Untuk sebuah angka perkiraan, cukup satu atau dua angka penting, namun untuk alat yang akurat kita bisa mencantumkan sampai banyak angka penting. Angka tersebut haruslah akurat, walaupun mungkin saja memiliki kesalahan.

 

Jangan lupa dalam pembulatan angka [0-4 abaikan,5-9 bulatkan ke atas], kita hanya membulatkan suatu angka yang merupakan hasil akhir. Jika kita membulatkan angka dalam suatu proses, akan muncul suatu error, yakni kesalahan pembulatan.

 

That’s all about numbers in engineering

 

Bingung? Seru? Gak Penting?

 

*again, tugas dari mata kuliah Konsep Teknologi, dosen Pak Budi Rahardjo.