Arsip untuk November, 2007

h1

[NGeMu - Sumber Emulator terbaik] No$GBA v2.5c released!

November 23, 2007

Ketika baca potingannya mas Darth spitod kemaren, jadi inget situs yang biasa saya kunjungi untuk mencari emulator-emulator terbaik, mulai dari PS, PS2, Game Boy Advance, Nintendo DS, dll.

Ngemu

Jadi inget, ternyata No$GBA versi v2.5c dah direlease

bisa diunduh langsung di sitenya, yakni official No$gba homepage

Bisa juga langsung download via ngemu, ini dia No$gba v2.5c

O, iyah, kalau menjalankan langsung, tidak bisa, kita harus mengcopy juga bios ke dalam folder No$GBA, namanya firmware, sebenarnya mas Darth Spitod juga sudah memberikan link, sayangnya dia upload di gudang upload,, di beberapa tempat situs ini kena squid, jadi saya upload aja di sini

selamat bermain…

Mungkin udah ada yang tahu, ini hanya sekedar informasi…

h1

The Fine Art of Catching Liars

November 21, 2007

Bill’s Thought

- Senyum yang berlebihan ataupun tatapan yang terlalu antusias yang terus menerus biasanya palsu. Senyum yang asli akan hilang setelah empat-sampai lima detik.
- Gerakan tubuh ataupun mimik muka yang tidak wajar juga [dalam hal ini misalnya orang yang menghantam meja, tetapi menunggu beberapa detik untuk membentuk 'mimik' marah]
- Ekspresi muka yang tidak simetris biasanya juga palsu

Nah, berdasarkan artikel “The Fine Art of Catching Liars”-nya pak Paul Ekman, diambil dari sini , itulah beberapa ciri ketika orang berbohong. Namun demikian, sangatlah sulit untuk mendeteksi si tukang boong’ dalam kehidupan yang nyata, karena hingga kini tidak ada alat yang dapat secara presisi menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak

 

Namun, ternyata ada beberapa cara untuk mendeteksi kebohongan, yakni yang paling populer adalah kerutan di antara dahi yang bertahan 1/25 detik [nah loh...]. Aplikasi kasus ini dapat kita temui pada kasus bill clinton, dalam sebuah kasus skandal dengan Monica Lewinski. Sewaktu Bill Clinton mengucapkan “I did not have sexual relations with that woman… Monica Lewinski.”.. Nah, pas dia mengucapkan “With that Woman”, pada dahinya muncul kerutan, sekejap. [ah, sayang saya enggak menemukan gambarnya]

 

Nah, di kelas bahasa inggris saya, kami langsung mencoba, apakah kami dapat menangkap seorang pembohong… Dari kelas dipilih dua orang. Saya, dan seorang rekan saya. Pengajar menanyakan apa yang saya lakukan hari minggu kemarin

 

jawaban asli saya : melakukan sejumlah riset

 

jawaban asli teman saya : tinggal di rumah

 

setiap siswa di kelas diberi kesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan pada saya dan teman saya. [dalam hal ini saya mendapatkan peran 'si jujur' dan teman saya menjadi orang yang jujur, pada siswa diberitahu bahwa dia pergi ke kebun binatang].

 

Saya seberusaha mungkin menunjukkan ciri-ciri pembohong, hahaha.

 

Pada akhir kelas, ternyata orang yang dapat menangkap si pembohong saja hanyalah sembilan orang dari enam belas orang. Dua orang diantaranya menjawab kami berdua berbohong [hah?!]. Tujuh orang lagi menganggap saya berbohong.

 

kalau dibuat menjadi persentase, berarti hanya 56,25 persen yang dapat menangkap pembohong. Konon katanya sistem interogasi dapat menangkap sekitar 80% pembohong, belum bagus. Liedetectors lebih gampang dibohonhi. Duh susah banget ya untuk menangkap tukang tipu…

h1

Belajar sendiri yah!

