Arsip untuk Mei, 2008

h1

Lestiatmo Award

Mei 26, 2008

Lestiatmo Award…

I am not going to thank anybody—because I did it all myself. “

Spike Milligan

Setahun kuliah di Institut Teknologi, saya mulai merasakan berbagai hal yang sangat-sangat berbeda dengan hal yang saya rasakan di bangku sekolah (SMA). Salah satunya adalah kedekatan antara pelajar dengan pengajar, dalam hal ini mahasiswa dengan dosen. Dosen seperti seseorang yang lebih professional, dalam artian tidak memiliki hubungan yang intim dengan mahasiswa. (halah gombal)

Meskipun demikian, pengajar tetaplah seseorang yang mempunyai karakteristik khusus, oleh karena itu saya ingin memberikan penghargaan khusus kepada para dosen yang telah menemani tahun pertama saya di institut teknologi.

Langsung saja, dalam penghargaan ini ada empat kategori :

Dosen Killer, Dosen Terfavorit, Dosen Tercinta, Ms. Perfect

Pertama, Dosen Killer

Selayaknya penghargaan ini saya serahkan pada Pak Rah*** (takut ngelanggar hukum euy, bisi dituntut), pengajar fisika, karena atas jasanya saya menjadi orang pertama yang dikeluarkan dari kelas. Selain menerapkan gaya-gaya yang berkesan arogan, dosen ini pun suka menunjuk orang yang bergaya seperti orang tidur ataupun yang sedang bersosialisasi. Kemudian, bila orang yang ditunjuk tersebut tidak bisa menjawab, maka nama dan NIM nya akan dicatat, untuk diproses lebih lanjut.

*saran saya untuk dosen ini : jangan ngobrol di kelas. Titip absen saja, hihihi…

Dosen Terfavorit

Salah satu dosen yang menginspirasi adalah dosen concepts of engineering, Pak Budi Rahardjo. Kesan pertama yang dibuat olehnya sangat-sangat bagus, sehingga mahasiswa benar-benar tertarik untuk mendalami engineering lebih lanjut. Dengan pembawaan diri dan kepercayaan diri yang tinggi, Pak BR selalu menjadi pusat perhatian di kelas. Selain itu, materi yang diberikan di kelas tidaklah hanya keilmuan to’, tetapi juga tentang keadaan kampus sebenarnya, keadaan pembelajaran di dunia, dan ada nontonnya juga loh!

*wah sayangnya english lecture nya belum terealisasi pak…

Dosen Tercinta

Salah satu dosen yang benar-benar saya cintai adalah Pak Noorsalam, dosen pengetahuan lingkungan. Memang, pelajaran pengetahuan lingkungan dianggap sebagai suatu pelajaran yang sepele, tetapi dosen ini bisa membuat saya mencintai pelajaran ini. Kenapa? Karena saya selalu menjadi langganan tidur di kuliah ini, hihihi.. Bukan, bukan,,, memang benar saya tukang tidur, tapi ketika Pak Noor ditanya tentang keadaan lingkungan yang spesifik, ia selalu bersedia untuk memberikan feedback yang memuaskan.

*Jadi ingin kuliah di biologi.

Ms. Perfect

Hey? Kok ada Ms. Perfect tapi gak ada Mr. Perfect???

*Sebenarnya ada dosen yang dijuluki sebagai Mr.Perfect, namun sayangnya saya tidak sempat mengikuti kelas “Mr.Perfect”, sehingga saya khawatir analisis saya tidak komprehensif…

Oke, penghargaan terakhir ini akan jatuh pada dosen mata kuliah yang ditakuti oleh seantero mahasiswa tahun pertama, Dasar Pemrograman. Ancaman mengulang di semester depan sudah menjadi topik yang umum dibicarakan oleh mahasiswa tahun pertama.

Setelah saya mengikuti kelas untuk pertama kalinya, ternyata kelas pemrograman bukan kelas yang sulit (bukan sombong, tapi arogan, hahaha), hanya saja belajar di dunia pemrograman merupakan pengalaman yang baru bagi sebagian besar mahasiswa, sehingga sebagian mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar.

Nah kan, jadi ngalor ngidul ke mana mana. Kembali ke award.

Penghargaan Ms. Perfect jatuh ke Ibu Cia, karena :

· Waktu : “ pembelajaran dalam matakuliah dasar pemrograman dimulai dari jam 13:00:00 dan berakhir pukul 14:40:00 ”

· Keterlambatan : “ toleransi keterlambatan adalah 5:00 menit. Lebih dari 5 menit, jangan masuk. Apabila ada muslim yang hendak melaksanakan ibadah shalat, maka ibu lebih prefer kalau tasnya disimpan dulu di kelas, kemudian baru melaksanakan shalat.

