Arsip untuk Februari, 2008

h1

Memori sebuah setrika,, *ngakak*

Februari 28, 2008

Sewaktu saya SMP dulu, saya punya teman yang biasa menemani saya pulang. Haha, kalau inget temen yang satu ini, saya ingat setrika. Kenapa? Makanya baca aja, hihi. Tapi teman saya ini Cowok loh! bukan cewek. Sebut saja teman saya ini Don. Karena rumah kami cukup berdekatan, kami biasa pulang bareng.

Nah, ada kejadian yang belum tidak bisa saya lupakan sampai sekarang. Insiden berdarah ini terjadi di angkot. Waktu itu, hanya ada tiga orang di angkot. Saya, Don, dan seorang cewek sma, dari SMA di daerah Belitung.

Waktu itu, angkot sudah sampai daerah tujuan. Nah, berhubung si cewek paling deket sama pintu keluar, yang cewek keluar duluan. Nah, kalau mau keluar angkot kan, nungging dulu. Don berada di belakang si cewek, saya di belakang Don, namun saya masih setengah berdiri.

Di sini cerita dimulai, angkot tiba-tiba bergerak maju sedikit, lalu direm. [kagak tau juga nih, kayaknya supirnya pengen ngisengin ato emang udah ngelindur]

Nah, berdasarkan prinsip keseimbangan benda tegar, benda akan berusaha untuk mencapai kesetimbangan. Dalam hal ini kita tinjau sistem angkot yang tiba-tiba maju, lalu direm. Untuk mempertahankan titik berat, maka benda yang ada di dalam akan mendapatkan gaya. Dalam kasus ini Saya, Don, dan si cewek.

Si cewek masih bisa pegangan ke pintu. Saya? Masih setengah berdiri, jadi masih bisa pegangan. Nah, si Don nih yang hoki apes. Don jatuh, mana badannya gede pula kayak jerapah [saya waktu itu masih mini, hihi]. Kalau orang jatuh sih biasa. Lha, ini? Jerapah jatuh!

Kontan saya ngakak. Di sini bagian anehnya, si Don diem aja, ya udah deh saya tanya ke dia, “Gak papa Don?”

Eh, si Don malah diem aja. Ya udah, saya juga jadi diem, kami turun, bayar angkot, lalu saya bertanya ke Don,

“Don, mau naik andong?” [delman, gerobak ditarik kuda, masa gak tau seh]

“Males jalan kagak?” [kalau jalan mungkin bisa sepuluh menit, kalau naik andong asik, hihi]

Si Don masih diem juga. Hiih, ni anak maunya apa sih. Saya bilang padanya kalau kita jalan saja kalau gitu. Nah, waktu saya liat ke andong, ternyata ada si cewek, lagi ngeliatin kami dengan tatapan serius, saya bilang ke Don,

“Don, tu cewek yang tadi di angkot ngeliatin kita.. serem euy” [ceweknya sih putih, ya lumayan cantik, plus pinter, hehe anak belitung gitu...]

Akhirnya si Don ngomong juga,

“Itu tadi, waktu saya jatuh tadi, tangan saya ngelus pantatnya cewek itu..”

“Haaah???? Kaya gimana??”

“Kayak setrika,, tau kan?? Makanya jangan naik andong dulu, jalan aja”

“Dari atas ke bawah?? Wakakaka *ngakak abis* Ya udah jalan dulu deh, serem lagian tuh cewek”

Akhirnya, sejak kejadian itu, kami membudayakan jalan sehat setiap pulang,, haha,, bukan karena apa-apa, tapi takut kalau ketemu cewek itu lagi..

h1

Tackle Sinting!!! ‘Horror Tackle’

Februari 25, 2008

Oh My God! Itu reaksi saya ketika melihat tackle ‘horror’ yang menimpa Eduardo da silva, salah satu pemain Arsenal FC.

