Arsip untuk Oktober, 2007

h1

Klik Untuk Lihat Arti Hari dan Tanggal lahirmu! [Percaya gak Percaya]

Oktober 30, 2007

My Own

Oiah, waktu jalan-jalan di internet kemarin, saya melihat file yang menarik. Seru juga bisa ngelihat arti tanggal lahir kita. Saya cocokkan dengan kepribadian, hmm, meleset sedikit dari sifat saya, tapi saya juga enggak terlalu percaya sih dengan hal beginian, tapi daripada disimpen sendiri, filenya bisa didownload di sini.

Sebenarnya menggelitik juga hal seperti ini, ratus jutaan orang memiliki tanggal lahir yang sama, zodiak yang sama, namun kenapa hal-hal tersebut masih dipercaya ya? Masak’ keberuntungan, nasib, ditentukan oleh zodiak/tanggal lahir, duh jadi pengen bahas nih, tapi ntar aja, sekarang mah

cocok enggak testnya dengan kepribadianmu?

h1

[Watchout] Ratu Blogger Berganti Aliran !

Oktober 26, 2007

Ratu?

Lucu juga lihat gambar ini, waktu awal kemunculannya, dunia wordpress geger deh kayaknya. Akhir-Akhir ini, setelah adanya aliansi mas Sandy , popularitas mba ratu’ udah memudar. Tapi, wow… Sepertinya masih ada metode lain bagi mba ratu’ untuk menembus dunia blog, dengan membuat berita gak berisi heboh..

Kenapa ya kira-kira mba ratu’ berganti aliran? hmm…

mungkin ingin terkenal lagi…  terus menggila menulis lagi… dimaki diprotes lagi…

gak populer lagi dong?

ah, aneh juga…

h1

Hamilton sial, Alonso gagal, Massa mengalah, Raikkonen juara F1 2007. What a season!

Oktober 22, 2007

Ceremony

Race seri terakhir di brazil, yang membuat sata begadang sampai jam satu malam benar benar seru! Drama terjadi di awal race, pada dua tikungan awal. Raikkonen menyodok ke urutan kedua, lalu menahan laju duo mclaren. Hamilton memaksa ingin merebut kembali posisi kedua, namun gagal. Hamilton malah dilewati rekan setimnya, Fernando Alonso. Alih-alih ingin melewati Alonso [sebenarnya hamilton tidak perlu memaksakan] , eh Hamilton malah melebar!

Itulah awal race. Sisanya? Seru. Hamilton berkali-kali membukukan waktu tercepat, namun hanya mampu finish di urutan ke-7. Alonso ke-3. Massa ke-2. Raikkonen juara seri plus juara dunia 2007. Kejadian ini pernah terjadi [sejarah selalu berulang] pada tahun 70-an, waktu itu juara F1 harus ditentukan dengan race seri terakhir dan ada tiga calon juara. Seperti tahun ini, peringkat tiga menyodok ke tangga juara.

I wonder what will happen next season?

Pastinya hamilton semakin matang [gak buru-buru dan melakukan error di dua seri terakhir].

Alonso semakin berambisi. Massa tidak ingin jadi second player melulu. Raikkonen sudah kehilangan gelar ’si tuan nyaris’. Dan masih ada Vettel dan Kubica. Seru!

h1

[If] School is fun, why take a holiday?

Oktober 20, 2007

Prologue

“Saya tidak tahu bagaimana saya tampak pada dunia; tetapi bagi saya sendiri saya nampaknya hanyalah seperti seorang anak laki-laki yang bermain-main di pantai dan mengalihkan diri sendiri sekarang dan kemudian menemukan koral yang lebih halus atau karang yang lebih indah daripada yang biasa, sementara samudera besar dari kebenaran semuanya terbentang di hadapan saya tak terungkapkan.”

Isaac Newton, yang pada saat remajanya bosan sekolah, lebih suka bermain layangan, roda air, jam, ataupun alat lainnya. Untung aja pamannya mengenali bakat luar biasanya, lalu ia disekolahkan di Universitas Cambridge. Selanjutnya? Cari tau sendiri yah, saya tidak akan membahas hal ini.

[sebenarnya cerita di atas tidak ada korelasinya dengan tulisan berikutnya]

Isi

Jadi inget commentnya Pak Budi Rahardjo di post [Akhirnya] Bolos Lagi.

If School is fun, why take a holiday?

Nah, dalam kehidupan saya sendiri, ‘if’ dalam kalimat tersebut cuma bener-bener bisa jadi ‘if’. Faktanya, kapan yah sekolah menyenangkan? Bentar-bentar. Ah iya!