November 20, 2007

“Boleh nonton film ini, tentang bagaimana komputer bisa berkembang hingga bisa menjadi seperti sekarang ini, tapi belajar tanggung sendiri, setuju?” kata Pak Budi Rahardjo , dosen Konsep Teknologi [concept of engineering] saya.

“Yaaaa!!!” kata hampir seluruh murid dalam kelas.

Saya sih iya-iya aja, wong lagi terjangkit virus malas dan ngantuk…

Sebenarnya tidak ada masalah pada cerita di atas, sampai akhirnya saya harus menghadapi ujian Konsep Teknologi. Dari H-7 sampai H-1, saya santai-santai aja, karena seluruh materi yang diajarkan di kelas sudah saya kuasai. Sampai akhirnya saya tiba pada waktu 5 jam sebelum ujian, saya menemukan teman-teman dari fakultas yang sama, sedang memelajari sejumlah diagram-diagram dan perhitugan matematika yang belum saya mengerti.

“Belajar apa mas, mba’?” tanya Saya

“Kontek Les, nih ada soal tahun kemarin” balas salah seorang

Wow, bener-bener. Dari enam soal yang ada, saya hanya bisa mengerjakan tiga nomor… Tiga nomor diantaranya ada kosakata yang saya mengerti artinya, namun tidak mengerti cara mengolahnya.

“Waaah, gak ngerti semua nih!!! Jelasin dong…” pinta Saya

Syukurlah, dalam waktu yang relatif singkat [kurang lebih satu jam], saya sudah bisa memahami materi-materi yang “aneh” itu… Terima kasih buat Luqman, Imam, Reza, Julie, dkk. yang udah membantu saya :D

Kesimpulan : Hal yang dipelajari namun sering dilupakan adalah detail terhadap ucapan orang lain, terkadang kita dapat menganggap diri kita dapat melakukan sesuatu dan cenderung menganggap remeh terhadap suatu hal. Saya masih beruntung, bahan ujian yang tidak saya pelajari relatif mudah dan sedikit. Coba kalau banyak,, bisa gila…

Beruntung juga saya… Ah, untung aja saya punya temen yang baik :D .

Awas loh Pak Budiiiiiiii !!!

h1

Idiot Test, siapa pernah coba???

November 6, 2007

Waktu coba-coba akses ke i-google , saya tertarik ketika melihat ada opsi Idiot Test,, berhubung saya kadang-kadang agak idiot  sekedar mengisi waktu luang saya mencoba untuk mengerjakan… Seru juga, dan tes ini sepertinya memang sesuai namanya, idiot test, menguji apakah kamu bener-bener idiot, haha…

Alhamdulillah saya tidak idiot, saya brilian!

Brilian!

[kayaknya semua orang juga bisa lulus tes ini deh...]

tapi sepertinya gak ada yang bisa mengerjakan tes ini dalam satu kali coba…

h1

Pentingnya Angka dalam Engineering

November 4, 2007

 

Angka

Kehidupan engineers penuh angka. Engineers cenderung untuk membuat sesuatu dalam bentuk model matematika, yang juga dalam angka. Nah, tentunya dalam menulis angka serta mengomunikasikannya, harus terdapat suatu notasi standar yang disetujui secara internasional.

Begini cara penulisan yang disetujui : tiga angka berurutan dipisahkan dengan spasi, dan angka desimal [lebih kecil dari satu] ditulis dengan menggunakan titik. [bandingkan dengan kita yang umumnya menggunakan titik untuk setiap tiga angka dan koma untuk angka desimal]. Misalnya : 7 400.5 [tujuh ribu empat ratus koma lima]

Tapi kalau banyak angka di belakang nol? Nah kita bisa menggunakan notasi scientific.