Sudah matakuliahnya perfeksionis, dosennya juga perfeksionis. Mungkin ini salah satu sebab saya cenderung memilih teknik elektro daripada teknik informatika. Segala sesuatu yang perfect, tidak cocok dengan pikiran saya yang cenderung lompat-lompat.

*anyway, she is a very good lecturer.

Selamat untuk para pemenang lestiatmo award. Hadiah bisa diambil di kantor pusat lestiatmo, tapi isuk mun hujan bedog.

*peace ah, no offence.

h1

Kenapa EL (Elektro)?

Mei 25, 2008

“ Pilih EL saja, hihihi… Kabur, “

Irvan 132, my friend in blogosphere

Pada awalnya, seperti anak-anak pada umumnya, saya yang berumur 15 tahun (Masih SMA) menganggap programmer sebagai profesi yang keren (kamu juga?). Bisa bekerja freelance, bisa berkeliaran bebas seperti kuda liar [weleh…]. Plus, dunia IT merupakan dunia yang sangat-sangat menarik karena perkembangan yang terjadi di dunia ini sangatlah pesat.

Sampai akhirnya pada akhir kelas 3 SMA, saya melihat dunia informatika yang sebenarnya : algoritma, coding, math, logic. Itulah “jeroan-nya” programmer. Merasa tidak tega pada otak cocok dengan hal tersebut, akhirnya saya hunting jurusan lain yang akan saya masuki.

Sempat bingung antara teknik industri dengan teknik elektro, akhirnya saya memutuskan untuk memilih STEI, karena ada teknik elektronya. Nah di sini masalah kembali muncul ketika saya kuliah di STEI, ternyata …

Jeroannya EL (elektro) juga sama aja!!! Cacing integral, bilangan complex, persamaan diferensial, membuat saya merasa bahwa dunia IF (informatika) lebih ringan. Akhirnya saya membayangkan jika saya masuk ke jurusan tertentu.

Kayaknya kalau masuk IF jadi:

- Ngerjain tugas sampai malem

- Kurang tidur

- Hidup untuk tugas dan tidur

Kalau masuk EL, saya akan bernasib seperti orang-orang berikut :

tidur

- Tidur di kelas

- Kebanyakan tidur

- Hidup untuk tidur dan tidur

Bukan, bukan, itu sih bayangan si pemalas, tentunya saya membayangkan bidang apa yang akan saya tekuni kalau masuk jurusan tertentu. Keunggulan, serta kekurangan masing-masing jurusan. Hasil dari pertapaan saya menghasilkan bahwa elektro lebih baik (bagi saya), kenapa?

1. Hampir semua energi dikonversi menjadi listrik, karena listrik mudah digunakan dan ditransmisikan

Dengan demikian, tentunya semua orang membutuhkan listrik, dan saya pun jadi dibutuhkan (hehe)

2. Indonesia krisis listrik

Meskipun belum terbayang akan membantu negeri ini dengan jalan apa, saya pikir saya dapat membantu negeri ini dengan masuk jurusan ini (halah gombal)

3. Banyak Cabangnya!

Tidak seperti di Informatika yang tidak mempunyai cabang ilmu, teknik elektro punya enam sub-jurusan, yakni power engineering, telecommunication engineering, biomedical engineering, computer engineering, control engineering ( teknik kendali ?), dan teknik elektro (aneh juga ya, teknik elektro dalam teknik elektro).

4. EL udah banyak yang sukses

Cari aja deh, banyak sih lulusan EL yang udah jadi direktur macem-macem perusahaan, tapi saya pikir ini hanya karena usia EL yang udah tua, sementara IF baru aja ultah yang ke 25

5. “Anak EL bisa belajar IF, IF belum tentu bisa belajar EL”. Kata orang

“Sok tau kamu, belajar aja belum.” Kata saya.

6. Anak IF antisosial

“Awas lo ngatain kakak gue antisosial.” Kata saya.

h1

Nulis Lagi…

Mei 21, 2008

” I’m Back! I’m Back!!!…..

Ouch! My back, my back!!”

Tobey as Peter Parker in Spiderman 2.

Cukup lama saya absen,, ada yang kangen? Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya jarang menulis, tapi sayangnya saya sendiri juga tidak tahu kenapa jarang menulis. Mungkin sebab utamanya jenuh, seperti kata Pak Yari, tapi bukan juga sih.

Tapi sebenarnya bukan hanya aktivitas blog saja yang terganggu koq, kehidupan nyata saya pun terganggu, misalnya sms pacar gak dibales gara-gara lupa ngisi pulsa, kerjaan ngelamun di kelas jadi nilai jeblok, kumis tumbuh terus gara-gara jarang ngaca, duh parah deh…

Anyway, i’m back and i hope i can create more and more inspirational blog!

wuh, ketinggalan banyak event yah, dari pemblokiran website sampai thomas uber,,,