Agar lebih jelas, mungkin bisa saya tampilkan di sini.

eduardo-injury.jpg

Tentunya, tujuan mulia permainan sepakbola adalah mempersatukan manusia di dunia. Tetapi, ketika melihat tujuan mulia tersebut ‘dihancurkan’ dengan cara ini akibat ulah seorang pemain,, *speechless

taylor-smiling-after-injurying-eduardo.jpg

is he smiling?

i don’t know. However, Eduardo will miss Euro 2008..

*pic from fcfootballblog.com 

h1

American Corner Opening,,

Februari 19, 2008

Hari ini saya diajak oleh teman saya, untuk pergi ke american corner di kampusku. Di American Corner, yang terletak di dalam perpustakaan, ada lounge yang nyaman untuk membaca buku. Sebagian besar buku merupakan buku yang berbahasa inggris [atau amerika yah?], rata-rata berbau sejarah amerika. Namun, bukan itu tujjuan utama saya. Saya teringat layar besar yang selalu menghantui mimpi-mimpi saya :D ..

IMac

IMac

IMac!!!

Ternyata, akses komputer ini bisa digunakan secara gratis, tis, tis. Lengkap denga fitur internet, saya ngeblog langsung di tempat..

So, bila di kampus/sekolah kalian semua belum ada, segera protes ke rektor/kepala sekolah kalian masing-masing,,

Kalau udah kerja mah, beli sendiri atuh…

h1

Pagi hari bersama Pak Sarwono Hadi,,

Februari 16, 2008

Thanks Goodness!! Itu yang saya pikir ketika melihat dosen kimia saya sewaktu semester pertama, Pak Sarwono Hadi, kembali mengajar di kelas saya semester ini.

Kenapa? Bukan karena kebiasaan saya titip absen yah…

Tetapi karena beliau tidak mengajar [atau hanya sedikit] kimia!!! Itu yang saya suka! Dari beliau saya belajar tentang banyak filosof-filosofi hidup, yang meskipun sepele, tetapi benar-benar merupakan hal yang fundamental di kehidupan kita.

Mulai dari diagram maxwell, bulu babi, pramuka, etos kerja, ospek, dan lain-lain..

Tetapi fokus saya sekarang, adalah pada pagi hari di hari jumat. Pagi itu berbeda, karena kami berada pada kelas yang agak berbeda dibandingkan kelas yang biasa kami tempati. Kelas itu panjang, ke arah belakang. Nah,, karena situasi mendukung, banyak mahasiswa yang tidur di bagian belakang kelas [termasuk saya sudah mengantuk, haha]

Sampai Pak Sarwono mengatakan, “Ya, bapak akan bertanya pada mahasiswa yang tidur”

Sebelum itu, Pak Sarwono mengeluarkan pertanyaan yang terdiri dari dua jawaban, tentang kimia, tentunya. Begini aturannya, dua orang akan diberi pertanyaan, satu orang yang melek, sementara satu orang lagi adalah orang yang baru dibangunkan dari tidur. Wah, kalau yang bener yang tidur saya bakal langsung joget nih di depan kelas, pikir saya.

Orang yang ‘melek’ menjawab A, sementara orang yang tidur menjawab B.

Pak Sarwono : “Yak, jawaban yang benar adalah A!”

Yah, kagak jadi joget nih,, haha..

Ternyata ada juga gunanya bangun, kalau yang bener yang tidur, bisa pecah kepala, ternyata kuliah tidak selamanya merusak,, hahaha…

h1

Chocolate Fever,,

Februari 16, 2008

No new post,, No comment,, just more and more chocolate..

Choc
h1

Menghancurkan kesenangan orang lain

Februari 12, 2008

Saya sedang berada di kampusku, menempuh perjalanan pulang. Nah, pada saat perjalanan itu, saya bertemu teman saya yang pada saat itu sedang sumringah [sangat-sangat gembira, kelihatannya]

Her : “Leeees!!! Sini-sini, ku bisikin sesuatu”

Me : “Wokey, ada apa?”