Misal : tetapan avogadro = 6.0221367 x 1023

Analisis Kesalahan Pengukuran [Simple Error Analysis]

 

Misalnya kita mengukur benda dengan penggaris. Tentunya kita dapat dengan sangat mudah untuk memberikan suatu nilai. Tetapi apakah nilai yang kita berikan itu benar-benar pasti? Tentunya tidak. Akan ada kesalahan dalam pengukuran, yang disebut dengan ketidakpastian. Mungkin saja kita dapat menggunakan alat ukur yang lebih akurat, misalnya jangka sorong atau milimeter sekrup. Alat-alat tersebut tetap saja akan menghasilkan ketidakpastian. Yah, mungkin kalau hanya benda-benda kecil tidak akan terasa terlalu penting, namun apabila kita mengukur sesuatu yang membutuhkan ketelitian tinggi [misalnya microchip] kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

 

Ketika kita mengukur sesuatu, muncul berbagai masalah. Misalnya :

 

Akurasi : Seberapa banyak sih angka yang didapatkan yang benar, bebas dari kesalahan?

 

Presisi : Seberapa banyak jawaban yang didapatkan sama?

 

Kesalahan Acak : Ketika kita mengukur benda berulang-ulang, sangat mungkin untuk mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Bisa saja sudut pandang kita berubah, atau acuan yang berubah menyebabkan hasil pengukuran berubah-ubah.

 

Kesalahan Sistematik : Pengukuran yang dasarnya salah. Misalnya dalam pengukuran tekanan udara menggunakan barometer, tentunya ada pengaruh suhu dan ketinggian yang membuat pengukuran menjadi tidak akurat. Untuk memperbaiki kesalahan ini, kita dapat menggunakan faktor koreksi.

 

Ketidakpastian : Hasil dari pengukuran yang memiliki kesalahan acak, kurang presisi. Dapat ditulis menggunakan dalam perbandingan ataupun persentase.

 

Kesalahan : Perbedaan antara hasil yang didapatkan dengan jawaban yang sesungguhnya.

 

Angka Penting [Significant Figure]

 

Dalam menulis angka laporan, angka penting yang kita gunakan bergantung pada sebaik apa kita mengetahui angka tersebut. Untuk sebuah angka perkiraan, cukup satu atau dua angka penting, namun untuk alat yang akurat kita bisa mencantumkan sampai banyak angka penting. Angka tersebut haruslah akurat, walaupun mungkin saja memiliki kesalahan.

 

Jangan lupa dalam pembulatan angka [0-4 abaikan,5-9 bulatkan ke atas], kita hanya membulatkan suatu angka yang merupakan hasil akhir. Jika kita membulatkan angka dalam suatu proses, akan muncul suatu error, yakni kesalahan pembulatan.

 

That’s all about numbers in engineering

 

Bingung? Seru? Gak Penting?

 

*again, tugas dari mata kuliah Konsep Teknologi, dosen Pak Budi Rahardjo.

h1

PSSI dipimpin Nurdin Halid, mati?

November 2, 2007

Siapa sih yang enggak bersorak gembira ketika timnas sepakbola Indonesia mencetak kemenangan di piala asia 2007 kemarin di stadion gelora bung karno? Atau ketika Elie Aiboy mencetak gol indah? Bahkan temenku yang gak begitu tertarik sepakbola bisa merasakan passion’ sepakbola. Ingat kan sewaktu satu stadion bergemuruh meneriakkan satu nama, Indonesia .

Perlu diingat juga ketika itu pengurus PSSI sudah diprotes keras, bahwa rakyat sama sekali tidak pernah mendukung PSSI yang didalangi oleh pengurus yang mengaku-ngaku sebagai pejuang sepakbola. Rakyat cinta timnas, tapi tidak cinta PSSI.