· Ketika guru enggak ada, terus bisa main dan ngobrol dan jalan-jalan dan ‘mengeceng’.

· Ada guru yang seru, cerita hal yang seru!

· Pentas Seni, Bazaar, Festival dan ada turnamen antar kelas [nonkurikuler]

Bentar lagi. Seharusnya di sekolah, apa yang kita lakukan sih?

· Tidak ada guru, belajar dong…

· Utamakan studi, kurikuler hanya sebagai penunjang

Kalau seperti itu, akan terjadi konflik antara membuat sekolah menjadi menyenangkan dengan keadaan sekolah yang tidak akan pernah yang kurang menyenangkan. Kesan sekolah itu bosan, lalu nyontek, kemudian tawuran. Di sisi lain, passion untuk belajar di sekolah, rasanya udah gugur oleh game, pacaran, dll. [walaupun tentunya ada orang yang benar-benar tekun sekolah, saya taksir sekitar 10% dari populasi pelajar].

Selanjutnya saya akan bertanya, bagaimana membuat sekolah menjadi menyenangkan? Saya pikir sih dengan :

Passion siswa harus dibangkitkan. How? Dengan membuat sistem [guru] yang menarik minat siswa terhadap pelajaran. Duh, berarti gurunya juga harus punya passion, harus terlatih, harus nambah gaji. Duit masalahnya.

Hilangkan budaya ‘IPA’. Entah kenapa orang tua di Indonesia cenderung ‘memaksa’ anaknya untuk masuk jurusan IPA. Kan pusing.. Tidak setiap orang dibekali kecerdasan intelektual yang mumpuni. Kalau otaknya otak ‘IPS’, namun dimasukkan ke ‘IPA’, seperti menyuruh pele menjadi pemain golf. Gak nyambung kan? Daripada memble di IPA, lebih baik jadi raja di ilmu sosial kan? Di sini, budaya masalahnya.

Kurangi beban belajar yang terlalu besar. Di tanah kelahiran saya, Perancis, yang namanya lulusan SD itu bisanya hanya pertambahan, pengurangan, dll. Waw, kalau di Indonesia hebat banget bo! Udah bisa perkalian, pembagian, KPK, FPB, luas, volum, dll. Kalau beban belajar menumpuk, sekolah tidak menyenangkan. Coba bangun dasar yang kuat terlebih dahulu, jangan luluskan siswa secara ‘prematur’, yakni dengan kemampuan akademik tinggi, namun hanya cekokan. Coba kita lihat, Indonesia banyak menghasilkan siswa yang mampu mendapatkan medali emas olimpiade sains internasional, namun kalau kita lihat dari segi inovasi? Belum ada yang ‘dahsyat’. [Saya benci bimbel yang menggeser makna pembelajaran, hehe tapi saya suka menawarkan diri untuk mengawas, demi penghasilan tambahan :D ] Di sini, kurikulum masalahnya.

Dan banyak cara lain untuk membuat sekolah menjadi ‘agak’ menyenangkan. Sebenarnya banyak metode pembelajaran yang dianggap dapat mengembangkan kecerdasan siswa secara tepat, plus menyenangkan, misalnya : quantum learning, accelerated learning, dll. [Saya udah baca kedua buku tersebut] Tapi, seandainya semua hal di atas berhasil diterapkan, apakah sekolah akan benar-benar menyenangkan? Saya ragu.

Oh iya, ada komentar yang menggelitik saya dari salah seorang guru saya [dalam bahasa inggris], saya suka komentar ini, karena realistis.

“The process of study is painful. If you are not ready to feel the pain, do not study. But, If you are not take any study, you will get nothing. Get nothing? Go to hell!”

Epilogue

Nampaknya memang sulit untuk membuat sekolah menyenangkan. Karena proses pembelajaran yang saya alami hingga saat ini, sangat mengandung sedikit makna kegembiraan. Yah, jadi aja saya ganti kalimat pertanyaan di atas jadi If conditional type III.

If school had been fun, I would not have taken a holiday [School is not fun, so I take a holiday].

Nah, sekarang, siapa yang setuju sekolah itu menyenangkan?

h1

Hayoo, siapa yang masih mau nulis post agama?

