
Menyontek di sekolah…
Februari 5, 2008
Berdasarkan polling yang dilakukan oleh salah satu situs favorit saya Gamefaqs, ternyata pengguna internet di dunia cukup jujur, hahaha…
Bukan, bukan itu poinnya. Ternyata kecenderungan untuk menyontekitu sangat-sangatlah besar. Berdasarkan polling, ternyata sekitar 75% orang sudah pernah menyontek. Dan sekitar 90% orang tergoda untuk menyontek..
Nah, berdasarkan tulisan di kampusku,
Menyontek dan Menitip Absen adalah benih-benih korupsi
Menyontek udah [dulu, di kampus sih enggak], Nitip Absen sering [nah ini dia kegemaran saya]. Benarkah saya akan menjadi koruptor?
Belum tentu. Jawabannya adalah tergantung kepada sistem yang diterapkan.
Sewaktu saya SMA, sistem yang ada sangat memungkinkan saya untuk menyontek, juga menitip absen. Guru yang tidak kompeten, serta sistem absensi yang lemah, serta banyak faktor lain menyebabkan hal-hal tadi. Selain itu, pada saat SMA, kecenderungan untuk bersenang-senang semaking banyak karena raging hormon, berdampak pada kemalasan belajar hingga akhirnya menyontek dan menitip absen.
Kuliah? Di kampusku, sistem ujiannya cukup bagus, sehingga kemungkinan untuk menyontek sangat sulit. Nah, sayang sistem absensinya masih lemah [pada beberapa dosen.]
Nah, jadi sangatlah sulit untuk memberantas korupsi jika kita hanya meninjau pemimpin atau pihak-pihak tertentu. Hal ini disebabkan oleh godaan akan selalu datang pada orang yang mempunyai kekuasaan. Lambat laun, orang yang mempunyai kekuasaan akan tergoda juga.
Timbul lagi pertanyaan, Bagaimana menciptakan sistem anti korupsi?
yah, minimal agar tidak seperti negeriku deh,,







Personality Disorder | Rating
Paranoid: Low
Schizoid: Moderate
Schizotypal: Moderate
Antisocial: High
Borderline: Low
Histrionic: Moderate
Narcissistic: High
Avoidant: Low
Dependent: Low
Obsessive-Compulsive: Moderate
yang paling susah buat nitip absen pas jaman kuliah dulu adalah mata kuliah Kewiraan, soalnya absennya di panggil satu2
mungkin perlu diterapkan metode2 yang membikin orang jengah mo korupsi kayak dosen kewiraan tadi
sistem anti korupsi ? ga bisa
godaan korupsi muncul karena hawa nafsu.
sisanya kembali ke mentalitas masing2 orang…
yang diperlukan hanyalah hukuman yang tegas untuk memperkecil korupsi.
FYI mentalitas korupsi udah ada dari zaman VOC, kenapa VOC bisa bangkrut?pasti taulah kenapa…
Terkadang saya sendiri bingung, yang dibenahi itu orangnya dulu atau sistemnya dulu??? Nah lho!
sistem fungsinga buat mengatur orang.
tapi klo sistem ga mempan buat orangnya yang bermasalah pasti pelaksanaannya.
jadi sistem yg baik itu intinya hanya pada pelaksanaannya saja.
wah , jadi inget kelakuan jelek waktu sekolah , emang dulu aku doyan nyontek . tapi sekarang udah ngga lagi
mungkin …
o iya mau mengundang untuk baca tulisan ini
makasih
http://realylife.wordpress.com/2008/02/07/bersih-hati-ehmmm/
untung belum pernah ketauan…..dulu sich sering, tapi kok malah gak enak….akhirnya saya putuskan untuk berhenti dan menggeluti dunia korupsi! wakaakkakakaka. gak nyambung ya saya!?
Sistem anti korupsi.. gimana ya caranya? manusia terlalu unpredictable.. mungkin harus menggunakan robot.
[...] Bukan karena kebiasaan saya titip absen [...]
[...] teriak-teriak di sana-sini anti korupsi, dan menurut saya nyontek, di samping titip absen, adalah benih-benih korupsi. Apa mahasiswa diajari untuk munafik? Jujur, saya lebih suka dapat jelek daripada nyontek. Tidak [...]
Kawan, menyontek itu sangan berbahaya bagi kelangsungan mental spiritual kita. Sayang mengundang kawan2 sekalian untuk membaca posting saya:
http://muhammadalfisyahrin.blogspot.com/2009/06/menyontek-itu-berbahaya.html