PSSI memang tidak punya cinta, apalagi rasa malu. [ Visinya mungkin keren, tahun 2020 Indonesia menjadi kekuatan nomor satu asia. Tapi realisasi? Pelatihan? PSSI tetap saja berharap dengan metode instan.] Saya sebagai rakyat Indonesia saja malu, ketika ketua umum PSSI, Nurdin Halid yang sudah keluar masuk bui tetap dipercaya, bahkan dibela untuk memimpin [untuk periode 2007 - 2011] PSSI. Sesuai kode etik FIFA,seseorang yang terbukti terlibat kriminal, ataupun sedang menjalani hukuman penjara, sangat tak layak memimpin organisasi seperti PSSI. Jadi inget teori yang disampaikan senior teman saya :

Ketika sebuah sistem kepemimpinan terbentuk dan memperoleh kekuasaan, baik organisasi maupun pemerintahan, orang-orang di dalam organisasi tersebut akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan tersebut, dengan segala cara

[out of talk : masih inget kan waktu pilkada Jakarta kemarin, sebagian besar parpol mendukung orang yang memang sudah mempunyai posisi, kalau parpol tersebut mendukung calon yang lain, mereka takut kehilangan kekuasaan]

Sepakbola mengajarkan nilai nilai moral, antirasisme, fair play, dll. Tapi apa yang dilakukan PSSI benar-benar mengkhianati nilai-nilai tersebut. Lihat kasus ini :

Seorang Komite Eksekutif PSSI, mengatakan bahwa pihaknya tidak terikat dengan kode etik FIFA, nah padahal dalam pedoman dasar PSSI pasal 5 ayat 9 dengan jelas menyebutkan bahwa setiap pengurus PSSI harus memahami kode etik FIFA! Nah?

Oke, sekarang begini, kalau pengurus PSSI, masih ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya, mungkin bisa, tapi coba tolong tinjau dengan nilai moral. Bayangkan timnas kita tidak bisa ikut kejuaraan Internasional. Bambang Pamungkas dkk. tak bisa mencicipi kualifikasi Piala Dunia. Cornelius Gedy dkk. tidak ikut Sea Games. Lha, terus kerjaan PSSI apa?

Sepertinya pemerintah perlu turun tangan. Walaupun PSSI badan independen, PSSI tetap membawa martabat bangsa melalui sepakbola, olahraga paling populer di dunia. Kalau PSSI masih dipimpin orang-orang yang tidak berkulitas dan tidak memiliki passion di bidang sepakbola, sepakbola Indonesia tidak akan maju. Tolong, saya ingin seumur hidup saja dapat menyebut nama Indonesia dengan bangga.

Ditulis dengan bantuan Koran Kompas, bandrek, dan seperangkat komputer.

Gambar dari Pro Evolution Soccer 2008™, tapi muka asli, haha..

 

h1

Sial, akhirnya saya kena juga! Malu Euy!

November 2, 2007

duh, ternyata bahaya juga jadi orang yang jahil ya? Kalau saya mencoba flashback tentang usilan-usilan yang telah saya lakukan,

hmm, ini salah satunya, yah tidak begitu merugikan sih, tapi cukup untuk ngebuat orang sampai panik, haha… duh kelepasan .

sampai akhirnya saya memutuskan untuk bolos kuliah lagi nitip absen ke teman, nah di sini salahnya, saya bilang kalau ada kuis, sms aja…

ketika sedang asyik-asyik bercengkrama ngobrol, tiba-tiba muncul sms :

Les, ada Kuis !!!

Meyakinkan banget nih sms, apalagi orang yang saya titipi absen itu orang yang belum pernah jarang saya jahili. Langsung aja tuh saya lari, yah sekitar 300 meter mungkin, naik tangga ke lantai empat, mengetuk pintu dan,

sial, di dalam kelas ternyata tidak ada kuis! Hmmph! Ya udah, setelah itu saya langsung keluar, beli minum [capek bo!], masuk lagi, tidur deh[tuh kan percuma juga kuliah],…

jadi, lesson tentang menjahili : Siap-Siap mendapatkan karma tak terduga, haha…