
Mo, Homo, Emangnya saya homo???
Desember 26, 2007Heran juga, kenapa dalam kehidupan saya, banyak orang yang menyukai saya. Sayangnya, jumlah laki-laki sepertinya lebih banyak dari jumlah wanita. Ganteng? Sebenarnya penampilan saya biasa saja, tapi kalau udah didandanin ganteng kok *narsis mode on. Sayangnya, saya males dandan, hehe… Hmm, kalau dianalisis oleh saya, sepertinya ada beberapa sebab, sehingga kita bisa dianggap homo. [tidak berurutan]
Pertama, Ikut Pom-Pom Boys. Sebenarnya dalam ekskul yang pernah saya ikuti sewaktu SMA ini, tidak ada orang yang homo 100%… Nah, waktu akan manggung itu, kami banyak menemui orang-orang yang wah…. ampun deh. Udah jabatannya tinggi, eksekutif perusahaan, ganteng, badannya bagus, lah… sayang homo. Pernah, sebelum saya tampil, saya dicolek, duh malu pula diliatin pula sama temen-temen [inget, kan saya ganteng kalau udah didandanin, tapi tanpa lipstik loh, haha]. Haha, tapi akhirnya dia dikasih nomor HP teman saya, gak tau udah jadian apa enggak, hehe…
Kedua, pegang-pegang, apalagi colek yang aneh-aneh dari teman laki-laki. Nah, ini memang parah sih. Pasti cap homo langsung melekat pada diri kita jika kita melakukan hal yang ini. Saya juga kena hal ini. Kalau saya, colek cewek ataupun cowok, sama aja. Dasarnya hanya bercanda. Selain itu, colekannya juga bukan colekan genit. Jadi, apapun niatnya, agar tidak dicap homo, jauhi colek-colekan antar jenis, apalagi cubit-cubitan.
Ketiga, penampilan yang disukai oleh orang homo. Duh, bener-bener enggak kebayang, sudah jabatannya tinggi, ganteng, kacamata, badan kekar, tapi homo?!? Sulit untuk menjelaskan tipe-tipe laki-laki yang disukai oleh orang-orang homo. Kalau memberi contoh foto, kasihan teman saya nanti, hehe… Jadi, saya deskripsikan saja. Waduuuh, tapi tetap aja susah. Ada dua tipe, yakni si ganteng dan si lucu. Nah, selanjutnya cari sendiri infonya, karena kita harus punya ”mata” yang kalau sudah terlatih bisa membedakan antara orang biasa dan orang homo [seperti shinigami eyes-nya Death Note, haha...].
Keempat, penampilan lagi, yang dimaksud, bagaimana cara kita berpenampilan.. sulit juga untuk dijelaskan,, nah tapi untuk menjauhi penampilan-penampilan yang ’mengundang’ pastikan untuk tidak memakai sweater yang mencapai leher. Selanjutnya, cari lagi sendiri deh,, entar saya dituntut..
Sepertinya cukup segitu dulu ya… bisa gila kalau ditambah lagi.
Ada komentar menarik, ternyata tidak setiap laki-laki berpacar wanita tidak homo! Mungkin mereka bisexual, itu mah entar lagi ya [Saya harap tidak usah dibahas]… Sampai muncul pertanyaan yang menggelitik…
Lebih takut mana, banci braga atau orang homo?







Personality Disorder | Rating
Paranoid: Low
Schizoid: Moderate
Schizotypal: Moderate
Antisocial: High
Borderline: Low
Histrionic: Moderate
Narcissistic: High
Avoidant: Low
Dependent: Low
Obsessive-Compulsive: Moderate
Woy ketua IMAHO ITB cabang STEI 2007 udah ada belum….???
ih homo.
udah zina eh homo pula.
dosanya dobel ;D
@purmana
belum kayaknya, hehe…
baru ketua kelas.
@rangga
lha, saya udah tobat mas…
homok
waah kayanya seru tuh…..ha…ha…
Eh…. jangan salah lho…. kita semua itu Homo! Homo Sapiens! Huehehehe…. tapi bener kan?
tahu gak??? ivan gunawan si artis itu juga homo,,,,ih….
canda pa bener sih????>