Arsip untuk Desember, 2007

h1

Kenapa ke Bandung?

Desember 30, 2007

Rencanya, saya akan jalan-jalan pada malam tahun baru, untuk memperingati perpindahan tahun 2007 ke tahun 2008. Namun, ketika saya keluar rumah , tadi, sekitar jam 12 siang,, wah, niat saya langsung hilang. Antrian mobil yang menuju Bandung, wah… ampun bener, kayak semut lagi baris. Ujungnya jauh banget!

 

Jalan-jalan ke Parijs van Java, wuih.. Macetnya,,

 

Tempat parkirnya juga penuh.

 

Makin Males.

 

Jadi inget tahun baru 2007,,

 

Waktu itu jalan macet-cet-cet! Ada orang jualan terompet,

 

”Terompet-terompet mas, lima ribu aja, udah mau taun baru”

”Tau aja gak ada terompet, tanggung nih, gratis aja ya bang?”

 

Tiba-tiba udah ada yang mulai tiup terompet,, jalan jadi sangat ribut! Ada bunyi trompet, klakson, kembang api.

 

“Ah, ya udah nih-nih terompet, ambil semua kalau perlu”

“Hahaha, gak usah bang, pake klakson aja”

“Ya udah, ambil sebagian”

“Trims bang, buat taun depan aja,haha…”

 

Kok ceritanya makin ngawur nih? Kayaknya ini post paling gak mutu deh..

 

However,

Pusing ah,, pasti tahun baru ini, jalan macet lagi. Jakarta, Bandung sama aja pasti macet. Tapi gak usah ke Bandung ya… [bukan ngusir, hehe...] Mending juga di rumah, ya kan???

h1

Pantat kamu pasti item, ya Les?

Desember 28, 2007

Terlalu banyak bahasa tidak baku. Jadi, tidak ada italic font.

R : “Pasti pantat kamu item ya, Les?”

L : ”Kenapa emangnya, pengen liat ya? Pantat kamu pasti putih kan?”

R : ”Ah, apa sih kamu Les”

L : ”Kan kamu yang mulai?”

 

Percakapan itu terjadi kira-kira sewaktu saya kelas satu SMA, dengan manajer pom-pom boys [manajernya cewek loh, orangnya cantik, putih. jangan salah]. Lucu juga, ada yang sampai kepikiran mikirin pantat orang lain, apalagi yang mikirin itu cewek. Waktu itu, saya pakai boxer, yang memang merupakan setelan standar untuk latihan. Wajar saja, dengan boxer yang hanya setengah lutut, paha saya bebas terpampang. Muncul deh komentar itu.

 

R : ”Ya udah, ganti topik deh ya, kamu tuh mirip orang india, Les”

L : ”Waduh, saya kan asli jawa mbak…”

R : ”Bener kok, seperti artis india”

 

Duh, kena lagi. Udah dibilang item, kayak orang india pula.. Kalau dibilang mirip Tom Cruise, mungkin masih bisa bangga. Lha ini, orang india. Paling-paling ibu-ibu rumah tangga dan pembantu rumah tangga yang ngefans sama Shakh Rukh Khan [bener enggak nulisnya???]. Eh, bukannya bermaksud merendahkan etnis india, ibu rumah tangga dan pembantu rumah tangga, tapi serasa enggak cocok aja orang jawa asli seperti saya, disamakan dengan artis india..

 

Haha,, enough about me. Apa yang bisa dipelajari dari cerita ini ya? Haha, iya-iya…

 

Perhatian kepada orang lain, sebenarnya merupakan hal yang bagus. Tapi, perhatian itu harus diekspresikan dengan cara yang benar. Masa’ iya, hal yang diperhatikan dari orang lain itu pantatnya atau etnisnya. Hal yang membuat seseorang berbeda dari orang lain, selain perawakan tentunya, adalah hal yang dilakukan.

