
Kehilangan Rasa Takut
November 24, 2009Baru sadar nih, entah kenapa akhir-akhir ini saya tidak bisa merasakan beberapa hal yang dulu sangatlah menarik perhatian saya.
Misalnya, ketika saya masih berada pada titik-titik awal pendidikan : saat SD/SMP saya gak bisa ngerjain ujian, biasanya akan ada kekecewaan ataupun kesedihan mendalam saat ujian nge-blank. Nah, sekarang? Mau ada ujian besok juga, perasaan panik itu hilang entah kenapa. Entah kenapa gak ada dorongan rasa takut atau apapun yang bisa memaksa saya untuk belajar.
Selain itu, kalau dulu saya ragu untuk maki-maki orang ataupun mencela orang yang salah, sekarang entah kenapa perasaan itu udah hilang. Sekarang, saya gak ragu untuk mengucapkan sesuatu yang mungkin menyakiti orang lain.
Apa yang terjadi yah? Saya sendiri bingung. Apakah mungkin ini semua terjadi pada semua orang yang bertambah tua? apakah ketika kita bertambah tua akan banyak hal-hal dan perasaan yang akan kita lupakan?
Saya sendiri saat ini berusaha untuk mempertahankan perasaan tersebut, dan berharap bertambah tua tidaklah seburuk itu. Saya ingin bisa takut lagi, takut ketika dunia ini tidak bekerja seperti yang saya inginkan, ataupun takut ketika orang lain tersakiti, oleh orang yang tidak memiliki perasaan.







Personality Disorder | Rating
Paranoid: Low
Schizoid: Moderate
Schizotypal: Moderate
Antisocial: High
Borderline: Low
Histrionic: Moderate
Narcissistic: High
Avoidant: Low
Dependent: Low
Obsessive-Compulsive: Moderate
menurutku gara2 kita terlalu sibuk ama kehidupan ini dan terlalu banyak hiburan . .
“karena sesungguhnya derita itu sungguh nyata, namun kesibukan dunia dan entertaintment membuat kita lupa”
menrutku sih gitu . .
makanya kita perlu refrshing, jalan2, ato pulang kampung berdiam diri sejenak, rehat dari dunia ini . . .
kalo sekarang refreshing sebenernya udah sering lung, begitu juga di masa silam. Bedanya, waktu kecil sering merasakan panik dkk.
pengennya sih bisa merasakan ketakutan itu lagi..
kayaknya semua anak kecil juga gitu y . . hm . .
ya gatau ya, mungkin karena semakin banyak yg kita ketahui, jadi semakin banyak jg sebab-akibat yang kia tahu dan paham . . . jadinya takut cuma sekedar kata, bukan rasa . . . karena mental kita udah siap untuk menerima dan merasakannya . . . gatau juda deh . . .
iya ni, kalo ada ujian jadi santai. mau belajarnya kalo orang laen udah mulai heboh baru mulai.