Her : “Tadi, ku diajak si **** main,, senengnya!”

Nah, berhubung saya juga diajak oleh si **** untuk main, saya bilang

Me : “Lha, saya juga diajak.”

Her : “Haaah!?”

Sekarang mimic wajahnya agak berubah kecewa, hihihi jadi lucu mukanya. Tanpa maksud apa-apa, saya bilang lagi

Me : “Main di daerah *** kan? Tadi ku diajak rame-rame sama temennya juga”

Her : “Hiiii! Udah sana-sana, bikin orang gak jadi seneng aja!” [bercanda]

Me : “Hahaha, sori yak!”

Her : “Ya udah, kamu mau ke sana ga? Ikut dong, biar bareng..”

Lupa sudah menghancurkan kesenangannya, saya bilang lagi :

Me : “Kagak ah, malessss…” [Sambil terus jalan]

Nah, sekarang saya minta maaf, lewat blog dulu, besok baru lewat lisan secara langsung.

h1

Paloschi, Siapa Gerangan?

Februari 11, 2008

Goal! Paloschi

Sudah saatnya untuk mengakhiri era “generasi tua” di AC milan. AC Milan butuh suntikan darah-darah muda, untuk menaikkan gairah tim milan. Alexandre Pato sudah mendatangkan gairah itu, namun pada pertandingan melawan siena kemarin dia tidak bisa bermain karena cedera. Hal ini diperparah karena Kaka juga tidak dapat bermain karena cedera lutut.

Setelah menyaksikan laga babak pertama, saya yakin milan tidak mampu menang pada laga ini, sampai diturunkannya Alberto ‘Palo’ Paloschi [43].

Terbukti, pemain muda milan, Alberto Paloschi dapat memecahkan kebuntuan milan, saat melawan siena, dengan gol melalui sentuhan pertama saat dia baru 18 detik memasuki lapangan.

Alberto Paloschi lahir pada 4 Januari 1990 di Chiari, Italia. Berarti, baru berumur 18 tahun. Hebatnya, Paloschi mencetak gol di debutnya di coppa italia, sewaktu melawan Catania. Pada leg kedua coppa italia tersebut, Paloschi lagi-lagi mencetak gol keduanya bagi milan.

“When I scored I blacked out, I only saw the arms of the fans going up behind the goal and I didn’t know what to do anymore. It was a good goal, Inzaghi told me he tried to stop Loria with his body to allow me to score. Sincerely I did not expect to come on the pitch so quickly, I thought I would play in the last five minutes, it’s a great feeling and I still can’t believe it happened.
I knew on Monday morning that I had to leave the Viareggio Tournament which I was playing with the Primavera, but even though I missed an important tournament like Viareggio I was happy to have an opportunity to train with the first team, which is always great.
My model as a player is Inzaghi and it was nice to play alongside him. I always listen to his advice about what food to eat and once in a while I stop to watch him during trainings to see how he moves and learn from him. Before the match against Catania in the Coppa Italia he gave me some pointers as to how to behave on the pitch.
I have been coached by Evani who was an important coach for me, because he taught me many things both on the technical aspect and the behavioural one.”

Alberto Paloschi

Sampai saat itu perhatian kita masih tertuju pada kedatangan “si bebek” Alexandre Pato. Ternyata masih banyak bakat di milan, salah satunya dari tim primavera.

Haha, ditunggu lagi deh bakat-bakat sepakbola lainnya di milan!

*gambar dari acmilan.it

h1

Menyontek di sekolah…

Februari 5, 2008
Cheating at School

Berdasarkan polling yang dilakukan oleh salah satu situs favorit saya Gamefaqs, ternyata pengguna internet di dunia cukup jujur, hahaha…

Bukan, bukan itu poinnya. Ternyata kecenderungan untuk menyontekitu sangat-sangatlah besar. Berdasarkan polling, ternyata sekitar 75% orang sudah pernah menyontek. Dan sekitar 90% orang tergoda untuk menyontek..