 

Bukannya mengesampingkan penampilan, tentu kita harus berpenampilan bagus [rapi kali ya minimal...]. Tapi ketika kita melihat apa yang dilakukan orang, bagaimana mereka bertingkah laku, kebaikannya, [jelas jangan keburukan], tentunya kita akan merasa lebih istimewa di mata orang tersebut. Ketika saya dibilang bahwa saya ganteng, hmm.. mungkin biasa saja. Tapi kalau yang diucapkan, ”Gokil lu, Les!!!”, atau ”Kamu menarik, Les.” saya lebih senang.

 

Haha, tapi tidak tertutup kemungkinan ada orang yang lebih senang dibilang ganteng daripada baik yah?


h1

Mo, Homo, Emangnya saya homo???

Desember 26, 2007

Heran juga, kenapa dalam kehidupan saya, banyak orang yang menyukai saya. Sayangnya, jumlah laki-laki sepertinya lebih banyak dari jumlah wanita. Ganteng? Sebenarnya penampilan saya biasa saja, tapi kalau udah didandanin ganteng kok *narsis mode on. Sayangnya, saya males dandan, hehe… Hmm, kalau dianalisis oleh saya, sepertinya ada beberapa sebab, sehingga kita bisa dianggap homo. [tidak berurutan]

 

Pertama, Ikut Pom-Pom Boys. Sebenarnya dalam ekskul yang pernah saya ikuti sewaktu SMA ini, tidak ada orang yang homo 100%… Nah, waktu akan manggung itu, kami banyak menemui orang-orang yang wah…. ampun deh. Udah jabatannya tinggi, eksekutif perusahaan, ganteng, badannya bagus, lah… sayang homo. Pernah, sebelum saya tampil, saya dicolek, duh malu pula diliatin pula sama temen-temen [inget, kan saya ganteng kalau udah didandanin, tapi tanpa lipstik loh, haha]. Haha, tapi akhirnya dia dikasih nomor HP teman saya, gak tau udah jadian apa enggak, hehe…

 

Kedua, pegang-pegang, apalagi colek yang aneh-aneh dari teman laki-laki. Nah, ini memang parah sih. Pasti cap homo langsung melekat pada diri kita jika kita melakukan hal yang ini. Saya juga kena hal ini. Kalau saya, colek cewek ataupun cowok, sama aja. Dasarnya hanya bercanda. Selain itu, colekannya juga bukan colekan genit. Jadi, apapun niatnya, agar tidak dicap homo, jauhi colek-colekan antar jenis, apalagi cubit-cubitan.

 

Ketiga, penampilan yang disukai oleh orang homo. Duh, bener-bener enggak kebayang, sudah jabatannya tinggi, ganteng, kacamata, badan kekar, tapi homo?!? Sulit untuk menjelaskan tipe-tipe laki-laki yang disukai oleh orang-orang homo. Kalau memberi contoh foto, kasihan teman saya nanti, hehe… Jadi, saya deskripsikan saja. Waduuuh, tapi tetap aja susah. Ada dua tipe, yakni si ganteng dan si lucu. Nah, selanjutnya cari sendiri infonya, karena kita harus punya ”mata” yang kalau sudah terlatih bisa membedakan antara orang biasa dan orang homo [seperti shinigami eyes-nya Death Note, haha...].

 

Keempat, penampilan lagi, yang dimaksud, bagaimana cara kita berpenampilan.. sulit juga untuk dijelaskan,, nah tapi untuk menjauhi penampilan-penampilan yang ’mengundang’ pastikan untuk tidak memakai sweater yang mencapai leher. Selanjutnya, cari lagi sendiri deh,, entar saya dituntut..

 

Sepertinya cukup segitu dulu ya… bisa gila kalau ditambah lagi.

 

Ada komentar menarik, ternyata tidak setiap laki-laki berpacar wanita tidak homo! Mungkin mereka bisexual, itu mah entar lagi ya [Saya harap tidak usah dibahas]… Sampai muncul pertanyaan yang menggelitik…

 

Lebih takut mana, banci braga atau orang homo?

h1

Doraemon? Bukannya Peter Answers ?!?