Oktober 11, 2007

“Huss! Lagi bulan puasa, jangan ngomongin orang lain! Dosa!”
“Lha, emang kalau bukan bulan puasa boleh ngomongin orang lain? Gak dosa?”
“O iya yah???”
“#$%^$#@&$”

Sebagai newcomer di dunia blog, saya cukup tertarik dengan fenomena di bulan Ramadhan. Waktu pertama kali mendatangi dunia ini, topiknya banyak banget macemnya. Agama, ras, pendidikan, budaya, olahraga, pokoknya banyak deh. Sebelum bulan ramadhan, post agama tidak terlalu mendominasi, karena memang ada beberapa orang yang menyiarkan tentang agama secara kontinu. Saat bulan ramadhan, post-post agama seperti mendapatkan angin. Masih ingat kan kemunculan ‘Si Ratu’ yang bikin geger dunia blog? sebenarnya sampai sekarang masih ada lho. Saya juga sempat tertarik untuk menulis post tentang agama, yah tapi maklum keterbatasan saya di bidang agama membuat saya mengurungkan niat ini.

Jadi, apa yang saya harapkan ?

Yah, Saya pernah denger, kalau bulan Ramadhan itu merupakan training centre untuk menghadapi 11 bulan yang lainnya. Dalam satu bulan ini umat muslim [khususnya] ditempa untuk menguatkan iman. Apakah Ramadhan ini hanya akan menjadi cerita sepintas lalu, [kita menjadi baik, melakukan banyak amal pada bulan ini], namun bablas di bulan-bulan berikutnya?

Ah, masih absurd!

Gini lho mas/mbak, kalau bener-bener niat menyiarkan ilmu agama, mbo’ ya jangan hanya di bulan Ramadhan saja, nanti dikira cuman cari traffic, karena percuma kita hanya baik di satu bulan saja, sementara di bulan yang lainnya memble. Kalau begitu kita tidak ada bedanya dengan cerita di awal post. Benar kan ?

* no offence, really. Also nothing personal. It just represent my thought.

h1

Teman yang aneh

Oktober 8, 2007

Hmm, aneh! itu yang terlintas di pikiran saya waktu melihat perilaku teman saya yang satu ini. Dia seorang laki-laki, seumuran dengan saya, teman satu fakultas. Dia punya seorang pacar yang saya anggap cukup cantik. Kejadiannya bermula saat, saya mengajak dia untuk bermain futsal. Wah, dia udah niat banget. Sampai nanya-nanya tempat kumpulnya. Ceritanya maen antar kelas, fakultas yang sama, namun beda kelas. Sampai saat itu sih masih biasa aja, sampai dialog yang berikut :

X : Wah, tempatnya dimana? Kalau maen jam segini takut enggak ada transport. Kamu naek apa les?
Me : Nabeng motornya si Luki. Ada kok yang bawa mobil, kamu ikut aja sono.. [ masih normal sampe sini ]
X : Ah, saya enggak kenal orangnya, gimana dong ?!? takut nih.. Nanti saya sendirian aja diem-dieman di mobil. [ceritanya satu fakultas ada empat kelas, nah ada dua kelas yang mau tanding, kelas saya jadi 'penyusup' dengan tiga orang, jadi si X cuman kenal dikit orang]
Me : Kenalan ajah dulu, kan maen futsal juga biar gampang kenalnya.. Saya juga masih lum kenal semuanya, kalem aja bro..
X : Duh, tapi beneran takut, gak kenal [mimiknya bener2 cemas, sampe saya juga bener2 gak percaya, padahal dia punya cewek yang cantik]
Me : Ya udah ntar saya kenalin deh. Santai aja bro, gak akan diperkosa ini, kalau dipegang-pegang, bales aja hehe…
X : Tapi… [lha, masi tegang juga...]

Sampai saya berusaha meyakinkannya untuk ikut main, tapi si X terus menolak [saya kira akting loh]. Akhirnya dateng temen si X, sebut aja si Y. Mereka berdua udah saling kenal.. Nah, saya bilang bareng aja tuh duaan. Saya pikir : problem solved! Segera deh saya nemenin Luki ngambil motor [dengan asumsi si X udah nyaman sama si Y]. Nah, waktu saya balik ke rombongan, saya cari si X, enggak ada..
Terus saya tanya si Y, “Bro, liat si X enggak?”
Jawaban si Y : “Oh, dia udah pulang”

Ah, bingung juga! kalau cowok yang takut ma cewek dah sering liat. Cowok yang maunya gaul ma cewek, playboy, juga banyak. Cowok normal, apalagi. Tapi cowok yang kesulitan untuk kenalan ma cowok lagi juga ada toh. Hmm, kalau waktu saya inget, saya juga yang ngajak kenalan ke si X.