Nah, berdasarkan tulisan di kampusku,

Menyontek dan Menitip Absen adalah benih-benih korupsi

Menyontek udah [dulu, di kampus sih enggak], Nitip Absen sering [nah ini dia kegemaran saya]. Benarkah saya akan menjadi koruptor?

Belum tentu. Jawabannya adalah tergantung kepada sistem yang diterapkan.

Sewaktu saya SMA, sistem yang ada sangat memungkinkan saya untuk menyontek, juga menitip absen. Guru yang tidak kompeten, serta sistem absensi yang lemah, serta banyak faktor lain menyebabkan hal-hal tadi. Selain itu, pada saat SMA, kecenderungan untuk bersenang-senang semaking banyak karena raging hormon, berdampak pada kemalasan belajar hingga akhirnya menyontek dan menitip absen.

Kuliah? Di kampusku, sistem ujiannya cukup bagus, sehingga kemungkinan untuk menyontek sangat sulit. Nah, sayang sistem absensinya masih lemah [pada beberapa dosen.]

Nah, jadi sangatlah sulit untuk memberantas korupsi jika kita hanya meninjau pemimpin atau pihak-pihak tertentu. Hal ini disebabkan oleh godaan akan selalu datang pada orang yang mempunyai kekuasaan. Lambat laun, orang yang mempunyai kekuasaan akan tergoda juga.

Timbul lagi pertanyaan, Bagaimana menciptakan sistem anti korupsi?

yah, minimal agar tidak seperti negeriku deh,,

h1

Kembali kuliah

Februari 4, 2008

Pers : Gimana perasaannya mas bisa kembali kuliah?

Me : Biasa saja mas, bahkan sebenarnya saya malas untuk kembali kuliah.

Pers : Kenapa bisa malas mas? Kampusnya mas kan terbaik di Indonesia?

Me : Iya ya? Tapi I don’t think so, I think semua kampus itu sama aja. [cinta laura style :D ]

Pers :  OK deh kalau begitu. Tapi, kalau malas terus mau jadi apa mas?

Me :  Oh,, maaf saya masih ada kuliah,, no comment.

h1

Mengapa Andre Melamun Saja?

Februari 4, 2008
Aha!

*Gambar dari komik bobobo-bo-bo-bobo

Itu adalah salah satu coretan yang ada di toilet di SMA saya dulu. Perkataan ini selalu menjadi guyonan ketika Andre [teman saya] sedang melamun. Sebenarnya, apa yang mendasari orang untuk melamun ya? Menurut saya, ini beberapa alasan kita melamun :

1.      Mempunyai masalah yang sedang kita pikirkan solusinya

2.      Terbawa oleh fantasi sendiri, ketika sedang ada kejadian yang mengingatkan kita tentang sesuatu [biasanya masa lalu]

3.      Mikirin pacar, hihi…

4.      Tidak ada teman bicara

5.      Perkataan seseorang yang mengiang-ngiang

dll.

Sepertinya penyakit melamun saya [saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan merenung], semakin parah akhir-akhir ini. Bahkan, pacar teman dekat saya sampai bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini saya sangat-sangat-sangat sering merenung.

Entah apa yang saya renungkan, saya tidak tahu, sepertinya tidak ada yang saya renungkan.

Alam kan selalu berusaha untuk mencapai titik keseimbangan. Mungkinkah karena terlalu banyak bolos kuliah, terlalu banyak bersenang-senang, sehingga Tuhan ‘mengutuk’ saya agar melakukan renungan yang tidak jelas?

Rasanya sekarang tidak ada satu pun ‘alat’ yang dapat memuaskan saya.

Mungkin saya harus mulai belajar lagi, karena hidup yang isinya hanya kesenangan sangatlah tidak seimbang.