Desember 23, 2007

Lelah sudah saya istirahat dari dunia blog, mungkin sekitar 2 minggu.  Ah, persetan dengan saya. Datang-datang ke dunia blog, ternyata sedang kisruh tentang doraemon.

Dimulai dari pioneer,

muncul pihak kontra dari kabuto,retorika , girang, argo, chaos, dll. Teman saya di dunia nyata pun buat post juga…

But, i will not give those “doraemon things” a damn.

Ternyata di dunia nyata, muncul juga kericuhan lainnya, yang  saya anggap udah basi.

coba lihat situs ini,,,

Peter Answers. Virtul Tarot – Interactive Soul Engine.

Walaupun judulnya virtual tarot,, jelas- jelas ngeramal, atau menjawab pertanyaan, ternyata situs itu cuman salah satu pranks and gags di antara bejibun lainnya.

Naon sih maneh? Maksud Loe?

Sori-sori udah lama gak nulis, jadi sensenya hilang.

Kembali ke masalah doraemon, saya teringat waktu zaman islam belum dapat melakukan penetrasi ke masyarakat indonesia, para saudagar melakukan beberapa metode untuk melicinkan jalannya untuk memperkenalkan islam. Diantaranya dengan memasukkan unsur islam ke dalam seni daerah dan memikat gadis lokal.

Persetan dengan kemampuan doraemon yang ajaib dan wah, yang penting apakah dia bisa menanamkan nilai yang baik pada anak-anak?

Saya pikir, doraemon ’sedikit’ lebih baik daripada tontonan lokal indonesia [ *sorry, kisah yang kedoknya islami tapi isinya pelacur pake hotpants dan baju you can see ].

Doraemon masih menanamkan nilai persahabatan, tidak seperti film kita yang *****.

So, persetan dengan buatan luar negeri! Benahi dulu bangsa kita sendiri, produk kita sendiri. Sekarang saya enggak punya kekuatan, jadi nonton aja dulu. Waiting on the world to change.

h1

[Kutipan favoritmu?]Your Favorite Quotes?

Desember 1, 2007

A little knowledge is a dangerous thing. So is a lot.

Albert Einstein

Kadang-kadang kita perlu faktor eksternal untuk mendapatkan motivasi. Salah satunya adalah dengan mantra, kata ajaib, yang biasa juga disebut dengan incantation. Mulai dari saya, sebenarnya banyak kutipan hebat yang diucapkan oleh orang yang hebat pula. Namun, kutipan favorit saya tidak terlalu panjang dan sangat sederhana, yaitu :

“Lakukanlah apa yang kamu suka dan kamu anggap mudah. Saya memilih sepakbola karena itu hal yang mudah bagi saya.”

Zinedine Yazid Zidane, Pemain Terbaik Dunia versi FIFA tahun 1998,2001,2003.

 Sederhana bukan? Namun apabila ditafsir [duh kata apa yang lebih cocok ya?] kutipan tersebut mengandung makna yang tersirat.

Pertama, kita harus menemukan passion [… yang kamu suka dan kamu anggap mudah…], yakni hal yang menjadi hasrat kita untuk hidup. Zidane jelas menganggap sepakbola sebagai hal yang ia bisa lakukan, dan ia menekuninya. Jadi ingat juga sewaktu Pak Triharyo Susilo, Presdir PT. Rekayasa Industri, mengisi acara di pengenalan kampus. Ia bilang bahwa kunci nomor satu untuk sukses adalah cepat-cepat mencari passion kita.

Kedua, lakukan! Benar-benar sederhana dan tidak muluk-muluk. Kita tahu untuk menyelesaikan suatu misi, tentunya harus dilakukan proses untuk mencapai tujuan dari misi tersebut. Ketika kita telah menemukan passion, proses ini akan dapat kita nikmati.

Waduh, sepertinya tafsirannya hanya begitu saja, hehe namanya juga kutipan yang sederhana, singkat, serta  tidak bertele-tele… Semoga berguna.

Bagaimana dengan kutipan favorit anda?