Rencananya saya akan mengadakan program training ke dia, doakan Yah!!!

h1

Tes Kepribadian Ala Pelajar

Oktober 2, 2007

“The true test of character is how to act, not when you’re know about something, but when you do not know anything about it”. Setuju kan? Lha terus hubungannya apaan? Gini, kemaren ceritanya kampusku mengadakan UTS [Ujian Tengah Semester]. Setelah ujian berakhir, muncul kecerdasan keisengan saya, dengan mengajukan pertanyaan :

“Eh, tadi kamu soal yang kerucut itu jawabannya berapa ?”

[Keadaan sebenarnya hanya ada enam soal, setiap ada yang menjawab, saya bilang itu soal nomer tujuh. Dengan harapan melihat apa reaksi orang, apakah akan panik atau kalem-kalem aja]

Subjek penelitiannya ada beberapa orang :

Pertama orang jawa tulen [saya terjemahin ke bahasa indonesia]

Respon : “Hah? Masa iya??? memangnya ada?”
Me : “Iyah di baliknya, di lembar belakang, soal nomer tujuh…”
[mukanya jadi rada pucat, rada tegang, terus dateng temenku memperparah situasi]
Friend : Ohh, itu saya lima per dua phi.
[mukanya korban makin mengkhawatirkan, hehe]
>>> Akhirnya, saya kasian juga, setelah dikasih tau kalau dia dijailin, udah bisa ketawa2 lagi…

Kedua, orang padang,

Respon : [Malah senyum2 aja]
Me : Lha, isinya berapa ?
Friend : saya lima per dua phi, kamu berapa?
Respon : Wah, bener? [masih senyum-senyum]
[Sialnya ada temen lewat bawa lembar soalnya, ketauan deh boong, wah kena bogem juga sayah...]

Selanjutnya orang banten, wah dia udah tau saya boong… Jadi gak seru.

Selanjutnya, orang china keturunan, pinter orangnya..
responnya bagus : Enggak kok, cuman ada enam nomer. [Dengan confidence, dan langsung pergi.]

* lucu juga liat reaksinya, mungkin asal daerah bisa menggambarkan kepribadian yah?

h1

Metode Penyelesaian Masalah ala Engineers + EDB

Oktober 1, 2007

Biasanya engineers punya masalah yang tiada henti datangnya. Kalau engineers mau menyelesaikan masalah, harus mengikuti ‘prosedur’ secara berurutan. Dari permulaan yang umum, hingga kesimpulan yang khusus…

Gambar

Langkah pertama, jelas identifikasi masalah…
Misalnya, kenapa saya tambah kurus yah?

Langkah kedua, Sintesis…
Ini merupakan proses kreatif, menggabungkan beberapa bagian menjadi suatu kesatuan yang padu…
Misalnya, ternyata selain puasa, saya terlalu rajin tadarus
sampai-sampai lupa makan [ciee...]

Langkah ketiga, Analisis…
Ini dia bagian yang membutuhkan banyak waktu, tenaga
dan pikiran. Di sini, suatu bagian yang besar dipecah-pecah, dan dibuat model matematikanya secara logis!
Mungkin gini kali yah,

Puasa –> Laper [jika puasa maka laper]
Laper –> Kurus [jika laper maka kurus]

Langkah keempat, Aplikasi…
Informasi yang berguna digunakan untuk masalah yang ada…
Supaya gak laper ? Makan! [Berarti kalau makan gak akan kurus]

Langkah kelima, Komprehensi…
Data benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah…

SOLUSI : Makan atuh…

Sekarang, ada bonusnya : Estimasi Diameter Bulan [EDB]

Konsep :
- kesebandingan segitiga
- pemantulan sempurna pada cermin datar

Step :
- yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
- lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan

Alat – alat yang digunakan :
- cermin datar
- meteran panjang
- alat pengukur sudut sederhana*
- kapur

Operator :
- 2 orang sebagai objek
- 1 orang sebagai pengukur

Prosedur Estimasi :

TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi

1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)

Gambar sistem:
Menyusul

Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.

2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2

T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2

TAHAP 2 estimasi diameter bulan

Prosedur

1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.

2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.

3. tandai kedudukan orang pertama

4. ukur jarak mata dengan tanah

5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.

Gambar

menyusul

2t = d+c-b-a

D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)

Creative Team By :
- Aden Rohmana
- Aridasyah Eka Putra
- Harimurti
- Lestian Atmoprawira
- Haris Amrullah